
Hari ke hari kehidupan rumah tangga Maheera dan Shaka berjalan dengan sangat baik. memilih hidup berdua tidak tunggal dengan orang tua adalah pilihan Shaka untuk menjaga hubungan baik mereka semua.
Pergi ke kantor seperti biasa, sejak menikah, Shaka tetap membantu Maheera untuk mengelola perusahaan almarhum pak Banu sedangkan perusahaan mereka sendiri tetap di kelola oleh pak Angga.
Tok... tok...
"Permisi bu, ada tamu yang mencari ibu Maheera." Ucap Resepsionis yang bernama Malika memberitahu Maheera.
"Siapa?" Tanya Maheera singkat.
"Kalau tidak salah, namanya Gusti." Jawab Malika seketika membuat Maheera terkejut.
Rasanya sudah lama sekali tidak bertemu Gusti. Maheera pun langsung turun ke bawah untuk menemui Gusti sedangkan Shaka saat ini tengah pergi menghadiri rapat.
Gusti tersenyum saat melihat Maheera keluar dari lift. Pria ini merasa sangat senang sekali bisa bertemu dengan Maheera, ada kerinduan yang tak bisa ia sampaikan.
"Apa kabar, Maheera?" Sapa Gusti.
Maheera tersenyum lalu menjawab, "Kabar baik. Mas Gusti sendiri bagaimana?" Maheera balik bertanya.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja. Kamu terlihat beda sekarang," ucap Gusti.
"Kalau boleh tahu, ada keperluan apa mas Gusti mencariku?" Tanya Maheera yang penasaran
__ADS_1
"Bisa kita bicara di cafe atau tempat santai lainnya?"
Maheera menghela nafas pelan lalu menjawab. "Maaf mas, tidak bisa."
"kamu sibuk?"
Maheera menggelengkan kepalanya lalu berkata. "Aku tidak bisa pergi dengan laki-laki lain."
Gusti mengerutkan dahinya, "kenapa?" Tanya pria ini singkat.
"Aku sudah menikah, mas. Tidak mungkin bagiku pergi dengan laki-laki lain." Jawab Maheera yang jujur.
Tentu saja kejujuran Maheera membuat Gusti merasa terkejut.
"Kamu sudah menikah? kapan?" Tanya Gusti yang tidak percaya.
Kecewa hati Gusti, pria ini sudah lama menyukai Maheera, tapi dari awal cintanya sudah bertepuk sebelah tangan.
"Kenapa harus rujuk, Maheera?" Tanya Gusti yang merasa kecewa.
"Kalau Maheera rujuk denganku, kenapa memangnya?" Tanya Shaka yang tiba-tiba ada di belakang Gusti.
Raut wajah pria ini dingin karena dari awal ia tidak pernah menyukai Gusti.
__ADS_1
"Bukankah sejak awal Maheera sudah menegaskan tidak suka padamu. Kenapa kau masih datang menemui dia?" Tanya Shaka membuat Gusti tak bisa membuka suara begitu pula dengan Maheera.
Suasana mendadak hening untuk beberapa saat.
"Aku meminta sebagai seorang suami, tolong jangan ganggu istriku!" Pinta Shaka dengan nada melemah.
Gusti membuang nafas panjang.
"Baiklah, aku minta maaf sudah mengganggu Maheera. Aku benar-benar tidak tahu jika Maheera sudah menikah." Ucap Gusti yang berlapang dada.
"Terimakasih!" Ucap Shaka kemudian pria ini langsung mengajak Maheera pergi dari saja.
Gusti hanya bisa memandang tanpa bisa menyanding.
"Kau sangat setia pada satu laki-laki sampai kau rela menelan luka walaupun di sakiti. Selamat berbahagia, Maheera. Mungkin cintaku tidak pantas bersanding dengan cintamu." Ucap Gusti yang menerima.
Pria ini pun pergi dari sana, kembali pulang dengan membawa kecewa. Datang menemui Maheera dengan maksud ingin menyatakan cinta lagi. Namun sayang, cintanya tak akan mungkin terbalaskan.
Sementara itu, saat ini Shaka tengah menatap Maheera hingga membuat Maheera merasa takut pada suaminya.
"Aku tidak tahu jika mas Gusti akan datang. Apa mas Shaka marah sama aku?"
"Nggak, ngapain marah? Kamu nggak salah apa-apa. Dia juga tidak salah karena pasti dia pikir kamu masih sendiri." Jawab Shaka yang mencoba paham pada situasi seperti ini.
__ADS_1
"Terimakasih sudah mengerti, mas." Ucap Maheera.
Shaka hanya menanggapi dengan senyuman. Pria ini kembali melanjutkan pekerjaannya meskipun ada perasaan khawatir dalam hatinya. Shaka takut jika Maheera akan pergi meninggalkannya lagi.