
"Ini uang muka kalian!" Ujar Shaka seraya menyodorkan sebuah amplop tebal di atas meja. "Apa pun caranya, aku ingin kalian membuang jauh ibu-ibu yang tadi siang memerintah kalian." Titah Shaka.
"Kalau membuang, itu artinya kami butuh biaya. Kau pasti paham maksudku, kan?" Ujar pria yang berkumis lebat ini.
"Aku akan mentransfernya nanti. Yang jelas aku ingin kalian membuangnya ke pulau yang sangat pelosok sekali."
"Baiklah, sisanya kita atur nanti."
"Satu minggu...!" Tegas Shaka.
"Baiklah!"
Shaka pun bergegas pulang, pria ini tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian di rumah meskipun ada asisten rumah tangga.
Setelah rasa sakit yang dirasakan Maheera selama bertahun-tahun, kini Shaka akan mengubah hidup Maheera penuh cinta dan bahagia. meskipun rasa penyesalan akan tetap membayangi dirinya, tapi sebisa mungkin Shaka akan melakukan yang terbaik untuk Maheera.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Shaka saat masuk ke dalam kamar.
"Kepalaku terasa sangat pusing, kaki ku juga terasa sangat nyeri." Jawab Maheera membuat Shaka merasa khawatir.
Shaka mengecek suhu tubuh Maheera, tapi tidak panas.Shaka pun mengambilkan obat pereda rasa pusing, setelah itu ia memijat kaki Maheera sampai wanita ini terlelap tidur.
__ADS_1
Shaka menghela nafas lega, pria ini pun memutuskan untuk tidur, menyusul istrinya yang lebih dulu terlelap.
Namun, saat menjelang pagi, tiba-tiba saja Maheera merasakan mual dan muntah-muntah hingga tubuhnya menjadi lemas bahkan wajahnya pucat pasi. Shaka yang panik bergegas membawa Maheera pergi ke klinik terdekat.
Kurang lebih dua puluh menit dilakukan pemeriksaan, hasilnya pun keluar juga. Shaka yang penasaran langsung menanyakan apa yang sudah terjadi pada istrinya.
"Selamat ya, pak. Istri anda hamil lima minggu." Ucap Dokter yang bernama Melina.
Shaka tercengang, rasanya tidak percaya jika istrinya tengah mengandung sekarang.
"Serius?" Tanya Shaka singkat.
Dokter Melina pun memberikan hasil pemeriksaan kepada Shaka. Pria ini pun membacanya kemudian ia langsung memeluk Maheera.
Maheera yang masih lemas hanya mengangguk, wanita ini menangis, entah kenapa hatinya terasa sangat sedih sekali.
Berulang kali Shaka mengecup kening Maheera,hatinya sungguh bahagia karena setelah perjalanan panjang dalam hubungan mereka, pada akhirnya Shaka dan Maheera sebentar lagi akan diberikan keturunan juga.
Setelah mendapatkan obat dan Vitamin, Shaka pun mengajak Maheera pulang. Demi menjaga istrinya, pria ini membatalkan semua jadwal pekerjaannya.
"Kenapa menangis, sayang?" Tanya Shaka begitu lembut.
__ADS_1
"Aku ini adalah seorang anak yang kekurangan kasih sayang. Akan kupastikan jika anakku akan mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kita sebagai orang tuanya." Ucap Maheera seketika membuat hati Shaka merasa teriris.
Pria ini pun memeluk istrinya, andai ada kata yang jauh lebih baik dari kata maaf, sudah pasti Shaka akan mengatakannya seribu kali sehari karena ia pernah ikut menanam luka dalam kehidupan Maheera.
"Mas janji akan selalu membahagiakan kamu, mencintai kamu dengan penuh rasa hangat. Hingga kamu lupa rasa pedih di masa lalu." Ucap Shaka dengan tangis sesegukan. "Jalan jodoh kita begitu sakit kau rasakan hingga kebahagiaan berhak menjadi milikmu."
"Aku bahagia sekarang, mas. Aku sangat bahagia, kembali menikah denganmu adalah pilihan hidupku, aku yakin jika kamu mampu mencintai aku dengan caramu sendiri."
"Iya sayang. Mas sangat mencintai kamu." Ucap Shaka lalu mengecup kening istrinya.
"Aku juga mencintaimu, mas." Balas Maheera.
"Kamu adalah perempuan terhebatku, Maheera." Ucap Shaka yang memuji istrinya.
Maheera tidak menjawab, wanita ini justru membalas pelukan suaminya begitu erat. Cinta Shaka pada Maheera begitu besar, begitu pula sebaliknya apa lagi sekarang Maheera sudah positif mengandung anak Shaka.
Perih pedih perjalan hidup Maheera telah berakhir bahagia. Memutuskan untuk kembali menikah dengan Shaka adalah pilihan hatinya. Dunia yang semua kejam dan tidak pernah adil pada dirinya nyatanya sekarang berpihak memeluk kebahagiaan untuk Maheera.
Sampai dengan hari ini, tidak ada yang mengusik rumah tangga Maheera dan Shaka apa lagi sekarang Bu Diana sudah diasingkan ke tempat yang cukup jauh sedangkan anak perempuannya yang bernama Dona sama sekali tidak peduli pada dirinya.
Cerita Maheera telah selesai, kehidupannya sekarang penuh dengan rasa bahagia yang di berikan oleh Shaka. Menikmati sebagai seorang istri dan calon ibu, Maheera merasa sekarang hidupnya telah lengkap hingga ia mengubur dalam masa lalu dengan kebahagiaan di masa depan bersama keluarga kecilnya. Rasa sakit telah berganti rasa bahagia, semoga kehidupan Maheera selalu dipenuhi dengan rasa bahagia.
__ADS_1
~TAMAT~