
Sekilas tentang Bu Diana, cerita kebenaran dimasa lalu . Sebelum menikah dengan pak Banu, sebenarnya Diana sudah pernah hamil duluan kemudian menikah siri dengan seorang laki-laki miskin. Kehidupan yang sangat susah membuat ia memutuskan untuk pergi meninggalkan anak yang baru berusia dua bulan dan suaminya. Kepergian Diana yang tiba-tiba membuat sang suami mengalami syok hingga membuatnya mengalami serangan jantung.
Diana tidak peduli apa lagi saat itu ia sudah mengenal pak Banu yang memiliki kehidupan mapan dibandingkan suaminya. Menikah dengan pak Banu, lahirlah almarhum Kinara dan pada saat itu usaha yang dialami pak Banu mengalami kemunduran akibat Diana suka berfoya-foya. Tidak betah hidupnya kembali miskin, Diana kembali berselingkuh dengan seorang pria, tapi perselingkuhan itu ketahuan oleh pak Banu hingga membuat pak Banu nekat menikah siri dengan perempuan yang bernama Nurma dan lahirlah Maheera. Perempuan yang selama ini mengurus Kinara disaat Diana tidak mau mengurus anaknya.
Singkatnya, perempuan tua yang menggendong seorang anak kecil yang pernah dilihat Maheera malam itu adalah Dona kecil dan neneknya. Rahasia ini lah yang disimpan Diana sampai sekarang bahkan almarhum pak Banu sendiri tidak pernah mengetahuinya.
###
"Sayang, mas punya kabar baik untuk kamu." Ucap Shaka memberitahu Maheera.
"Apa, mas?" Tanya Maheera yang penasaran.
"Mas sudah mendapatkan informasi yang sangat akurat tentang masa lalu tante Diana dan siapa perempuan yang selalu mengekor dibelakangnya."
"Hah, siapa mas? Cepat cerita...!!"
__ADS_1
"Kamu pernah bilang sama mas kalau malam itu kamu melihat seorang perempuan tua menggendong anak perempuan kecil. Kamu tahu, anak kecil itu adalah anak tante Diana dengan almarhum suaminya sebelum papah kamu.",
Shaka pun menceritakan semua informasi yang ia dapat pada Maheera. Bahkan dalam waktu singkat, Shaka mendapatkan dua orang saksi yang dulu menikahkan almarhum pak Banu dan almarhum ibunya Maheera.
"Mas, kamu dapat dari mana semua informasi ini?" Tanya Maheera yang penasaran.
"Mas dapat dari mantan pembantu rumah kalian. Beliau masih hidup, makanya mas bisa menelusuri semua informasi tersebut." Jawab Shaka.
"Kok bisa mantan pembantu bisa mengetahui sampai ke akar seperti ini? Agak aneh!"
"Akhirnya kita ada peluru juga buat menyerang mereka besok. Rasanya aku juga sudah bosan dikatai anak haram padahal kedua orang tuaku menikah secara agama meskipun tidak sah di mata negara."
"Kamu tenang aja, sampai kapan pun mas tidak akan membiarkan kamu hidup menderita lagi." Ucap Shaka dengan senyum hangatnya.
"Makasih ya, mas." Ucap Maheera.
__ADS_1
Shaka pun mengajak istrinya untuk makan siang disalah satu restoran. Suami istri ini memesan dua menu yang sama, karena bagi Shaka, apa yang disukai Maheera akan menjadi kesukaan dia juga.
"Mas, lihat itu. Sama perempuan berbeda lagi." Ucap Maheera memberitahu suaminya sambil menunjuk ke arah Emir yang duduk disudut ruangan.
"Memang seperti itu, mau bagaimana lagi?"
"Ah, kamu sih nggak bilang sama aku waktu itu."
"Bagaimana mas ngomong sama kamu sedangkan kamu saja terlihat nyaman bersama Emir. Kalau mas ngomong, nanti kamu pasti bilang pembohong."
"Iya juga sih...!" Jawab Maheera kemudian tertawa.
"Kamu itu cantik banget, manis dan tidak membosankan." Ucap Shaka membuat Maheera tersipu malu.
Mereka pun makan siang seperti biasa tanpa menghiraukan Emir yang sedang merayu perempuan disudut ruangan.
__ADS_1