Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti
Chapter 40


__ADS_3

Elina mendadak panik saat rumahnya di datangi oleh beberapa orang dari pihak kepolisian. Suaminya juga merasa bingung, kesalahan apa yang sudah di lakukan oleh istrinya sampai membuat ia di harus di bawa ke kantor polisi sekarang.


"Kenapa istri saya harus ditahan, pak?" Tanya pria yang bernama Lukmana.


"Istri bapak sudah terbukti sebagai dalang penculikan yang berhasil di gagalkan oleh pengunjung taman kota." Jawab pak polisi.


"Hah?" Lukamana tercengang. "Elina, siapa yang hendak kau culik?" Tanya Lukmana pada istrinya.


"Tidak ada, mas. Aku sudah di fitnah!" Jawab Elina yang tidak mau mengaku.


"Kamu tidak bisa menghindar lagi, rekaman cctv taman menunjukan dengan jelas jika kamu memberi perintah kepada tiga orang preman." Ujar pak Polisi seketika membuat Elina tertunduk ketakutan pada suaminya.


Lukmana terdiam saat pihak kepolisian menjelaskan kasus istrinya, siapa target yang akan di culik dan lain sebagainya. Pria ini hanya bisa menghela nafas panjang.


"Ternyata kau masih mengejar mantan tunanganmu itu. Iyakan?" Tuduh Lukmana yang masih mencoba sabar.


Tidak mau mendengarkan penjelasan Elina, pria ini pergi begitu saja dengan membawa perasaan kecewa.


Sedangkan di rumah, saat ini Maheera tengah mengobati luka memar di wajah suaminya. Shaka terus menatap istrinya hingga membuat Maheera gugup.


"Jangan melihatku terus, mas!" Tegur Maheera.

__ADS_1


"Jika mas perhatikan, kamu jauh lebih cantik dari pada Kinara." Ucap Shaka.


"Jangan membandingkan aku dengan perempuan yang sudah meninggal dunia, mas!" Sahut Maheera. "Aku tidak suka!" Ujarnya. "Kau sangat mengingat kak Nara, itu artinya kau masih mencintai dia, iyakan?" Tuduh Maheera.


"Sejak hari di mana kau meninggalkan aku, sejak itulah aku sangat mencintaimu." Sahut Shaka. "Maaf jika aku salah bicara!"


"Aku telah meletakkan kepercayaan yang begitu besar padamu, mas. Jangan sampai kau rusak hatiku untuk yang kedua kalinya." Ucap Maheera memperingati.


"Mas tidak berani lagi menyakitimu, Maheera. Menunggumu dua tahun saja rasanya sudah sangat berat."


Maheera terdiam, perempuan ini beranjak dari duduknya kemudian membereskan kotak obat lalu menyimpannya.


"Aku tidak marah!" Jawab Maheera.


"Lantas, kenapa kau diam saja?"


"Karena aku tidak suka membahas masa lalu. Mas, kau tahu sendiri masa lalu begitu perih, mengingat kak Nara, sama saja membuka luka lamaku." Ujar Maheera kemudian keluar dari kamar.


Shaka mengusap wajahnya kasar, kali ini ia sudah salah bicara pada istrinya.


"Mas tahu kau belum yakin pada cinta ini, Maheera. Kau belum percaya sepenuhnya jika aku sangat mencintaimu sekarang." Ucap Shaka yang merasa bersalah.

__ADS_1


Tak berapa lama, Maheera kembali ke kamar.


"Makan malam sudah siap, mas. Ayo makan!" Ajak Maheera.


"Oh, iya sayang!" Jawab Shaka yang tidak mau membantah. Suami istri ini bergegas turun ke bawah untuk makan malam.


Sambil makan, Shaka bermain ponsel. Tiba-tiba saja senyum pria ini lebar membuat istrinya curiga apa lagi Shaka menatapnya dengan pandangan menggoda.


"Mas, kamu kenapa?" Tegur Maheera.


Shaka menunjukan status yang dibuat oleh Emir di media sosialnya.


"Sayang, jangan lupa taruhan kita!" Ucap Shaka mengingatkan.


"Aku lebih senang dibawah, mas." Sahut Maheera dengan santainya.


"Nggak bisa gitu dong, kita kan sudah sepakat." Ujar Shaka.


"Di atas hanya main satu kali atau di bawah main tiga kali?" Maheera memberi penawaran.


"Dibawah tiga kali...!!" Jawab Shaka tanpa berpikir panjang. Cerah senyum pria ini, meskipun tidak sesuai taruhan, tapi ia tidak ingin mengecewakan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2