Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti
Chapter 33


__ADS_3

"Kita malam pertama ya, mas?" Ujar Maheera seketika menghentikan aktifitas Shaka.


"Enggak kok sayang, cuma bikin anak aja. Sekian tahun mas sabar nunggu kamu, akhirnya dapat juga. Berani kabur lagi, awas kamu!" Ucap Shaka dengan nada sedikit mengancam.


Maheera tidak menanggapi, entah kenapa wanita ini merasa candu mengusap dada bidang suaminya. Shaka tersenyum melihat tingkah istrinya, pria ini kembali memagut bibir manis milik Maheera.


Sedikit pemanasan, pada akhirnya Shaka mulai bersiap-siap untuk melakukan aksi yang lebih jauh lagi.


Sedikit di buka lebar, pria ini melirik kebawah yang tampak sedikit gelap. Ada rasa debar di dalam dada, untuk yang pertama kalinya Shaka menyentuh seorang wanita sejauh ini.


Tanpa mengatakan apa pun, Shaka langsung menyodorkan alu tak bertulang miliknya ke dalam lesung sempit milik istrinya.


Bug.... aaaarh.... lirih Maheera seraya mencengkram alas tempat tidur.


"Sabar sayang," ucap Shaka yang sebenarnya tak sampai hati.


Hentakan pertama kedua tidak masuk juga, sampai hentakan ketiga juga sama hingga membuat Shaka mulai frustasi apa lagi istrinya terus mengadu keperihan.


"Perih mas," keluh Maheera.


Shaka mengusap kening istrinya lalu berkata. "Sabar sayang, ini hanya sebentar. Sekali ini pasti masuk!"


Kembali mengambil posisi, kedua tangan Shaka mulai ia perintahkan untuk buka dompet berbulu tersebut sampai pada akhirnya....

__ADS_1


Jleb.... Shaka menghela nafas lega saat batang keras tak bertulang miliknya masuk ke dalam lembah yang cukup sempit.


"Akhirnya masuk juga." Ucap Shaka dalam hati.


Nafas keduanya terdengar tidak beraturan. Sesekali Maheera membuang pandangannya karena malu saat di tatap oleh Shaka.


Shaka meraih tangan istrinya lalu ia letakan di punggungnya. Ingin sekali rasanya Maheera kabur, tapi tubuh mereka sedang menyatu sekarang.


Perlahan-lahan Shaka mulai menggoyangkan pinggulnya, gerakan naik turun menjadi pembuka. Mau melakukan gaya apa? Sedangkan mereka masih sama-sama polos. Bahkan Maheera saja sangat kaku bagai tiang listrik.


"Sayang, bereaksilah!" Ujar Shaka.


"Gimana?" Tanya Maheera yang sebenarnya bingung.


Mata Maheera melebar saat suaminya tiba-tiba saja mendaratkan kepalanya di atas kedua buah dadanya. Yang lebih mengejutkan, Shaka berani menghisap salah satunya sampai membuat Maheera melenguh bahkan kedua kakinya tidak berhenti bergerak menahan kenikmatan.


Burung di bawah bermain, kedua tangan bermain bahkan mulutnya juga ikut bermain seolah tidak mau membuang kesempatan.


"Kamu sangat enak, sayang." Bisik Shaka membuat Maheera merinding.


Terus menggoyang, sampai pada akhirnya Maheera merapatkan kedua kaki seolah menahan ada sesuatu yang ingin keluar bahkan kedua tangan sibuk meremas rambut suaminya. Begitu pula dengan Shaka, pria ini merasa jika ada sesuatu yang hendak lepas, pria ini mempercepat gerakannya hingga membuat kulit mereka saling bergesekan.


Pak... pak... pak... begitulah bunyinya Uh... ah... uh... ah.... Shaka semakin mempercepat gerakannya.

__ADS_1


Plok...plok...plok....


"Mas...!" Lirih Maheera dengan tubuh yang menegang.


Aaaaarh..... aaaaarh...... alunan nada kenikmatan penuh erangan terdengar di sudut ruangan. Benih hangat telah Shaka tumpahkan di dalam rahim wanita yang telah menjadi istrinya sekarang.


Deru nafas yang begitu memburu, tubuh yang mulai melemah seolah menjadi pertanda jika permainan telah berakhir.


Tapi, baru saja Shaka mencabut tongkat ajaibnya, batang keras tak bertulang itu kembali tegak berdiri.


"Aku candu pada tubuhmu," bisik Shaka begitu manja. "Sayang, mari nikmati malam ini." Ucapnya yang kembali memeluk tubuh Maheera.


Penantian Shaka akhirnya terbayar lunas, tidak sia-sia perjuangannya selama ini dalam memikat hati Maheera.


Malam yang begitu indah, keduanya asyik mendayung cinta penuh kehangatan malam ini. Menjelang tengah malam, barulah Shaka menyudahi permainan karena Maheera sudah terlihat sangat lelah. Pergi bebersih sebentar di kamar mandi. Untuk sekarang ia belum merasa sakit di area bagian bawah.


"Terimakasih untuk malam ini, istriku." Ucap Shaka sambil memeluk istrinya. "Malam yang indah, nikmat sekali rasanya." Imbuhnya.


"Aku bingung ingin komentar apa?" Ujar Maheera.


"Nggak usah komentar, tidur sayang. Sudah malam," ucap Shaka yang semakin erat memeluk istrinya.


Karena memang sangat mengantuk dan lelah, akhirnya Maheera terlelap juga sedangkan Shaka masih sibuk dengan pikirannya.

__ADS_1


"Entah takdir yang berpihak kepadaku, atau keberuntungan? Aku tidak peduli pada semua itu yang terpenting sekarang Maheera telah menjadi milikku, istriku, ibu dari anak-anakku kelak. Akan aku berikan dia cinta yang belum pernah dia rasakan dari keluarganya. Mas janji akan selalu membahagiakan kamu, Maheera." Ucap Shaka dalam hati.


__ADS_2