Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Kepergian Aulia


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah mengadukan hal yang membuat Eleena hampir kehilangan nyawa. Akhirnya, kini Abi Mike dan pengurus pondok lain nya, sepakat akan memindahkan Aulia ke pondok lain.


Bukan karena Eleena yang dekat dengan keluarga Pranata, hanya saja perbuatan Aulia memang sudah sangat keterlaluan.


Meskipun yang di celakai bukan Eleena sekalipun, pengurus Pondok juga akan memutuskan hal yang sama.


"Hus Hus pergi sana yang jauh."


"Maira!" tegur umma Chila yang langsung menahan tangan putri nya agar bisa diam.


Sementara itu, Aulia yang sudah di jemput oleh keluarga nya, hanya bisa menatap sayu pada beberapa orang yang selama ini sudah banyak membantu nya.


"Umma... " Aulia mendekati umma Chila dan hendak meminta maaf juga berpamitan, namun dengan cepat Maira menghalangi nya dan menatap Aulia dengan begitu tajam.


"Tidak perlu berterimakasih, meminta maaf atau pamitan. Kepergian mu sudah kami anggap sebagai permintaan maaf kamu!" ujar Maira yang langsung menghentikan langkah kaki Aulia.


Tidak ada yang berani membantah Maira, anak kedua dari umma Chila itu memang paling lain di antara yang lain.

__ADS_1


Sikap nya yang pemberani dan terang terangan jika tidak menyukai seseorang, membuat siapapun tidak berani untuk melawan. Terlebih, mereka tahu bahwa Maira memiliki keluarga yang berpengaruh di pondok tersebut.


Selain itu, siapa yang tidak menyukai sosok Yusuf. Yang selalu mengisi kelas setiap bulan suci Ramadhan. Laki laki itu selalu meluangkan waktu, mengambil cuti kuliah nya setiap tahun untuk menghabiskan bulan puasa di Pondok bersama keluarga nya.


Maka dari itu, bagi siapapun yang ingin mendekati Yusuf, sudah pasti harus memperlakukan Maira dengan baik juga untuk mengambil hati nya.


"Assalamu'alaikum," ujar Aulia lalu ia segera bergegas masuk ke dalam mobil bersama keluarga nya meninggalkan Pondok.


"Maira, Abi tidak suka jika kamu bersikap seperti tadi," ujar Abi Mike yang langsung menegur putri nya ketika sudah tidak ada orang.


"Maira kesel sama dia, Abi. Dia jahat!" kata Maira langsung memanyunkan bibir nya sambil tangan yang ia lipat di dada.


"Jika kamu seperti itu, kamu juga akan terlihat sama jahat nya!" ucap Abi Mike dengan di sertai helaan napas berat.


Namun, terdengar oleh sang kakak yang berdiri tepat di samping nya, "Coba katakan lebih keras sedikit," bisik Yusuf seketika membuat Maira langsung mendongak dan memanyunkan bibir ke arah kakak nya.


"Katakan apa?" tanya Abi Mike mengerutkan dahi nya.


Maira terdiam, ia menarik napas nya cukup panjang, hingga tiba tiba sebuah senyuman terbit menghiasi wajah nya.

__ADS_1


"Abi, Maira penasaran, bagaimana cara kak Yusuf membantu Eleena kemarin?"


Deg!


Seketika itu juga Yusuf langsung terdiam. Ekspresi wajah nya berubah menjadi datar sambil melirik tajam ke arah adik nya yang terlihat tengah menyunggingkan senyuman nya.


"Karena, menurut Arga yang melihat kak Yusuf bawa Eleena kemarin. Katanya emmmm—"


"Maaf Abi, Umma. Sepertinya Maira haus, Yusuf akan mengantarkan nya ke kamar!" kata Yusuf langsung memotong pembicaraan Maira.


Yusuf membungkam mulut adik nya dengan tangan, lalu ia menggandeng tubuh mungil itu untuk memasuki Pondok.


Sementara itu, Khalifa yang sejak tadi diam, kini mengerjapkan mata nya beberapa kali, "Haus kok di anter ke kamar?" tanya Khalifa dengan polos.


"Sudah, biarkan kakak kamu bicara berdua. Kita masuk juga sudah sore," ujar umma Chila yang langsung menggandeng tangan putri nya.


Sementara itu, Abi Mike yang masih berdiri di luar juga tiba tiba memikirkan apa yang di pertanyakan oleh putrinya beberapa saat yang lalu.


Memory dan bayangan demi bayangan kedekatan Yusuf juga Eleena. Membuat hati Abi Mike sedikit cemas dan takut.

__ADS_1


'Semoga hanya firasat ku saja!' gumam Abi Mike lalu segera menyusul anak dan istri nya ke dalam.


...~To be continue... ...


__ADS_2