
...~Happy Reading~...
"Buka penutup mata nya!" titah seorang gadis berambut pendek dengan celana hitam panjang dan tank top hitam yang menutupi bagian tubuh nya.
"Lepas gak!" pekik seorang gadis yang memakai gamis panjang berwarna navy dengan kerudung yang senada saat bekapan mulut nya terlepas.
"Halo Eleena!" sapa gadis berambut pendek itu dengan tersenyum miring menatap Eleena yang kini sudah duduk di kursi dengan keadaan tangan dan kaki yang terikat.
"Lepasin gue! Lepass!" pekik Eleena berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri, "Tolongggg! Tolooonggg!" jerit nya berusaha meminta tolong.
"Hahaha! Bahkan, sampai pita suara kamu putus pun, tidak akan ada yang bisa menolong kamu disini," ucap gadis itu dengan tersenyum senang.
"Brengsekk! Mau lo apa hah!" bentak Eleena tanpa rasa takut sedikit pun.
"Woahh, ternyata kamu sangat pemberani dan kuat ya, hihihihi," ejek gadis tersebut, "Tapi maaf, aku cuma mau ngingetin kalau kamu semakin memberontak, maka tangan dan kaki kamu semakin kesakitan dan mungkin bisa putus!" imbuh nya membuat Eleena seketika langsung menghentikan aksi nya.
Memang benar, semakin dirinya memberontak, bukan kebebasan yang ia dapat melainkan luka yang mungkin tidak lah ringan.
__ADS_1
Eleena tidak bisa membalas dengan emosi juga. Ia harus berfikir dan mencari cara agar dirinya bisa keluar.
"Oke, sekarang katakan, Mau lo apaan?" tanya Eleena akhirnya mengalah dan mencoba tidak memberontak lagi.
"Gara-gara lo, adek gue sekarang terkapar di rumah sakit. Dan gara gara lo juga, bokap gue kehilangan semua aset nya!" ucap gadis berambut pendek itu menatap Eleena dengan penuh kebencian.
"Wait, Adek lo yang mana? Dan soal aset, apa lo yakin itu gara gara gue? Harus nya lo sadar diri, kalau kekayaan lo selama ini itu hasil dari penggelapan dana. Lagipula, itu masalah udah lama, kenapa lo balas dendam sekarang, hah!" seru Eleena yang tak habis pikir dengan pola berfikir gadis di depan nya yang bernama Rena.
"Aulia?"
Deg!
"Gara gara ulah lo, dia di keluarkan dari Pondok itu. Dan apa lo tahu, setelah itu dia selalu murung dan nangis, sampai akhirnya dia masuk rumah sakit dan koma!" ucap gadis berambut pendek itu membuat Eleena langsung membulatkan mata nya dengan sempurna.
Sungguh, Eleena tidak tahu dan tidak menyangka, bahwa ternyata Aulia adalah adik dari Rena, musuh bebuyutan nya.
Rena adalah salah satu lawan Eleena di dunia malam. Entah sudah berapa kali Eleena mengalahkan Rena dalam pertandingan, hingga membuat gadis itu marah dan tidak Terima.
__ADS_1
Padahal, Eleena tidak pernah mencari masalah dengan siapapun. Namun, Rena yang iri dan marah kepada Eleena, jadilah ia yang selalu mencari gara gara dengan gadis itu.
Dan memang benar, tahun lalu keluarga Rena di nyatakan bangkrut, lantaran ayah dari Rena melakukan penggelapan dana dalam proyek kerjasama bersama pak Brata, ayah kandung Eleena.
Hal itu membuat kebencian Rena semakin mencuak dalam benak nya. Belum hilang rasa benci nya kepada Eleena. Ia kembali mendapati adik nya yang di keluarkan dari Pondok Pesantren karena Eleena.
Meskipun sebenarnya Aulia yang mencari masalah, namun tetap saja, bagi Rena adik nya tidak bersalah. Karena jika Eleena tidak masuk ke dalam Pondok itu, maka adik nya tidak akan berbuat jahat dan di keluarkan seperti itu oleh pihak Pondok.
"Ren, lo itu salah paham, gue—"
"Diem lo!"
Plaakkkk!
Rena membentak sekaligus menampar keras wajah Eleena hingga membuat gadis itu langsung pingsan seketika tak sadarkan diri.
"Ckckck masih aja jadi cewek manja! Najiss!" cibir Rena menendang kaki Eleena lalu ia bergegas pergi lagi meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
...~To be continue.......