Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Penjelasan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Saat membuka mata, Eleena sudah berada di dalam sebuah ruangan yang serba putih dengan aroma obat obatan yang cukup mnyengat. Yah, kinidirinya sudah berada di rumah sakit dengan infus yang terpasang di tangan nya.


Ia mengedarkan pandangan ke sembarang arah, hingga pada akhirnya ia tertuju pada seorang wanita yang sempat ia hindari dan tidak ingin ia temui. Entah sejak kapan wanita itu bisa berada di Bandung dan menunggu dirinya saat ini.


“Sayang, kamu sudah bangun?” tanya mama Rasti bernafas lega dan langsung menghampiri putri nya, “Maaf. Maafin mama, gara gara Mama kamu jadi seperti ini. Maafin mama hiks hiks.”


Eleena menepis pelan tangan itu, ia memalingkan wajah nya ke samping seolah enggan untuk bertemu dengan nya. Tentu saja, hal itu membuat hati mama Rasti sedih dan sakit.


“Eleena, kamu mau mendengarkan Mama?” tanya mama rasti pelan, ia tetap memaksa untuk menggenggam tangan Eleena sembari mendudukkan diri di samping putri nya.


“Mama tidak akan membela diri, atau menyalahkan orang lain. Mama sadar, bahwa Mama memang salah disini, sudah meninggalkan kamu dulu. Tapi, mama melakukan itu karena mama tidak mau kamu hidup susah. Mama ingin kamu bahgaia, dan jika kamu pergi bersama Mama, kamu tidka akan bisa hidup seperti sekarang, kamu akan banyak menemui kesulitan dan juga—“


Mama Rasti menghentikan penjelasan nya, ia menundukkan kepala smabil menarik napa snya dengan cukup panjang sebelum melanjutkan kembali penjelasan nya.

__ADS_1


“Pokoknya, mama melakukan semua ini karena sudah mama pikirkan matang dan panjang.” Imbuh mama Rasti seketika membuat Eleena tertawa getir.


“Apakah laki laki itu miskin? Sehingga mama bisa mengatakan bahwa hidup susah?” tanya Eleena untuk pertama kalinya memanggil Rasti dengan sbeutan mama.


“Dia memang miskin harta, tapi dia dan keluarga nya kaya hati. Mereka bisa menerima Mama, Nak. Dan mereka memperlakukan mama dengan baik, tapi—“


“Mama bahagia sama mereka? Mama bahagia di perlakukan demgan baik dan hidup dengan penuh kasih sayang dari suami dan mertua mama. Tapi mama tidak memikirkan bagaimana kehidupan aku tanpa orang tua!” teriak Eleena kembali mencurahkan kemarah nya, dan kini air mata nya kembali pecah saat mengingat bagaimana masa kecil nya.


Sebelum dirinya bertemu dengan keluarga Pranata, ia selalu kesepian. Ia tidak memiliki seorang ibu, ayah nya yang selalu sibuk bekerjademi dirinya, membuat nya hanya bisa bermain dan tumbuh bersama para pegawai di rumah nya.


Eleena benar benar sendiri, sampai akhirnya ia bertemu dengan Sarah dan Jerry yang selalu menghibur nya. Walaupun dulu ia tidak menganggap keberadaan Jerry lantaran laki laki itu selalu mengejar nya.


Namun, kini Eleena sadar bahwa kehadiran Jerry mampu membuat nya selalu terhibur dan bisa melampiaskan semua kekesalan nya terhadap keluarga kepada laki laki itu.


“Setidaknya kamu hidup berkecukupan bersama papa kamu. Kamu bisa memiliki semua yang kamu inginkan, Nak.” Ujar mama Rasti yang lagi lagi membuat nafas Eleena memburu begitu hebat.

__ADS_1


“Aku tidak butuh semua harta itu, aku tidak butuh Ma! Aku hanya butuh kasih sayang aklan berdua. Aku hanya butuh kalian, bukan apapaun lagi!”


Pyaarrrr!


Eleena membanting gelas yang berada di meja samping brankar nya hingga membuat beberapa orang yang berada di luar ruangan itu panik dan berhambur masuk ke dalam.


“Eleena!”


“Untuk apa aku di lahirkan di dunia ini kalau pada akhirnya aku hanya sendiri. Papa sibuk bekerja, dan mama yang sibuk mencari kebahagiaan sendiri tanpa memperdulikan kebahagiaan anak nya. Apakah aku hanya di jadikan status semata? Apakah aku hanya di jadikan sebuah ekdok bahwa kalian pernahbersama dan memiliki kenangan seperti aku? Apakah—“


“Eleena, maafin mama. Mama memang salah, Mama gagal menjadi ibu untuk kamu,” ucap mama Rasti bersuaaha mendekat dan memeluk Eleena namun langsung di tepis oleh gadis itu.


“Lebih baik mama tidak pernah kembali daripada kembali, tapi hanya untuk mengingatkan luka masa lalu itu lagi!”


...~To be continue ... ...

__ADS_1


__ADS_2