
...~Happy Reading~...
Tuuttt .... Tuuttt ....
“Assalamualaikum, iya kak,” jawab seorang pemuda dari ujung seberang sana.
“Walaikumsalam, bagaimana?” tanya Yusuf to the point.
“Sebentar lagi, emmtt, sebentar!” gumam pemuda itu sambil terus mengotak atik laptop di pangkuan nya, “Yups! Aku kirim sekarang!”
“Baiklah, terimakasih! Assalamualaikum.” Yusuf segera mematikan sambungan telfon nya, dan membuka lokasi yang di kirimkan oleh orang kepercayaan nya.
“Abi, Yusuf sudah menemukan alamat Sora.”
Satu kesalahan yang di lakukan oleh Rena adalah, ia lupa menutup nomor plat mobil nya. Sehingga, plat mobil itu masih terlihat begitu jelas, hingga begitu mudah di lacak oleh Yusuf dan orang kepercayaan nya. Dan tidak butuh waktu lama, ia sudah berhasil menemukan lokasi keberadaan Eleena di sekap oleh Rena.
“Aku akan ikut!” ucap pak Brata dengan cepat segera bangkit dari kursi nya.
“Aku juga ikut!” seru beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu begitu kompak, termasuk Sarah dan juga Maira yang dengan sigap langsung berdiri menghampiri Yusuf.
__ADS_1
“Mai, kamu di rumah!” Yusuf langsung menggelengkan kepalanya sambil menatap ke arah sang adik.
“Maira, kakak kamu benar. Biarkan ini di urus oleh para laki laki, kamu perempuan di rumah saja. Bantu berdoa agar Eleena bisa segera kembali dengan selamat,” tutur umma Chila menahan tangan putri nya.
“Umma lupa, kalau Eleena itu sahabat Maira. Dia calon kakak ipar Maira, dan juga jiwa Maira itu sekuat Abi. Jadi, Umma gak usah khawatir, pliss. Maira mau ikut!” pinta gadis itu memohon kedua orang tua nya.
“Sekali tidak, berarti tidak! Kamu itu perempuan, di sana mungkin akan sangat bahaya. Jadi, lebih baik kamu di rumah!” ucap abi Mike dengan begitu tegas tak terbantahkan, membuat Maira mau tak mau harus menurut dan berdiam diri di rumah.
Dan kini, pak Brata, Yusuf dan juga Jerry langsung pergi menuju lokasi dimana Eleena berada. Tak hanya itu, bahkan Yusuf juga sudah melapor kepada kepolisian terdekat untuk membantu mereka jika terjadi hal yang tak di inginkan.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya, kini akhirnya mobil yang di kendarai oleh tiga orang laki laki itu sudah tiba di sebuah rumah kosong yang terlihat begitu terbengkalai. Yusuf melihat mobil yang membawa Eleena kini berada di halaman rumah.
Prok ... Prok ... Prok ..
Saat ketiga nya masuk ke dalam rumah, suara tepuk tangan menyambut kedatangan mereka. Seorang gadis cantik dengan pakaian yang serba hitam tengah duduk bersandar di sebuah sofa tunggal yang terletak tepat di depan tangga menuju lantai dua.
“Rena lo gila!” seru Jerry yang langsung menghampiri gadis itu hingga membuat nya langsung tergelak.
“Gue gak nyangka, kalau ternyata lo bakal ikut kemari, Jer,” balas Rena dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
Ia bangkit, berdiri dan menghampiri Jerry yang juga tengah mendekati nya, “Kau merindukan ku?”
“Dimana Ele?”
“Dimana putri ku!” ucap pak Brata dan Jerry bersamaan, hingga membuat Rena langsung terkekeh.
“Apakah kau tidak ingin ikut bertanya dimana keberadaan Eleena?” Alih alih menjawab pertanyaan Jerr dan pak Brata, Rena justru menatap ke arah laki laki berpakaian muslim dengan peci hitam menghiasi kepala nya.
Rena berjalan mendekat dan menghampiri nya, “Bukankah kau calon adik ipar ku? Seharusnya kamu ke rumah sakit untuk menemui Aulia, bukan kemari,” imbuh Rena hendak menyentuh dada Yusuf namun dengan sigap laki laki itu langsung mundur untuk menghindar.
“Ahh, wajar, adik ku begitu tergila gila dengan mu, ternyata—“
“Brengsekk, dimana Eleena!” bentak Jerry yang sudah muak mendengar kata kata Rena.
“Aaaaahhhhhh Sakitttt!” Suara teriakan dari lantai dua, seketika membuat ke empat orang itu langsung menatap ke arah lantai dua.
“Sepertinya permainan sudah di mulai, hihihi,” gumam Rena terkekeh sendiri.
...~To be continue ......
__ADS_1