Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Pertengkaran


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Kamu yang pergi meninggalkan dia Ras. Kalau saja kamu dulu tidak pergi dan mau merawat nya, tentu dia pasti akan mengenali kamu!" pekik Brata saat melihat putri nya sudah tidak ada di ruangan itu.


“Kamu yang buat aku pergi Mas. Kamu yang buat aku gak tahan dengan sikap kamu!” seru wanita yang bernama Rasti mencoba membela diri.


“Kamu yang lebih memilih mengurus anak selingkuhan kamu itu daripada anak kandung kamu sendiri. Jadi, sekarang jangan salahkan aku kalau Ele tidak mau mengenali kamu. Dan bukan salah ku juga kalau Ele tidak mau bicara dengan mu!” ucap Brata menatap tajam pada sosok wanita yang sudah menjadi mantan istri nya.


“Salahkan aku terus Mas. Salahkan aku terus! Memang sejak dulu aku yang selalu salah di mata kamu dan keluarga kamu! Kalau saja kamu dulu bisa membela ku, tentu aku tidak akan pernah meninggalkan kamu dan Eleena!” teriak Rasti dengan di sertai air mata.


Rasti memilih pergi dan menggugat cerai Brata lantaran sudah tidak tahan dengan keadaan rumah tangga nya yang sellau mendapatkan campur tangan dari sang mertua.


Kala itu, ibu dari Brata tidak mendukung pernikahan Brata dan Rasti di karenakan Rasti yang bukanlah dari keluarga terpandang. Hal itu membuat Rasti tidak tahan dan akhirnya memilih kabur saat usia Eleena masih terbilang sangat kecil.

__ADS_1


Rasti dengan tega meninggalkan Eleena bersama penjaga nya di rumah saat Brata sedang bekerja. Rasti tidak sendiri melakukan hal itu, ia memberanikan diri untuk kabur dan melepaskan anak serta suami nya, lantaran di janjikan kehidupan yang lebih baik oleh seorang laki laki lain.


Beberapa tahun kemudian, Rasti kembali menemui Brata untuk memberikan surat gugatan perceraian.


Dan sejak saat itu, Brata memilih untuk mengubur masa lalu nya dan fokus engan pekerjaan nya sampai harus mengorbankan Eleena juga. Putri nya harus hidup seorang diri tanpa kasih sayang dari kedua orang tua nya.


Kini, Rasti kembali karena mendengar kabar yang sedikit mengejutkan dari mantan suami nya. Maka dari itu, Rasti memilih untuk kembali dan menemui putri nya.


Namun, siapa sangka bahwa ternyata Eleena justru tidak mengenali nya dan tidak mau bicara dengan nya. Itulah yang membuat keduanya kembali bertengkar begitu hebat sampai membuat Eleena tidak taha berada di rumah.


Saat dirinya sudah tidak mendengar suara perdebatan antara Rasti dan Brata, Eleena memutuskan untuk pergi dari rumah.


Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak memperdulikan bagaimana nasib nya nanti, yang jelas saat ini dirinya hanya ingin melampiaskan segala perasaan gundah di hati nya.

__ADS_1


Perjalanan yang seharusnya menempuh waktu tiga jam, kini nyatanya hanya bisa di lewati Eleena dalam waktu kurang dua jam.


Jam sudah menunjukkan angka dua dini hari, namun Eleena sama sekali belum memejamkan mata dan harus menempuh perjalanan yang cukup jauh seorang diri.


Pondok, adalah tempat tujuan Eleena saat ini. Ia berusaha menghentikan tangisan dan air mata nya, namun ternyata begitu sulit. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berdiam dulu di dalam mobil guna menuntaskan isak tangis nya.


“Hiks hiks hiks, “


Jika boleh meminta, mungkin Eleena akan memilih menerima takdir bahwa ibu kandung nya sudah meninggal dunia. Di bandingkan harus menerima kenyataan bahwa ibu nya meninggalkan dia saat masih kecil hanya demi laki laki lain.


Dan hal yang semakin membuat nya sakit, mengapa ibu nya memilih untuk merawat anak orang lain di bandingkan anak kandung nya sendiri.


Begitu menyedihkan nasib Eleena, membuat gadis itu semakin merutuki nasib nya di dalam mobil sambil memukul mukul dada nya sendiri.

__ADS_1


...~To be continue .....


__ADS_2