Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Telefon


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Astaghfirullah Mai, kamu mau jualan di Pondok?" tanya Eleena masih dengan keterkejutan nya saat menemani Maira pergi ke kasir yang tentu saja bersama Yusuf juga.


Jerry dan Sarah memutuskan untuk pergi, dan segera kembali ke Jakarta. Entah mengapa, keduanya tiba tiba mengurungkan niat untuk membantu Eleena.


"Enak aja, ini itu buat stok aku di kamar!" kata Maira sambil mengeluarkan beberapa barang belanjaan nya dari troli ke meja kasir.


"Kapan kamu akan memakan nya?" tanya Yusuf ikut bersuara.


"Pulang tarawih lah, lagipula nih ya ini bukan sepenuhnya buat aku kok. Khalifa juga pasti seneng dia," kata Maira sambil membayangkan bagaimana nanti dirinya akan berpesta ria di dalam kamar bersama adik nya.


"Khalifa seneng, bagaimana dengan Abi dan Umma?"


Deg!


Seketika itu juga, Maira terdiam. Raut wajah yang semula terlihat bahagia kini langsung luntur saat sang kakak menyebut nama kedua orang tuanya.


Memang benar, selama ini abi Mike dan umma Chila tidak begitu membebaskan anak anak nya untuk terlalu banyak memakan cemilan.


Bukan tidak boleh, jika sesekali sudah pasti boleh. Namun, Yusuf tidak yakin, jika nanti orang tua nya melihat seberapa banyak belanjaan Maira akan mengizinkan gadis itu untuk masuk rumah.

__ADS_1


"Ele... " Maira menatap sahabat nya dengan wajah memelas nya.


"Kamar ku penuh!" saut Eleena dengan cepat karena ia tahu arti panggilan serta tatapan dari Maira tersebut.


"El, aku udah bantuin kamu sampai sini loh. Nanti aku bantu kamu juga untuk jadi kakak ipar ku, plis lah," pinta Maira benar benar memohon.


Mendengar tawaran Maira, Eleena bukan setuju, gadis itu justru langsung membulatkan mata nya dengan sempurna. Bahkan tatapan matanya terkesan begitu tajam dan menusuk ke arah Maira.


"Hehehe,"


"Hentikan perdebatan kalian. Sekarang kita pulang!"


"Kamu di depan lagi aja El, aku gapapa kok di belakang!" kata Maira yang sudah lebih dulu masuk ke kursi belakang dan langsung membuka salah satu snack di dalam kantong plastik nya.


"Kamu itu bener bener ya Mai, ngeselin!" cetus Eleena yang langsung membuka pintu mobil depan dan segera masuk.


Saat Yusuf hendak menyalakan mesin mobil nya. Tiba tiba Eleena memekik karena melupakan sesuatu.


"Tunggu dulu!" pekik Eleena menghentikan pergerakan tangan Yusuf dan Maira, "Kalian disini dulu sebentar. Aku lupa sesuatu!"


"Kamu mau kemana?" tanya Yusuf sambil memegang ujung lengan pakaian yang di kenakan oleh Eleena.

__ADS_1


"Aku harus nemuin Sarah dan Jerry. Aku yakin, mereka masih di parkiran juga, sebentar aja."


Setelah mengatakan itu, Eleena segera membuka pintu dan berlari guna mencari keberadaan sahabat nya.


Eleena lupa, bahwa pertemuan nya dengan Sarah, karena ingin menanyakan sesuatu. Namun karena keberadaan Jerry yang bersama Sarah, seketika membuat nya lupa akan niat utama nya.


Tuuttt.... Tuttt...


Eleena berusaha menghubungi nomor Sarah namun tidak di angkat. Ia terus berkeliling parkiran yang ada di base ment untuk mencari keberadaan mobil Sarah atau Jerry, namun hingga beberapa menit tidak juga ketemu.


"Astaga, masa sih kalian udah pergi. Kayaknya gak mungkin banget deh," gumam Eleena pelan sambil terus menghubungi nomor Sarah.


"Halo, ada apa?" Setelah sekian lama, akhirnya Sarah mengangkat telfon dari Eleena.


"Sar, tadi itu gu— emmmmttt!"


Brukkk!


"Halo, Ele? El! Ada apa sih? Ele! Anjirr jangan ngerjain gue! Eleena!" teriak Sarah dari seberang sana ketika sudah tidak mendengarkan suara sahabat nya lagi.


...~To be continue... ...

__ADS_1


__ADS_2