
...~Happy Reading~...
Terkadang, harapan memang tidak akan sesuai dengan kenyataan. Benar kata pepatah, bahwa Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan inginkan.
Karena apa yang kita inginkan, belum tentu kita butuhkan. Tapi apa yang kita butuhkan sudah pasti itulah akan kita inginkan.
Sore harinya, Eleena sudah di perbolehkan untuk pulang. Namun, bukan pulang ke rumah yang di janjikan oleh Yusuf.
Melainkan pulang ke Pondok, sebab abi Mike dan umma Chila sudah menggelar Walimatul Ursy untuk Eleena dan Yusuf yang baru saja menikah siang tadi.
Itulah sebab nya, kini di Pondok menjadi sangat ramai. Tak hanya penghuni pondok, melainkan beberapa tetangga terdekat juga ikut hadir untuk memberikan selamat kepada Eleena dan Yusuf.
Meskipun tidak mewah, hanya sebatas berkumpul dan makan malam bersama, namun sudah membuat hati para orang tua merasa lega dan bersyukur.
“Kamu istirahat dulu saja,” ujar Yusuf ketika melihat istrinya yang masih terlihat lemah.
Namun, bukan Eleena namanya jika ia menurut dan mengiyakan permintaan orang lain.
Meskipun ia merasa tubuh nya memang lemah, akan tetapi ia merasa nanggung karena belum menyalami para tamu untuk menyapa dan mengucapkan terimakasih.
__ADS_1
“Tinggal sedikit lagi kan,” ucap Eleena membuat Yusuf mau tak mau menganggukkan kepala dan mengiyakan kemauan istrinya.
Sementara itu, tak jauh dari tempat Eleena dan Yusuf, pak Brata sejak tadi terus menatap putri nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Berulang kali ia menarik napas nya dengan cukup panjang hingga tiba tiba ia merasa bahwa dada nya sedikit sesak.
“Pak Brata, anda mau istirahat di salam saja?” ujar abi Mike memberikan penawaran, namun pak Brata menolak sambil menggelengkan kepala nya.
Acara tak berlangsung lama, sekitar pukul sembilan malam. Kini keadaan sudah kembali sepi, hanya tinggal beberapa orang yang masih mengobrol.
“Sayang, sebaiknya kamu istirahat. Kamu baru pulang dari rumah sakit, jangan terlalu lelah,” pak Brata langsung menghampiri putri nya dan menyuruh nya agar segera istirahat.
Khawatir, tentu saja Eleena sangat khawatir, mengingat ayah nya juga mungkin memang benar sudah lelah sejak kemarin mengurus nya.
Namun, lagi lagi akal sehat nya menolak. Ia kembali merasa sakit saat mengingat perkataan ayah nya yang tidak mau merawat nya lagi, hingga membuat nya harus menikah cepat dengan Yusuf.
“Hemm ... “ jawab Eleena singkat, lalu ia segera masuk ke dalam rumah begitu saja.
Sementara itu, pak Brata hanya mampu menghela napas nya berat. Ia mengajak Yusuf untuk bicara berdua di sebuah ruangan yang nampak sepi dari lalu lalang orang.
__ADS_1
“Ada apa Pa?” tanya Yusuf membuka suara.
“Papa ingin meminta tolong pada mu,” jawab pak Brata sambil menatap lekat pada wajah menantu nya.
Sebuah tatapan yang terlihat begitu rapuh dan hancur. Yusuf cukup mengerti kerapuhan yang di alami pak Brata. Dan ia juga pasti akan berusaha sebisa nya untuk memperbaiki kesalahpahaman yang ada.
“Katakan Pa, insyaAllah Yusuf akan bantu sebisa Yusuf,” ucap laki laki itu dengan begitu sopan.
“Pertama, Papa ingin mengucapkan terimakasih, karena kamu sudah bersedia menikahi Eleena. Yusuf, tolong jaga Eleena. Meskipun dia begitu, tapi hatinya begitu rapuh. Dia bukan orang jahat, dia hanya sedang tersesat di jalan yang salah. Dan Papa percaya, bahwa kamu bisa membawa Eleena ke jalan yang benar. Tolong tuntun dia, bahagiakan dia.”
“Dia adalah putri ku satu satu nya, dia juga harapan ku satu satu nya. Dan papa berharap, kamu bisa menggantikan tugas ku untuk menjaga, melindungi dan membahagiakan nya.” Imbuh nya panjang lebar.
“Pa—“
“Yusuf, kamu adalah laki laki baik, sholeh dan begitu penyabar. Papa yakin, kamu bisa membahagiakan Eleena. Tetap genggam lah tangan nya di saat apapun dan dimana pun. Karena dia sangat rapuh, tolong jangan biarkan dia tumbang untuk ke sekian kali nya,” ujar pak Brata tanpa memberikan kesempatan untuk Yusuf bicara.
Air mata nya sejak tadi sudah berlinang, dengan di sertai dada yang terus bergemuruh hebat.
Nafas nya terasa semakin sesak, namun ia berusaha untuk selalu bertahan dan kuat agar tidak di ketahui oleh putri nya.
__ADS_1
...~To be continue ......