
...~Happy Reading~...
"Maksud lo, gue di apain, emang nya gue ngapain sama dia?"
"Karena gue gak tau, makanya gue nanya!"
"Tapi pertanyaan lo itu kaya seolah gue—" Eleena menggelengkan kepala nya, ia benar benar tidak menyangka bisa mendapatkan pertanyaan seperti itu dari sahabat nya.
"Gue cuma penasaran El!" ucap Sarah.
"Penasaran, tapi pertanyaan lo itu kaya seolah gue sama Mondy emang ngapa ngapain!" Celetuk Eleena kembali berdecak.
"Harusnya, lo bisa loh nanya begini, Kemarin gimana sih ceritanya, lo sama Mondy' atau Gimana kemarin sama Mondy, kok bisa dia di sana. Gitu bisa Sar, lo nanya gue di apain aja sama Mondy. Jadi kaya seolah olah gue emang semurah itu sampai mau di apa apain sama cowok sahabat gue sendiri!" seru Eleena dengan nafas yang memburu.
"Iya iya sorry, gue salah. Gue minta maaf, gue cuma kebawa kesel sedikit," ucap Sarah langsung memeluk Eleena, namun gadis itu mengabaikan nya.
"El, udah dong. Gue minta maaf, iya gue akui gue salah ngomong. Inget El, lo lagi puasa di larang kesel apalagi marah marah. Nanti puasanya batal loh," celetuk Sarah seketika membuat mata Eleena langsung menatap nya tajam.
"Sumpah, lo jadi temen ngeselin banget!" cetus Eleena segera menepis tangan Sarah di pundak nya.
"Iya gue emang ngeselin. Makanya buruan cerita, biar gue gak ngeselin!"
Sarah kembali bangkit dan mengejar Eleena yang kini sudah berdiri di balkon kamar nya.
__ADS_1
"Sebenarnya, hubungan lo sama Mondy gimana sih?" tanya Eleena tanpa menatap ke arah Sarah.
"Entah!" Sarah mengangkat kedua bahu nya, "Gue sendiri juga gak tahu!"
"Perasaan lo?"
"Gue sayang sama dia. Tapi—"
"Kenapa?" tanya Eleena langsung menoleh dan menatap ke arah Sarah.
"Gapapa kok," Sarah menggelengkan kepala nya sambil tersenyum tipis, "Oh iya, gue penasaran banget loh, tadi tuh lo ngomongin apaan aja sih sama Umma itu? Kayaknya abis telfon muka lo beda gitu, dan juga lo jadi emosian?"
"Kebiasaan banget kan, kalau di tanya selalu ngalihin topik pembicaraan! Dasar temen kamprett!" cetus Eleena tanpa mau berkaca pada dirinya sendiri.
"Kabar gue baik, puas lo!"
"El, abang ustadz gimana?" tanya Sarah seketika membuat langkah kaki Eleena yang hendak masuk ke dalam kamar terhenti.
"Gue denger dari Mondy, katanya Jerry mau masuk Islam. Lo udah denger?"
Deg!
Lagi dan lagi, Eleena di buat terkejut dengan fakta yang dengar dari sahabat nya. Jerry masuk islam? why? batin Eleena.
__ADS_1
"Kapan dia bilang?" tanya Eleena mengerutkan dahi nya.
"Semalam, Mondy yang bilang kalau—"
"Kita ke sana sekarang!" ucap Eleena dengan cepat memotong pembicaraan Sarah
"Heh, mau kemana?" tanya Sarah bingung.
"Base camp!" jawab Eleena dengan cepat mengganti celana pendek nya dengan celana panjang, tak lupa ia juga mengenakan jaket kulit nya.
"Lo bawa apa tadi kesini?" tanya Eleena tanpa menatap ke arah Sarah.
"Mobil lah," jawab Sarah yang masih sedikit bingung melihat gerak gerik Eleena yang begitu cepat dan sigap.
"Bagus! Siniin kunci nya!" pinta Eleena dengan menadahkan tangan nya di depan Sarah
"Kayaknya enggak deh El, biar gue aja yang bawa mobil. Gue takut—"
"Ckckc, payah lo. Buruan ah!" Eleena dengan kasar langsung merampas kunci mobil yang ada di tangan Sarah lalu segera berjalan pergi begitu saja meninggalkan Sarah yang masih mengerjap bingung di dalam kamar.
"Eleeenaaaa! Gue gak mau di amuk bokap lo, tungguin gue!" teriak Sarah lalu ia segera berlari mengejar Eleena yang ternyata kini sudah tiba di mobil.
'Sebenernya temen gue ini manusia apa setan sih, anjirr. cepet banget kalau soal mobil!' gumam Sarah dengan nafas sedikit memburu lantaran berlari dari kamar menuju halaman depan.
__ADS_1
...~To be continue... ...