
...~Happy Reading~...
“Apa yang kau lakukan pada putri ku, hah!” bentak pak Brata yang tanpa babibu langsung mencekik leher Rena.
“Pak Brata! Jangan seperti ini!” Yusuf berusaha untuk mencegah pak Brata, namun laki laki paruh baya itu seperti orang kesurupan yang tidak mendengarkan ucapan dari siapapun.
Sementara itu, Rena yang tengah di cekik oleh pak Brata, bukan memohon ampun untuk di lepaskan. Gadis itu justru semakin tergelak dan tertawa begitu lepas.
“Gue suka melihat kemarahan seperti ini, hahaha. Seperti ini juga saat dimana Papa ku harus masuk penjara gara gara lo! Keluarga gue hancur gara gara tua bangka kaya lo! Hahaha! Dan sekarang, gue bakal hidup lo juga hancur, aaarrkkkhh!” Pekik Rena saat pak Brata semakin kuat mencekik leher Rena hingga membuat gadis itu hampir kehabisan nafas.
“Pak Brata cukup!” Jerry pun ikut membantu Yusuf untuk menenangkan pak Brata. Karena saat ini, polisi sudah dalam perjalanan ke sana, jika sampai pak Brata membunuh Rena, maka bisa di pastikan laki laki itu akan masuk penjara.
Uhukkk huukk uhukkk
“Hahaha, Cuma segini aja?” tantang Rena ketika pak Brata sudah melepaskan cekikan di leher nya, “Sebentar lagi, lo akan ngerasain apa yang pernah di rasain bokap gue. Tapi bedanya, lo gak kehilangan materi, tapi kehancuran sama putri lo, hahaha!”
__ADS_1
Plaakkkk!
Pak Brata langsung menampar bahkan sampai menendang tubuh Rena hingga membuat gadis itu semakin tergelak di lantai. Sementara itu, Yusuf yang mendengar suara mobil polisi sudah mulai berdatangan, memutuskan untuk segera naik ke lantai dua untuk menyelematkan Eleena.
Jerry masih berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan pak Brata dari rena. Walaupun ia membenci Rena, namun ia juga cukup kenal dengan gadis itu. Ia hanyalah seorang gadis rapuh yang sebenarnya hancur.
Sejak perceraian orang tuanya, ayah nya bangkrut, dan adik nya pergi dari rumah. Aulia melampiaskan kesendirian dan kekecewaan nya dengan dunia malam. Hampir mirip seperti Eleena, namun bedanya Eleena masih memiliki sisi kewarasan walau sedikit, karena Eleena menemukan sahabat seperti Jerry dan Sarah.
Sedangkan Aulia, gadis itu selalu memiliki rasa iri dan dengki kepada siapapun, hingga membuat hidup nya semakin hancur dan berantakan.
Tak hanya pak Brata dan Jerry, Yusuf yang sudah mulai melangkahkan kaki nya menaiki tangga, seketika langsung terhenti dan sempat menoleh ke belakang lagi untuk menatap Rena.
“Aaaahhh sakittt sialann! Lepasin gue gak!” pekik Eleena dari lantai dua semakin jelas terdengar, membuat Yusuf langsung berlari dan segera menghampiri nya.
“Huaa sakittttt! Berhenti, cukup! Hentikan sakittt! Gue gak mau, cukup! Udahh sakitt, Papaaa!”
__ADS_1
Langkah kaki Yusuf terhenti, tepat berada di depan sebuah kamar yang bertuliskan warning di depan nya. Tanpa sadar, laki laki itu mengepalkan tangan nya dengan begitu kuat.
Menarik napas sedalam mungkin, mencoba untuk beristigfar dan menenangkan hatinya,namun pikiran nya yang sangat kacau dan suara Eleena yang begitu melengking di telinga nya membuat perasaan nya semakin terasa begitu sesak.
Yusuf berusaha untuk membuka pintu itu, namun ternyata di kunci. Membuat perasaan nya semakin di liputin amarah yang begitu besar.
“Sora! Ra, kamu di dalam, Sora jawab aku!” teriak Yusuf sambil terus menggedor pintu itu, hingga tiba tiba Yusuf tidak mendengar suara Eleena lagi.
Khawatir, tentu saja Yusuf semakin di buat panik saat tdiak lagi mendengar suara Eleena. Ia berusaha mencari kunci pintu itu, namun tidak dapat menemukan nya. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk mendobrak pintu itu.
Brakkkk!
Hanya dengan satu kali dobrakan saja, Yusuf sudah berhasil membuka pintu itu, namun saat pintu itu terbuka. Seketika itu juga, Yusuf langsung membulatkan matanya dengan sempurna.
“Astagfirullah!”
__ADS_1
...~To be continue .......