Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Keputusan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Baiklah, Ele setuju untuk menikah.”


Ucapan yang keluar dari mulut Eleena beberapa detik yang lalu, seketika membuat seluruh penghuni di dalam ruangan itu langsung menatap ke arah gadis tersebut.


Dengan mata yang masih sembab dan merah, Eleena memberanikan diri untuk menatap sang ayah walau hatinya masih di liputi rasa kecewa yang luar biasa.


“Eleena akan menikah dengan Yusuf, agar Papa tidak terbebani lagi dengan kehadiran Eleena. Tapi—“


Eleena menarik napas nya panjang, hatinya benar benar sakit seolah tidak sanggup lagi untuk meneruskan kata kata nya. Tak hanya dia, pak Brata sendiri juga ikut merasakan sesak saat melihat putri nya menangis seperti itu.


Bayangan saat nanti dirinya benar akan meninggalkan dunia ini, membuat hati pak Brata semakin terasa sesak, namun meski begitu ia berusaha untuk tidak menangis dan kembali mengeluarkan air mata.


“Eleena tidak mau tinggal di Pondok!” imbuh Eleena pada akhirnya, hingga membuat abi Mike, umma Chila dan juga Maira sedikit terkejut dan bingung.

__ADS_1


“Baiklah!” bukan pak Brata yang menjawab, melainkan Yusuf langsung yang menyanggupi permintaan dari Eleena.


“Kak!” pekik Maira lirih sambil menggelengkan kepala nya pelan.


“Kebetulan, saya sudah memiliki rumah dari hasil saya sendiri. Meskipun tidak besar, insyaallah cukup,” imbuh Yusuf dengan tegas dan berani hingga membuat pak Brata tanpa sadar menarik sudut bibir nya untuk membuat senyuman lega.


“Aku juga tidak mau di paksa untuk ini dan itu termasuk memakai kerudung setiap waktu, aku ingin—“


“Tetap jadilah dirimu sendiri. Aku tidak akan melarang apa saja yang kamu lakukan asal masih berada di pengawasan ku,” saut Yusuf dengan cepat memotong pembicaraan Eleena.


“Jangan pernah merubah apapun demi orang lain. Tapi rubah lah demi diri kamu sendiri, dan jika memang kamu nyaman seperti ini, maka lakukan lah. Tidak perlu berpura pura hanya untuk membahagiakan orang lain, jadilah diri kamu sendiri Sora,” imbuh Yusuf seketika membuat Eleena terdiam dan menatap lekat pada laki laki itu.


“Baiklah, kita lakukan pernikahan itu minggu depan, kita—“


“Sekarang! Ele mau menikah sekarang juga!” Saut Eleena dengan cepat memotong perkataan dari pak Brata, “Agar Ele bisa langsung pulang ke rumah yang seharusnya. Ele tidak akan menyusahkan Papa lagi, Ele tidak akan menjadi beban Papa lagi. Dan Ele tidak akan pulang ke rumah papa lagi.”

__ADS_1


Deg!


Hati pak Brata terasa begitu sakit dan perih, seolah tertusuk ribuan pedang yang begitu tajam. Dirinya yang ingin agar putri nya bisa mendapatkan rumah tempat berkeluh kesah, namun dirinya juga yang merasa kehilangan karena terlalu cepat.


Ternyata rasa sakit nya, jauh dari sakit yang di perkirakan oleh pak Brata. Sesulit itu, se sesak itu dan se menyakitkan itu ketika ia akan melepaskan putri kecil nya.


Percayalah, meskipun pak Brata selama ini selalu di sibukkan dengan pekerjaan, namun ia selalu memantau Eleena. Ia sangat menyayangi putri nya lebih dari apapun, bahkan pak Brata tidak akan membiarkan putri nya terluka sedikit pun.


Dan kini, sebentar lagi ia akan kehilangan putri kecil nya. Ia akan meninggalkan gadis kecil itu untuk selama lama nya. Dan pak Brata berharap, jika saat itu tiba nanti dirinya bisa pergi dengan tenang karena sudah melihat putri nya bahagia di tangan yang tepat.


“Baiklah, papa akan siapkan semuanya. Kamu akan menikah hari ini juga, putri kecil ku,” ucap pak Brata menahan air mata nya.


Ia menarik napas nya panjang, lalu segera bergegas keluar ruangan untuk meluapkan rasa sesak yang ia rasakan.


Tak hanya pak Brata yang menangis di luar sana, nyatanya saat pak Brata tidak ada, tangis Eleena semakin pecah dan tak terkendali. Beruntung, Maira dan umma Chila segera menghampiri Eleena dan memeluk nya.

__ADS_1


“Papa jahat, Umma. Papa jahat hiks hiks.” Gumam Eleena terus meracau di pelukan umma Chila membuat kedua wanita berkerudung di sebelah nya itu tak terasa ikut meneteskan air mata.


...~To be continue ......


__ADS_2