
...~Happy Reading~...
“Istirahat lah,” ujar Yusuf begitu lembut ketika melihat Eleena sudah keluar dari kamar mandi.
“K—kamu mau kemana?” tanya Eleena sedikit mengerutkan dahi.
“Aku takut mengganggu kamu, atau membuat kamu tidak nyaman. Jadi, aku akan tidur di luar, agar kamu—“
“Tapi aku tidak terganggu sama sekali. Lagipula, ini kamar kamu,” kata Eleena dengan cepat memotong perkataan Yusuf.
Laki laki itu tersenyum halus, ia kembali menatap istrinya yang sejak tadi selalu menundukkan kepala nya. Lucu bukan, jika dulu, dirinya lah yang selalu memalingkan wajah atau menundukkan kepala saat bertemu Eleena.
Namun kini, saat mereka sudah menjadi pasangan yang halal, justru gadis itu yang selalu menundukkan kepala setiap berbicara padanya.
“Apakah kamu yakin?”
Eleena mendongakkan kepala nya, “Yakin?”
“Maksud aku, kamu tidur disini gapapa. Kita tidur satu kamar, hanya tidur. Tidak lebih,” imbuh Eleena sedikit canggung hingga membuat Yusuf berusaha menahan tawa nya.
__ADS_1
Laki laki itu menganggukkan kepala, “Baiklah, ayo.”
“Hah, a—ayo kemana?” Eleena sedikit berseru dan dengan spontan langsung memundurkan langkah nya ke belakang dengan tangan yang ia silangkan di dada.
Menarik napas nya sedikit panjang, Yusuf kembali di buat gemas dengan tingkah istri nya. Ia kembali mengingat perkataan adik nya beberapa saat yang lalu, yang mengatakan bahwa Eleena takut untuk di un-boxing, membuat nya semakin tak habis pikir dengan gadis tersebut.
“Ayo istirahat, Zawjati.”
Blush
Mendengar panggilan terbaru dari Yusuf untuk nya, seketika membuat waja Eleena memerah dan merona. Jantung nya berdetak dengan begitu cepat dengan perasaan yang terasa kian tak menentu.
Entah sejak kapan, bahkan kini Yusuf sudah memegang tangan Eleena dan menuntun nya ke arah tempat tidur. Gadis itu tidak menolak, tubuh nya masih mematung dan ia hanya bisa pasrah mengikuti pergerakan Yusuf.
“Tidur lah, cup!”
Eleena langsung membulatkan matanya dengan sempurna, saat ia merasakan sebuah kecupan yang begitu singkat di kening nya. Sebuah benda kenyal nan lembut yang berhasil mendarat sempurna namun penuh makna.
Nafas nya seolah ter cengat di tenggorokan dengan detak jantung yang semakin tak beraturan.
__ADS_1
“Y—Yusuf .... “ gumam Eleena begit lirih bahkan hampir tak terdengar karena begitu gugup.
Bagaimana ia tidak gugup, setelah ia mendapatkan kecupan singkat dari suami nya. Kini laki laki tersebut sudah memeluk nya dari samping sambil menenggelamkan kepala nya pada ceruk leher Eleena.
Membuat gadis itu semakin kehabisan kata kata.
“Istirahat Sora,” balas Yusuf dengan mata terpejam dan semakin mengeratkan pelukan nya.
“A—aku tidak bisa bernafas,” gumam Eleena membuat Yusuf kembali membuka mata nya.
Yusuf melepaskan pelukan nya, mengubah posisi menjadi terduduk di samping Eleena, “Kamu sakit lagi? Dimana yang sakit? Coba katakan?” tanya laki laki itu sedikit panik.
“T—tidak ada yang sakit. H—hanya saja ...."
‘Hanya saja, aku pelukan kamu membuat jantung ku mau copot.’ Imbuh Eleena dalam hati nya.
Bagaimana bisa, serang Yusuf yang selama ini selalu menolak nya, membuang wajah seolah enggan untuk menatap nya, justru kini malah begitu erat memeluk nya seolah begitu mencintai nya.
...~To be continue ......
__ADS_1