Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Pondok


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Tok ... Tok ...


Suara ketukan pada kaca mobil nya seketika membuat Eleena langsung tersadar dan mengehentikan tangisan nya.


Ia menatap lekat pada sosok laki laki yang kini tengah berada tepat di samping mobil nya dan berusaha untuk terus mengetuk kaca mobil itu dari luar.


“Kenapa?” tanya orang itu saat Eleena sudah membuka kaca mobil nya.


Bukan menjawab, Eleena justru semakin memecahkan isak tangis nya, hingga membuat laki laki itu panik bukan main.


“Mau turun dulu?” tanya nya lagi dengan suara yang begitu lembut dan hati hati.


Suara yang beberapa hari ini selalu terbayang di ingatan nya. Suara yang selama ini selalu ia rindukan dan suara yang selalu mampu menenangkan hati nya.

__ADS_1


Eleena menundukkan kepala nya, menghapus air mata lalu membuka pintu mobil dan segera turun. Menutup pintu dengan begitu pelan, “Yusuf ... “


“Kamu menangis Sora?” tanya Yusuf yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Eleena, “Apakah kamu menyetir sendiri, dari Jakarta?”


Lagi lagi Eleena hanya menganggukkan kepala nya untuk menjawab setiap pertanyaan yang di berikan oleh laki laki tersebut.


“Ini sudah pagi, sebentar lagi waktunya sahur. Mau ke rumah bertemu Umma?” tanya Yusuf lagi membuat Eleena dengan cepat menganggukkan kepala nya sambil menghapus air mata yang lagi lagi membanjiri wajah nya.


“Assalamualaikum,” ucap Yusuf saat memasuki rumah dan menuju dapur untuk menemui sang ibu.


Wanita bergamis biru navy dengan kerudung hitam yang menutupi kepala nya itu segera melepaskan Appron dan spatula nya di meja dapur lalu segera menghampiri Eleena yang terlihat menundukkan kepala sejak tadi.


Dan ketika melihat umma Chila sudah berada di depan nya, tanpa basa basi atau ragu, Eleena langsung memeluk wanita itu dengan begitu erat dan menumpahkan tangisan nya.


“Ssstt, tenang dulu. Ele ayo duduk, cerita sama Umma,” ujar wanita itu begitu lembut sambil menuntun tangan Eleena menuju sofa yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


“Yusuf, tolong ambilkan minum untuk Ele, Nak.” Imbuh umma Chila dengan cepat di patuhi oleh laki laki tersebut.


“Terimakasih Umma,” gumam Eleena dengan suara serak hampir tak terdengar jelas setelah meminum air pemberian dari Yusuf.


“Umma, Yusuf akan kembali ke Masjid,” ujar Yusuf yang tidak ingin mengganggu. Ia cukup paham, bahwa Eleena sangat membutuhkan Umma nya, maka dari itu ia tidak ingin membuat gadis itu merasa canggung atau tidak bisa lepas saat bercerita kepada Umma. Maka dari itu, pergi adalah pilihan yang tepat bagi Yusuf saat ini.


“Assalamualaikum!”


“Walaikumsalam.”


Setelah memastikan bahwa Yusuf pergi. Eleena pun segera menceritakan semua perasaan nya kepada umma Chila. Sambil menangis dan memukul mukul dada ya yang terasa semakin sesak kala mengingat ibu kandung nya, membuat ummaa Chila hanya bisa terdiam mendengar semua curahan hati Eleena.


“Eleena merindukannya Umma, Eleena ingin memeluk nya, mencurahkan semua kerinduan Ele selama ini, tapi Eleena juga kecewa, sangat kecewa pada kenyataan ini. Hiks hiks, jika memang benar apa yang di katakan Papa bahwa Mama pergi demi orang lain, Ele tidka tahu harus berbuat bagaimana lagi. Apa yang harus Ele lakukan? Apa yang harus Ele katakan jika harus bertemu lagi, Ele gak bisa Umma. Elee gak bisa hiks hiks.” Gumam gadis itu di sela isak tangis nya.


“Eleena takut semakin membenci nya,” imbuh nya setelah bicara panjang lebar sambil memeluk umma Chila.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2