
...Happy Reading...
"Ini akan menjadi kenangan bersejarah dalam hidup lo!" ucap Rena dengan tersenyum miring saat melihat seorang gadis yang tak sadarkan diri berada di atas ranjang tempat tidur.
"Dan gue pastiin, bahwa lo akan ngerasain apa yang gue rasain dulu. Kita lihat, sejauh mana bokap lo bisa bertindak dengan uang itu," imbuh nya dengan sinis.
" Jadi ini bagaimana?"
"Sabar lah dulu. Kita tunggu sampai dia sadar," ucap Rena mengayunkan tangan nya ke udara sambil terus menatap tubuh gadis di depan nya dengan seringai licik di wajah nya.
"Setelah dia sadar, maka permainan bisa segera di mulai!" Imbuh nya, setelah mengatakan itu, ia pun memutuskan untuk pergi keluar dari ruangan itu.
Hanya butuh beberapa saat ketika Rena melangkahkan kaki nya keluar ruangan. Mata gadis bertubuh mungil dengan pakaian yang cukup minim itu mulai terbuka dan sadarkan diri.
Euugghhhh!
__ADS_1
Seorang laki laki yang bertugas untuk menjaga gadis itu, mendengar suara lenguhan dari atas tempat tidur, membuat nya segera beranjak dan memanggil Rena yang sudah lebih dulu pergi.
“P—papa ... “ gumam nya begitu lirih sambil mengamati seluruh ruangan yang ada di sekitar nya.
Ruangan yang kini, sangat berbeda dengan ruangan yang sebelum nya, membuat gadis itu sedikit mengerutkan dahi nya. Takut, sudah pasti, namun ia berusaha untuk tetap setenang mungkin.
Cklek!
Ia mengalihkan pandangan nya ke arah pintu yang terbuka, seketika itu juga, jantung nya kembali berdetak dengan begitu cepat. Saat melihat gadis lain yang sudah menjadi musuh nya sejak lama, dan kini membawa beberapa laki laki di belakang nya.
“Ren, Aulia yang udah nyeburin gue ke kolam renang. Dia di keluarin karena—“
“Gue gak butuh penjelasan lo!” potong Rena dengan cepat setelah memberikan tamparan yang cukup keras di wajah Eleena.
Menarik napas nya panjang, Eleena yang sudah dua kali mendapatkan tamparan dari Rena tanpa alasan yang jelas, membuat tangan Eleena hanya bisa terkepal erat. Tak bisa di pungkiri, bahwa ini adalah tamparan pertama yang ia dapatkan dari seseorang.
__ADS_1
Meskipun selama ini ia hidup di jalanan, namun fisik nya, tidak pernah di perlakukan dengan kasar oleh orang lain. Perdebatan dan perkelahian nya selama ini hanya sebatas ucapan saja tanpa sentuhan fisik.
“Cukup!” pekik Eleena langsung menahan tangan Rena yang hendak kembali memukul nya untuk ketiga kali nya.
“Gue gak perduli, lo mau percaya sama gue atau gak. Yang pertama, bokap lo salah, dia yang sudah buat bokap gue rugi besar. Kedua, adek lo yang kegatelan dan kepedean menyukai anak pemilik Pondok. Dia cemburu sama kedatangan gue, dia udah nyelakain gue, bahkan bisa sampai mau bunuh gue, dan lo masih mau benerin itu semua?”
“Ren, gue tau lo gak pernah suka sama gue, dan gue juga tahu lo benci banget sama gue, tapi bukan berarti lo juga membenarkan setiap kelakuan keluarga lo yang salah. Adek lo muslim, bukankah seharusnya lo juga muslim? Lo inget kan ini bulan apa? Dan kalau emang adek lo lagi sekarat, harusnya lo temenin dia, bimbing dia sebelum wafat, bukan malah kaya giniin gue. Apa lo tahu, dendam lo tanpa alasan, jadi kalau misal lo disini sampai berani nyakitin gue atas dasar balas dendam karena adek lo, dan adek lo di rumah sakit sana nyawa nya udah di jemput, maka lo harusnya tahu kalau dosa ini akan dia bawa sampai ke pintu neraka.”
Rena terdiam, bukan mencerna ucapan Eleena yang begitu panjang lebar. Bukan juga, memikirkan masalah dosa yang akan di tanggung oleh adik nya, namun ia terdiam karena merasa tak habis pikir. Seorang Eleena bisa bicara segitu panjang nya dengan membawa dosa dan neraka.
“Apa lo pikir gue perduli?” bisik Rena langsung menghempaskan tangan Eleena dengan begitu kencang hingga membuat gadis itu sedikit meringis.
“Kalian lakukan sekarang!” titah Rena memberikan aba aba kepada beberapa orang suruhan nya, lalu ia segera keluar kembali.
“Rena sialan! Lepasin gue, apa yang mau lo lakuin, Rena lepasin gue! Renaaa!” teriak Eleena saat dengan tiba tiba tangan nya di tahan oleh dua orang laki laki suruhan dari Rena.
__ADS_1
“Nikmati malam pertama lo!” jawab Rena dengan tersenyum smirk sebelum akhirnya ia menutup pintu itu dan mengunci nya dari luar.
...~To be continue .......