Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Kenangan memalukan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Ele kamu gapapa kan? Ada yang luka gak? Kamu di apain aja? Kamu—“


“Maira, aku gapapa,” jawab Eleena tersenyum dan berusaha memegang tangan Maira agar tidak terus meraba raba badan nya yang terbalut selimut tebal.


A, Maira hanya ingin memastikan bahwa calon kakak ipar nya masih utuh dan selamat tanpa lecet sedikit pun, tapi hal itu malah membuat Eleena merasa risi, karena saat ini ia sedang berusaha memegang erat selimut nya.


“Alhamdulilah, syukurlah,” Maira langsung menghela napas nya dengan lega.


“Sayang, antar kan Eleena ke kamar kamu dulu. Pinjamkan baju kamu, karena sepertinya—“ umma Chila menatap penampilan Eeena, seolah sadar dan mengerti bahwa gadis itu tidak memakai pakaian rapi makanya ia menyarankan putri nya agar segera membawa Eleena masuk ke kamar.


“Iya Umma,” jawab Maira yang langsung menarik tangan Eleena untuk menaiki tangga ke kamar.


“Mai, pelan pelan ih. Sakit tau tangan aku!” pekik Eleena pelan saat berada di ujung tangga atas.


“El, serius kamu gak di apa apain kan sama mereka? Kamu masih pakai baju gak sih sekarang? Kenapa kamu bawa selimut begini?” tanya Maira begitu penasaran.

__ADS_1


“Alhamdulilah, im fine Maira. Beruntung, karena ternyata orang yang di suruh sama Rena adalah temen baik ku. Jadi ya, aku selamat,” jawab Eleena sekali lagi membuat Maira bernafas lega.


“Kalau gak kenapa kenapa, terus kenapa kamu pakai selimut?” tanya Maira lagi begitu penasaran.


“Gimana gue gak pakai selimut, kalau baju gue di buang semua sama Rena!” cetus Eleena menghela napas nya kasar.


“Ya udah ayo masuk aja sekarang!” Maira membuka pintu kamar nya dan memilih masuk lebih dulu.


Eleena pun segera ikut masuk, namun saat dirinya masuk tiba tiba selimut nya tersangkut pada gagang pintu hingga membuat selimut itu terlepas dari lilitan di tubuh nya.


“Astagfirullah!” pekik dua orang secara bersamaan dapat melihat baju yang di kenakan oleh Eleena ternyata sangat jauh dari bayangan Maira.


“Kakakkk!” pekik Maira membuat Eleena segera berbalik dan Yusuf yang sudah lebih dulu menutup mata nya dengan menahan nafas erat.


Braakkk!


Maira membanting pintu kamar nya dengan cukup kencang, hingga membuat laki laki itu bisa menghela napas nya kasar serta membuka mata. Namun, ia tidak juga berhenti untuk beristigfar saat baru saja melihat penampakan yang seharusnya tidak ia lihat.

__ADS_1


Sementara itu, di dalam kamar. Tubuh Eleena menegang dengan begitu sempurna saat menyadari bahwa ternyata Yusuf melihat penampilan nya yang hanya mengenakan lingerie.


“M—Mai, tadi ... “


“Udah gapapa, ikhlasin aja, toh bentar lagi kalian nikah kan. Jadi kamu bisa buka bukaan lagi nanti,” ucap Maira dengan asal yang membuat mata Eleena seketika langsung membola.


Plakkk!


“Ele!” pekik Maira saat dengan tiba tiba mendapatkan sebuah pukulan dari sahabat nya, “Emang aku salah ngomong ya? Bukannya dulu kamu yang cerita, kalau kamu udah ngelamar kak Yusuf. Jadi ya udah sih, lanjutkan.” Imbuh Maira dengan begitu mudah nya, tanpa tahu bagaimana degup jantung Eleena saat ini.


“itu masa kecil gue Mai, anjirr lah lo masih inget!” cetus Eleena dengan perasaan kesal bercampur malu.


Ia memang pernah bercerita hal itu keada Maira dulu, bahkan Eleena menitipkan Yusuf kepada Maira agar laki laki itu tidak dekat dengan wanita lain. Namun itu sudah sangat lama, bahkan saat ia masih kecil. Dan Eleena mengira bahwa maira sudah melupakan hal itu, namun ternyata ia salah.


Ingatan Maira masih sangat tajam, dan entah mengapa kini Eleena merasa begitu takut jika ternyata Yusuf juga masih mengingat perbuatan gila nya dulu yang mengajak laki laki itu untuk menikah.


‘Gak mungkin dia inget kan, gak boleh. Gak mungkin pokok nya,’ gumam Eleena alam hati terus berdoa dan berharap agar Yusuf tidak lagi mengingat kejadian belasan tahun yang lalu.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2