Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Rumah Eleena


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Selamat pagi Om," sapa Sarah ketika melihat pak Brata yang baru saja menuruni anak tangga.


"Siang, Sarah!" ralat pak Brata sambil melirik ke arah jam di dinding nya yang sudah menunjuk ke arah sebelas siang.


Hari weekend, Sarah memutuskan untuk menemui Eleena di rumah. Namun siapa sangka bahwa ternyata sejak tadi, gadis itu belum juga turun ke bawah.


"Hehehe, Eleena nya mana sih Om?" tanya Sarah mencoba untuk mengalihkan pembicaraan karena merasa malu.


"Ada di kamar nya, langsung masuk saja. Om mau keluar dulu!"


"Oke, Om. permisi ya Om," ucap Sarah kemudian segera berlari menaiki tangga menuju kamar Eleena.


Kebetulan, kamar itu tidak terkunci. Membuat nya bisa langsung masuk ke dalam tanpa harus menunggu sang empu nya membukakan pintu.


Cklek!


"Astaghfirullah," pekik Sarah berulang kali mengerjapkan mata sambil menggelengkan kepala nya ketika melihat sahabat nya.

__ADS_1


"Apaan sih ah, berisik!" cetus sang pemilik kamar tanpa menatap ke arah Sarah.


"Ini konsep lo gimana sih? Lo mau kemana? Sama siapa? Dan kenapa—"


"Ckckck bawel lo!" Eleena segera bangkit dari tempat duduk nya dan segera bergegas untuk kembali memasuki walk in closed nya.


Bukan tanpa alasan, Sarah menanyakan hal seperti itu. Karena saat Sarah masuk ke dalam kamar, ia hanya melihat Eleena mengenakan sebuah kemeja panjang kebesaran dengan kerudung berwarna biru muda.


Tidak ada yang salah memang, sudah benar gadis itu mengenakan baju tertutup dengan kerudung yang juga menutupi rambut nya.


Namun, jika di lihat bagian bawahnya. Eleena hanya mengenakan sebuah celana mini short pendek di atas lutut saja, itu yang membuat Sarah berdecak dan tak habis pikir.


"Abis ngapain sih?" tanya Sarah menggelengkan kepala nya saat melihat Eleena sudah kembali dengan pakaian yang berbeda.


"Tadi video Call sama Umma," Eleena kembali mendudukkan dirinya di tempat tidur sambil menghela napas nya dengan berat.


"Ah, pantesan biar kelihatan alim atas nya doang gitu, jadi bawah nya gak perlu pake sekalian?"


"Ya daripada gue kaya gini, makanya tadi asal ambil aja. Seenggak nya gue udah berusaha sopan di depan Umma!" jawab Eleena mengangkat kedua bahu nya cuek.

__ADS_1


"Tapi, btw kenapa muka lo di tekuk gitu? Biasanya lo kalau udah bahas umma umma itu lo ceria banget deh. Tapi kenapa—"


"Gak tau lah, jangan banyak tanya. Pusing gue," keluh Eleena dengan cepat memotong pertanyaan sahabat nya, "Lo gak ada cita cita buat ngajak gue healing gitu?" tanya Eleena mengalihkan pembicaraan.


"Healing kemana?" kata Sarah yang malah balik bertanya.


"Ya mana gue tau, kan lo yang mau ngajak!" kata Eleena berdecak.


"Gue gak ada mau ngajakin elo!" balas Sarah yang juga ikut berdecak, "Kalau cari makan aja gimana? Gue laper tau!"


"Puasa anjirr! Lo mau ngajakin gue ke neraka!" pekik Eleena menggelengkan kepala nya.


"Kalau puasa, ngomong nya di jaga woy!" balas Sarah mengusap dada nya seolah terkejut mendengar suara Eleena.


"Oh iya lupa, astaghfirullah," ucap Eleena lalu ia mendengus.


"Oh ya El, ada yang mau gue tanyain deh sama lo." Seketika itu juga Eleena yang semula sudah merebahkan tubuh di sebelah Sarah, kembali bangkit dan menatap sahabat nya.


"Muka lo tegang banget, kek nya serius ya pertanyaan nya?" celetuk Eleena menatap lekat pada wajah Sarah.

__ADS_1


"Lo kemarin di apain aja sama Mondy?" tanya Sarah dengan ekspresi wajah datar nya seketika membuat Eleena langsung terdiam sambil mengerutkan dahi.


...~To be continue.... ...


__ADS_2