
...~Happy Reading~...
Berita tentang hilang nya Eleena, seketika langsung membuat gempar seluruh penghuni Pondok. Tak hanya itu, pak Brata yang saat itu masih berada di Singapore, seketika langsung pulang ke Indonesia ketika mendapatkan kabar bahwa putri nya hilang.
Kesal, kecewa dan marah, beradu menjadi satu dalam benak laki laki paruh baya itu. Ia sudah mempercayakan putri nya kepada orang yang ia anggap sahabat.
Namun, nyatanya kini Eleena menghilang, bahkan bisa juga mengalami luka.
"Jelaskan sekarang!" ucap pak Brata dengan raut wajah datar nya menatap satu persatu anak muda yang kini duduk di depan nya.
"Maaf Om, ini memang salah saya. Saya yang mengajak Ele untuk bertemu di luar. Saya—"
"Jer!" pekik Sarah langsung menatap tajam pada sahabat nya.
"Kalau saja, seandainya saya tidak mengajak Ele untuk bertemu di luar. Mungkin, kejadian nya tidak akan seperti ini," tutur Jerry panjang lebar, sambil menahan tangan Sarah. Mengabaikan tatapan dari gadis di sebelah nya yang seolah tak Terima dengan pernyataan nya.
Karena pada dasar nya, pertemuan ini hanya melibatkan Sarah dan Eleena. Sarah lah yang mengajak bertemu di Mall, sebagai bentuk alasan agar Eleena bisa keluar sebentar.
__ADS_1
Jery tidak salah apapun, karena laki laki itu hanya menemani Sarah dan juga karena hanya ingin melihat Eleena.
Sarah tidak menyangka, jika ternyata Jerry justru malah mengambil alih kesalahan nya begitu. Tak dapat di pungkiri, hal itu mampu membuat Sarah terharu akan keberanian Jerry.
"Apakah kalian tahu? Tujuan saya memasukkan Ele kemari?" tanya pak Brata semakin dingin menatap Jerry dan Sarah, "Itu agar putri ku tidak bergaul lagi dengan kalian!"
"Apakah kalian sadar, kalian lah yang menghancurkan putri ku. Karena kalian yang membuat hidup putri ku dalam bahaya!" bentak pak Brata meluapkan emosi nya dengan menunjuk ke arah Jerry dan Sarah.
"Om, kami tahu bahwa kami salah. Kami minta maaf, dan kami akan berusaha untuk mencari keberadaan Ele," tutur Jerry sekali lagi masih menundukkan kepala nya.
"Sudahlah Pak Brata, ini semua sudah Takdir. Lebih baik, kita berdoa semoga Eleena baik baik saja dan segera di temukan," ujar abi Mike yang sejak tadi diam, kini ikut bersuara kala melihat kemarahan pak Brata yang semakin menggebu.
Drrtt... Drrtt...
Di saat semua sedang tegang dalam perdebatan antara pak Brata dengan dua sahabat Eleena. Tiba tiba suara getaran ponsel dari dalam saku seorang laki laki berwajah teduh mengalihkan pandangan semua orang.
"Maaf!" ucap nya, lalu ia segera pamit pergi untuk mengangkat telfon.
__ADS_1
Yusuf memilih untuk pergi ke dapur, karena terlihat lumayan sepi dan tidak jauh dari tempat berkumpul tadi.
"Assalamu'alaikum, Kak," ucap seseorang dari ujung telfon.
"Waalaikumsalam, bagaimana?" jawab Yusuf dengan menambahkan pertanyaan singkat.
"Saya berhasil menemukan rekaman CCTV nya Kak. Dan memang benar, bahwa ada yang membawa kak Eleena," ucap seseorang itu.
Untuk sesaat, Yusuf terdiam. Ia mengerutkan dahi nya, siapa yang membawa Eleena. Apakah itu artinya Eleena di culik? batin Yusuf berfikir dalam hati.
"Bisa tolong kirimkan rekaman nya?"
"Bisa Kak, sekarang juga akan saya kirim," jawab nya yang langsung di balas anggukan kepala oleh Yusuf.
Tadi, Yusuf dan Maira sudah meminta baik baik rekaman CCTV kepada pihak Mall, namun tidak di perbolehkan.
Meskipun, Yusuf sudah menawarkan sejumlah uang, namun ia tidak juga berhasil mendapatkan rekaman itu.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya, ia menghubungi salah satu murid nya yang memang ahli IT. Dan ternyata berhasil, walaupun ia tahu cara yang ia ambil adalah salah, sama hal nya dengan mencuri atau berbuat kejahatan, namun ia tidak punya pilihan lain. Karena ia sudah meminta baik baik, dan tidak berikan.
...~To be continue......