
...~Happy Reading~...
"Umma, hanya sebentar. Pliss, Ele mohon!" pinta Eleena menatap umma Chila dengan penuh permohonan.
"Sebenarnya, apa tujuan kamu keluar El?" tanya umma Chila yang penasaran dengan permohonan Eleena.
Ya, siang ini Eleena meminta izin kepada umma Chila agar mengizinkan nya keluar dari Pondok untuk ke suatu tempat.
"Hemm itu, Ele mau ke supermarket." jawab nya sedikit ragu, karena pada dasar nya Eleena meminta izin karena ingin bertemu dengan Sarah dan Jerry.
"Baiklah," umma Chila menganggukkan kepala nya yang membuat wajah Eleena seketika langsung bersinar bahagia.
"Tapi kamu harus pergi bersama Maira dan Yusuf!" imbuh umma Chila yang kini mampu membuat sinar bahagia di wajah Eleena berubah drastis menjadi datar.
"Umma... " Eleena menatap umma Chila dengan wajah memelas nya.
"Ele, ini Bandung bukan Jakarta. Dan kamu belum tahu tempat tempat disini." ujar umma Chila berusaha selembut mungkin.
Dan pada akhirnya, mau tak mau Eleena mengiyakan saran dari umma Chila. Daripada tidak sama sekali, pikir nya.
Setelah meminta izin, Eleena pikir ia bisa langsung pergi dan mendapatkan suasana hati yang baru di luar.
__ADS_1
Nyatanya, ia harus berdebat dengan Maira. Lantaran, gadis itu tengah asik memakai masker, dan terpaksa harus ia bersihkan untuk menemani Eleena keluar.
"Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, aku puasa. Gak boleh marah, astaghfirullah!" gumam Maira pelan sambil terus berusaha menahan rasa kesal nya.
"Jangan marah marah," ucap Yusuf mencolek hidung adik nya.
"Jangan marah marah!" cibir Maira menirukan gaya bicara sang kakak, "Kenapa gak dari tadi aja sih El! Coba aja tadi, aku gak akan makai masker dulu!" imbuh nya semakin kesal.
Pasal nya, ia baru memakai masker itu dua menitan, ia baru saja memejamkan mata untuk menikmati alunan musik pada earphone nya seraya menunggu masker nya kering.
Jangankan kering, meresap saja belum, namun sudah harus di bersihkan. Siapa yang tidak kesal? batin Maira dalam hati.
"Hehehe iya iya maaf deh. Aku ngaku salah, maaf ya."
"Masuklah," ujar Yusuf sambil hendak masuk ke dalam mobil, namun suara Eleena tiba tiba menghentikan pergerakan nya dan juga Maira.
"Kalian berdua di depan, lah gue di belakang sendiri?" tanya Eleena sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Iyalah, emang kenapa? Kamu mau di depan? Kak Yusuf gimana?" Maira menatap ke arah sahabat juga kakak nya.
"Maaf kak Yusuf, bisakah anda mengalah?" tanya Eleena sedikit menahan geram nya.
__ADS_1
"Mengalah untuk apa?"
"Mengalah untuk di belakang!" jawab Eleena.
"Lalu, siapa yang mau nyetir El? Aku gak bisa!" kata Maira berdecak.
"Lo lupa, siapa gue?" tanya Eleena menatap Maira dengan senyuman miring, "Jadi, biar gue yang bawa—"
"Enggak!" ucap Yusuf dan Maira bersamaan, seketika membuat senyuman di wajah Eleena langsung sirna.
Tentu saja Yusuf tidak akan membiarkan Eleena kembali menyetir mobil. Selain karena track rekor gadis itu yang kurang bagus.
Baik Yusuf maupun Maira masih menyayangi nyawa mereka dan tidak mau terjadi apa apa dengan Eleena nanti nya.
Memang benar, bahwa Eleena seorang pembalap yang cukup handal. Hanya saja, Maira tidak mau mengambil resiko, jika nanti Eleena akan mengemudikan mobil nya dengan ugal ugalan.
Antara tertangkap polisi atau masuk rumah sakit karena kecelakaan, maka dari itu Maira memilih jalan yang aman. Yakni tidak membiarkan Eleena menyetir mobil.
"Kalian kakak beradik yang sangat menyebalkan!" gumam Eleena berdecak, sampai akhir nya ia menggeser tubuh Maira dan menerobos masuk ke dalam mobil bagian depan, tepat di samping pengemudi.
"El!" seru Maira karena tempat duduk nya di ambil oleh Eleena, yang membuat nya mau tak mau akhirnya harus duduk di kursi belakang.
__ADS_1
...~To be continue... ...