
...~Happy Reading~...
"El, kamu ngapain?" tanya Maira sedikit terkejut saat tiba tiba Eleena memasuki kamar nya.
"Mau tidur, capek banget Mai. Badan aku masih lemes, kepala ku pusing," jawab Eleena sambil merebahkan tubuh nya tepat di samping Maira.
'Nanti aku telfon lagi, assalamu'alaikum," ucap Maira sedikit berbisik pada ponsel nya.
"El!" panggil Maira sambil sedikit mengguncang tubuh sahabat yang kini sudah sah menjadi kakak ipar nya.
"Apa sih Mai, kepala ku beneran pusing banget, jangan ganggu dulu, bisa?" racau Eleena sedikit mendengus dengan mata terpejam.
"Kenapa tidur disini sih!" keluh Maira langsung menghela napas nya berat
"Kamu keberatan?" Mata yang semua sudah tertutup itu, kini langsung terbuka dan menatap tajam pada sahabat nya, "Biasanya juga kamu yang menyuruh ku nginap disini. Kenapa sekarang—"
"Kemarin kamu sahabat ku El. Sekarang kamu kakak ipar ku, kamu sudah punya suami. Dan kamar suami kamu ada di sebelah!" saut Maira dengan cepat memotong pembicaraan Eleena.
Deg!
Eleena langsung terdiam. Ia mengubah posisi nya dari tiduran menjadi duduk dengan mata yang mengerjap beberapa kali mencoba untuk mencerna perkataan dari sahabat nya.
Suami? Benar, kini Eleena sudah bersuami. Dan suaminya adalah Yusuf, kakak Maira.
Alih alih segera pindah kamar setelah tersadar dari lamunan nya. Eleena justru langsung menarik selimut Maira untuk menutup seluruh badan nya.
__ADS_1
"Lahh, Ele bangun ih. Sana pindah, kamar kamu di sebelah woy!" pekik Maira berusaha untuk menarik selimut nya.
"Gak mau Mai, aku mau tidur disini!" balas Eleena tak kalah seru sambil terus mencengkram selimut itu dari dalam.
Tok tok tok...
"Masuk aja Kak! Ini istrinya ada di dalam!" teriak Maira saat mendengar suara ketukan pintu.
Cklek.
Persis, seperti dugaan nya. Bahwa kakak nya lah yang mengetuk pintu kamar.
"Nih, istrinya ngumpet. Kayaknya takut di un-boxing. Kakak jangan paksa dulu ya, pelan pelan aja!" celetuk Maira seketika membuat selimut itu langsung terbuka menampakkan sosok Eleena yang tengah menatap Maira dengan sangat tajam.
"Heran aku tuh, Abi sama Umma itu baik dan lembut. Kenapa bisa punya anak titisan kaleng rombeng kaya kamu sih Mai!" cetus Eleena mendengus sambil memukul Maira dengan bantal.
"Lah, ini tuh setelan pabrik. Salah satu keajaiban di keluarga ku. Jadi harus di syukuri. Lagian, kalau bukan takut di un-boxing kenapa kamu ngumpet? Gak mau ke kamar kak Yusuf?" tanya Maira seketika membuat Eleena terdiam.
Gadis itu melirik ke arah pintu, dimana sosok laki laki yang baru sehari menjadi suami nya itu masih berdiri menatap ke arah nya.
"Kalau kamu mau tidur dengan Maira, tidak apa. Istirahat lah," ujar Yusuf dengan begitu lembut.
"Gak Kak, Maira mau itu, mau—"
"Mau pacaran lagi!" saut Eleena seolah balas dendam.
__ADS_1
Ia masih ingat jelas saat dirinya masuk tadi, ia mendengar suara Maira yang tengah menelfon seseorang.
Dan ketika ia datang, gadis itu buru buru untuk memutuskan panggilan telfon itu.
"Mai... "
"Enggak Kak! Mana ada Maira pacaran, istri kakak tuh yang mulut nya ember. Fitnah tau gak, astaghfirullah Ele ini bulan puasa," ujar Maira menggelengkan kepala nya.
"Mana ada fitnah, tadi aku denger sendiri kamu telfon cowok kok!" saut Eleena dengan tersenyum smirk. Seolah begitu puas melihat sahabat nya yang terlihat kikuk di depan sang kakak.
"Eleena sumpah, mending kamu ke kamar kak Yusuf sekarang!" usir Maira mendengus begitu kesal.
"Siapa Mai?" tanya Yusuf kini sudah berada tepat di depan tempat tidur Maira.
"Gak ada kak, ya Allah. Jangan percaya sama Eleena, tadi itu Maira hanya—"
"Kakak hanya bertanya siapa," sambung Yusuf.
...~To be continue... ...
Note:
Jangan berharap ada MP ya, karena ini bulan puasa 🙈🤣
Dan yang kedua, disini tidak akan panjang bab nya yah. Akan ada season ke2 nanti. Khusus rumah tangga Yusuf dan Eleena. Disini masih campur aduk soalnya 🙈🤣
__ADS_1