
...~Happy Reading~...
Eughhhh!
Eleena menggeliatkan tubuh nya saat mendengar suara lantunan Al-Qur'an yang begitu merdu di telinga nya.
Ia sering mendengar suara itu, namun kali ini ia merasa, bahwa suara itu sangat dekat dengan nya. Dan benar saja, tak jauh dari tempat tidur nya, ia melihat seorang laki laki yang tengah membaca Al-Qur'an dengan membelakangi nya.
..."Shadaqallahul-'adzim'." ...
Lamunan Eleena terhenti saat Yusuf mengakhiri aktifitas nya. Terlihat laki laki itu menoleh seolah menyadari keberadaan nya yang sudah terbangun.
Deg!
Sebuah senyuman yang begitu tulus, terpancar begitu jelas pada wajah laki laki yang sedang duduk bersila di atas sajadah tersebut.
"Apakah aku mengganggu mu?" tanya nya begitu lembut.
Eleena segera menggelengkan kepala nya dengan cepat, "Sama sekali tidak."
Mendengar jawaban Eleena, membuat laki laki itu kembali tersenyum. Ia segera bangkit dan membereskan sajadah dan juga Al-Qur'an nya.
Menghampiri Eleena lalu dengan tiba tiba Ia kembali mengecup kening gadis tersebut, hingga membuat mata Eleena kembali mengerjap karena terkejut.
__ADS_1
"K—kenapa kamu selalu mencium ku tiba tiba!" seru Eleena pelan dengan nada sedikit bergetar karena gugup.
Bukan menjawab, laki laki itu justru malah tersenyum melihat wajah Eleena yang semakin merah merona.
"Jangan melihat ku seperti itu!" cetus Eleena berdecak sambil memalingkan wajah nya karena malu.
"Sudah jam 3:15. Kita turun, Umma pasti sudah menunggu," ujar Yusuf membuat pandangan Eleena beralih pada sebuah jam yang terletak di atas meja samping tempat tidur nya.
"A—aku akan ke toilet dulu!" gumam Eleena segera bangkit dan berjalan cepat menuju kamar mandi, hingga membuat Yusuf kembali tertawa kecil.
...💖💖💖...
Usai melaksanakan sahur pertama setelah menikah. Eleena ikut pergi ke Masjid guna melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Bukan hanya dirinya, umma Chika, Maira dan juga Khalifa pun ikut serta bersama sama ke masjid.
"Hemm," jawab Eleena langsung menoleh ke arah Maira yang kini berjalan di sebelah nya sambil membawa sebuah mukena di pelukan nya.
"Kok mukena mu gak basah?"
"Hah?" Eleena langsung menghentikan langkah kaki nya, mengerutkan dahi dan menatap Maira dengan wajah kebingungan nya.
"Ya kan kalau habis keramas pasti basah dong rambut nya. Karena kamu gak ada minjem hair-dryer ke kamar ku. Di kamar kak Yusuf tuh gak ada hair dryer nya." imbuh Maira yang semakin membuat kepala Eleena pusing tujuh keliling.
__ADS_1
"Yang habis keramas itu siapa?" tanya Eleena menghela napas nya berat.
"Jadi El kamu belum keramas? Whatt! Kenapa kamu ikut sholat kalau gitu, nanti eemmmttt—"
Eleena dengan cepat langsung membungkam mulut saudara ipar laknat nya tersebut.
Memejamkan mata sambil menarik napas yang cukup panjang, Eleena kini paham dan mengerti kemana arah tujuan pembicaraan dark Maira.
"Aku tidak melakukan apapun sama kakak kamu, ngerti!" ucap Eleena penuh penekanan, masih dengan tangan yang membungkam mulut Maira.
"Jadi, berhenti tanya macem macem. Atau berfikir yang bukan bukan," imbuh Eleena membuat Maira langsung menganggukkan kepala nya.
Huffttt
"Kamu mau membunuh ku!" pekik Maira sedikit menjauh dari Eleena.
"Kalau bisa, sudah ku lakukan sejak lama!" jawab Eleena santai.
"Elee!"
"Maira, kenapa teriak?" tanya umma Chila yang berjalan di depan Maira dan Eleena sampai menghentikan langkah kaki nya untuk menegur sang putri.
"Maaf Umma, ini tadi si Elee mau minjem hair dryer malu. Makanya Maira bilang, gak usah sungkan, daripada rambut nya gak di keringin kan abis keramas. Nanti masuk angin," jawab Maira membuat mata Eleena kembali membulat dan murka.
__ADS_1
"Mairaaa, astaghfirullah, sabar El. Sabar, harus sabar, harus sabar!" gumam Eleena pelan, ia terpaksa harus menunda amukan nya kepada Maira lantaran kini mereka sudah tiba di Masjid.
...~To be continue... ...