
...~Happy Reading~...
Sementara itu, di tempat yang berbeda, tepatnya masih di dalam Mall. Jerry dan Sarah menatap bingung pada ponsel yang kini sudah gelap dan mati.
"Jer, kenapa perasaan gue gak enak ya?" gumam Sarah berulang kali mengerjapkan mata nya menatap antara ponsel dan juga sahabat nya.
"Kita susul mereka sekarang!" Jerry langsung merebut barang yang di tangan Sarah dan segera menarik nya keluar dari Toko.
Awal nya, Jerry dan Sarah memang berniat untuk keliling Mall terlebih dulu. Karena ia ingin melihat beberapa barang dan mungkin membeli nya, namun ketika ia mendengar suara aneh dari panggilan suara Eleena, jadilah mereka mengurungkan niat dan segera menyusul.
Di parkiran, Yusuf dan Maira masih menunggu kedatangan Eleena. Sudah hampir tiga puluh menit, namun Eleena tak kunjung datang membuta hati kedua kakak beradik itu menjadi cemas dan khawatir.
"Kak, apa mungkin Ele kabur lagi?" tanya Maira sambil mengambil tisu basah untuk membersihkan tangan nya.
Yusuf masih terdiam, ia tidak menanggapi pertanyaan Maira, namun ia juga memikirkan hal yang sama dengan adik nya tersebut.
"Kita susul ke dalam!" ucap Yusuf tanpa sabar lagi menunggu, ia segera membuka pintu dan bergegas masuk kembali ke dalam Mall.
Dan saat keduanya sedang berjalan tergesa sambil Maira yang terus mencoba nomor Eleena yang sudah tidak aktif, tiba tiba keduanya di kejutkan oleh suara panggilan dari seseorang.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Yusuf!" sapa orang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Sarah.
"Waalaikumsalam," jawab Yusuf dan Maira bersamaan.
"Nah, kakak temen nya Ele kan? Mana Ele nya?" tanya Maira langsung to the point saat melihat Sarah.
Tentu saja, mendengar pertanyaan dari Maira membuat Sarah dan Jerry terkejut bukan main. Pasal nya, keduanya juga ingin menanyakan keberadaan Eleena kepada Maira dan Yusuf. Namun mengapa mereka lebih dulu bertanya.
"Justru kami keluar lagi dari Mall, karena mau mencari kalian!" jawab Sarah langsung menghela napas nya berat.
"Nyari? Untuk apa? Kalian mau bawa Ele kabur lagi?" tuduh Maira menatap tajam pada dua sosok manusia di depan nya.
"Tadi Eleena pamit turun untuk mencari kalian. Tapi, sudah hampir setengah jam Eleena belum juga kembali ke Mobil!" ucap Yusuf menjelaskan dengan suara yang begitu lembut dan sopan, hingga membuat Sarah lagi lagi terpana akan ketampanan dan juga tutur kata laki laki di depan nya.
"Tadi Eleena memang menelfon ku, tapi hanya beberapa detik," balas Sarah lalu kembali terdiam, "Tadi aku juga denger suaranya kaya sedikit tertahan gitu. Terus ilang suara nya, nomor nya langsung mati." imbuh nya seketika membuat Maira dan Yusuf terdiam.
"Suara tertahan, bagaimana maksud nya?" tanya Maira mengerutkan dahi nya, "Ada suara lain gak yang kamu denger?"
"Hemmm gak ada kayaknya," jawab Sarah mencoba mengingat kembali percakapan nya dengan Eleena beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
"Kita cari Eleena!" ucap Jerry yang sejak tadi diam, kini akhirnya ikut bersuara.
Keempat nya berpencar guna mencari keberadaan Eleena. Jerry dan Sarah memilih ke sisi kanan, sedangkan Yusuf dan Maira ke sisi kiri.
Berhubung nomor Eleena tidak bisa di hubungi, semuanya merasa buntu dan tidak tahu harus mencari kemana lagi. Karena pasal nya, Eleena juga tidak mengatakan akan menemui dia sahabat nya dimana.
Juga, Eleena tidak mengatakan kepada Sarah bahwa dirinya berada di mana sebelumnya.
"Kakak! Lihat!" pekik Maira langsung berlari saat menemukan sesuatu yang sangat familiar di lantai.
"Ini—"
"Sama kaya punya Maira!" ucap Maira langsung membuka sedikit gamis nya ke atas guna memperlihatkan benda yang sama terpasang cantik di pergelangan kaki nya.
"Sejak kapan kamu memakai seperti itu?" tanya Yusuf langsung menatap tajam pada adik nya.
"Interogasi nya di tunda dulu. Yang jelas, Maira yakin kalau gelang ini punya Ele. Karena ini yang beli Maira," kata gadis itu mencoba menghindari tatapan dari sang kakak.
"Astaghfirullah!" gumam Yusuf memejamkan matanya sambil menarik napas yang cukup panjang.
__ADS_1
...~To be continue.... ...