
...~Hppy Reading~...
Drrtt ... Drrtt ... Drrttt ...
“Halo Pa, ada apa?” tanya Eleena to the point ketika sudah mengangkat panggilan telfon dari papa nya.
“Kamu dimana? Pulang sekarang!” perintah pak Brata, seketika membuat Eleena berdecak.
“Baru juga keluar Pa, nanti deh habis buka puasa, Ele pulang!” kata gadis itu sedikit mendengus, lantaran ia baru saja keluar hendak melaksanakan buka bersama dengan Sarah. Namun, baru saja dirinya duduk dan memesan makanan, tiba tiba papa nya sudah menelfon dan menyuruh nya pulang.
“Pulang El. Buka puasa di rumah!”
“Tapi Pa, Ele udah pesen makan.” Kata Eleena masih dengan nada yang begitu malas sambil melirik ek arah Sarah dengan tak enak hati.
“Pulang El! SE KA RANG!” titah pak Brata dengan begitu tegas, seolah tidak dapat di bantahkan lagi.
“Walaikumsalam!” ucap Eleena tanpa mau berdebat dan langsung menutup panggilan telfon nya begitu saja.
__ADS_1
Menghela napasnya dengan sedikit berat, ia kembali menatap ke arah Sarah dengan tak enak hati. Pasal nya, ia yang memaksa agar gadis itu menemani nya berbuka puasa di luar, namun ternyata dirinya juga yang harus meninggalkan Sarah di tempat makan.
“Sorry Sar, tapi gue—“
“Hahaha its oke El. Lagian kaya sama siapa aja sih, udah sono balik aja. Kayaknya kali ini bokap lo beneran serius deh,” ucap Sarah dengan cepat memotong perkataan Eleena.
Gadis itu menganggukkan kepala nya, “Gue juga ngerasa gitu, tapi gue bingung ada apa ya?”
“Lo gak akan tahu kalau lo gak pulang. Sana gih,” usir Sarah menyuruh Eleena agar segera pulang.
“Gue telfon Mondy! Kebetulan dia lagi ada di sekitar sini,” ujar Sarah lagi lagi memotong perkataan Eleena, membuat gadis itu langsung bisa bernafas lega.
Setelah berpamitan, Eleena pun segera bergegas pulang ke rumah. Namun, sebelum itu, ia juga menyempatkan diri untuk mampir di suatu tempat untuk membeli sesuatu. Entah mengapa, tiba tiba dirinya menginginkan makanan tersebut untuk berbuka puasa.
Bika ambon, adalah makanan yang sangat ingin Eleena makan saat berbuka nanti. Padahal, makanan itu bukanlah makanan kesukaan nya, namun entah mengapa ia sangat ingin membeli makanan tersebut dan mencoba nya nanti saat berbuka.
Tidak butuh waktu lama, Eleena kini sudah tiba di kediaman nya. Namun, saat ia hendak turun, ia sempat mengerutkan dahi nya kala melihat mobil asing yang sudah terparkir di halaman rumah nya.
__ADS_1
“Mobil siapa aja itu? Gila, lagi ada tamu ternyata?” gumam Eleena pelan.
Baru kali ini, Eleena melihat mobil itu. Maka tak heran bila Eleena bisa langsung menebak bahwa sedang ada tamu, karena mobil sang papa bukanlah type yang seperti di halaman nya saat ini.
“Assalamua—lai kum ... “ ucap Eleena saat memasuki rumah nya dengan suara terbata.
Tubuh nya kini berhenti melangkah, ia berdiri di ambang pintu dengan menatap beberapa orang yang ternyata sudah menunggu kehadiran nya di ruang tamu.
“Walaikumsalam, Alhamdulilah akhirnya yang di tunggu sudah tiba,” ujar seorang wanita paruh baya yang langsung berdiri dan menghampiri Eleena di ambang pintu.
“Sayang—“
Brukk!
Eleena langsung memundurkan langkah nya hingga tanpa sadar ia menabrak pinggiran pintu utama. Ia masih menatap lekat pada sosok di depan nya yang bagi nya tidak asing namun juga cukup familiar.
...~To be continue .......
__ADS_1