Bukan Sekedar Rasa

Bukan Sekedar Rasa
Sah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Untuk sesaat, pak Brata dan Eleena saling menatap satu sama lain. Di sebelah pak Brata, Yusuf masih berdiam diri, mencoba memberikan kesempatan untuk keduanya interaksi.


Yusuf memang tidak mengetahui penyakit yang di derita oleh pak Brata, namun ia cukup paham bahwa seorang ayah yang baru sja melepaskan putri nya untuk menikah, tentu akan terasa sangat berat, itulah yang membuat Yusuf memberikan waktu untuk pak Brata dan Eleena.


“Sekarang, kamu sudah menjadi seorang istri,” ucap pak Brata dengan suara lirih bergetar menahan tangis sambil menggenggam tangan putri nya, “Yusuf sudah sah menjadi suami kamu, mulai sekarang kamu harus bisa melakukan kewajiban kamu pada Yusuf, begitu juga sebalik nya,” imbuh pak Brata kini juga menoleh ke arah Yusuf.


Yusuf pun langsung menganggukkan kepala nya.


Maira segera berjalan menghampiri meja dan mengambil sebuah kotak yang sudah di persiapkan tadi, tak lupa ia juga membukakan nya agar sang kakak mudah untuk langsung memasangkan nya di jari manis pasangan nya.


"Ini cincin nya kak, jangan sampai lupa!"


“Terimakasih Mai,” ucap Yusuf sambil mengambil satu cincin di tangan Maira.


Eleena langsung mendongakkan kepala nya, saat tangan nya tiba tiba berpindah di genggam oleh Yusuf.

__ADS_1


Tak bisa di pungkiri, sentuhan itu membuat jantung nya berdetak dengan begitu cepat. Rasanya, Eleena sampai tidak bisa berkata kata, mungkin bisa di katakan, bahwa ini adalah genggaman pertama yang ia rasakan dari tangan Yusuf.


Sebuah senyuman hangat dan teduh dari wajah Yusuf, seketika mampu membuat hati dan pikiran Eleena merasa sedikit lebih tenang dari sebelum nya.


Tak hanya sentuhan, ini juga kali pertama bagi Eleena bisa menatap lekat wajah laki laki itu dengan begitu dekat dan intens.


Tidak seperti biasanya, yang dimana Yusuf pasti akan selalu menghindar kala di tatap oleh dirinya.


Seolah tersadar dari lamunan nya, Eleena menarik napas nya sedikit panjang saat dengan tiba tiba Yusuf mengedipkan matanya pelan, pertanda bahwa ia sudah selesai menyematkan cincin di jari Eleena.


“Alhamdulillah, nak Eleena, bisa mencium tangan nak Yusuf,” ucap pak Kiyai Hasan yang berada di sebelah abi Mike dan pak Brata.


“C—cium?” Eleena mengerutkan dahi nya lalu mengerjapkan matanya beberapa saat.


“Iya Nak, cium tangan Yusuf lalu di tutup dengan Nak Yusuf yang mencium kening nak Eleena,” jawab pak Kiyai Hasan tersenyum sambil melirik ke arah Yusuf yang terlihat menundukkan kepala nya seolah tengah di landa malu.


‘Cuma cium tangan El, gak lebih. Jangan berfikir macem macem, inget lo tadi lagi galau. Masa sih, bisa ambyar gara gara Cuma di suruh cium tangan doang. Fokus El, fokus!’ gumam Eleena dalam hati sambil memejamkan mata dan menggelengkan kepala nya pelan.

__ADS_1


“Cium tangan kak Yusuf El, bukan geleng geleng kepala, mau klubbing kamu!” celetuk Maira seketika membuat mata Eleena langsung mendelik tajam ke arah sahabat nya yang baru saja menjadi adik ipar nya tersebut.


‘Jangan mengumpat, ini bulan puasa. Dan juga, dia sudah jadi adik ipar mu El. Sabar, tahan tarik nafas, hembuskan pelan.’ Gumam Eleena lagi berusaha menahan rasa kesal nya.


Menarik napas nya panjang, Eleena meraih tangan Yusuf pelan lalu mencium punggung tangan itu dengan jantung yang berdetak cepat seolah sedang lari maraton.


Yusuf tersenyum saat gadis yang memang ia sukai sejak lama, kini sudah sah menjadi milik nya.


Ia segera mendekatkan wajah nya dan mencangkup kedua pipi Eleena yang tengah mendongak itu lalu memberikan sebuah kecupan lembut di kening Eleena.


“Terimakasih,” ucap Yusuf setelah mengecup kening Eleena, ia tersenyum lega menatap wajah teduh dari Eleena yang terlihat begitu polos dan manis.


Sosok gadis yang mampu membuat Yusuf memiliki rasa ingin mengenal lebih dalam tentang serang perempuan, dan selalu ingin me mantaskan diri agar bisa menyanding gadis tersebut.


Dan kini, dirinya sudah berhasil mendapatkan nya, walau harus melalui drama yang cukup panjang.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2