Catatan Hati

Catatan Hati
BAGIAN DUA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Sejak siang tadi Mama dan Papa mendiamkan aku. Perasaanku pun menjadi kacau tidak menentu. Aku hanya berpura-pura bahagia di hadapan Rio. Begitupun Mas Leo.


Malam ini aku dan Mas Leo menikmati malam dari rooftop paviliun Bude Sri. Dengan dua cangkir kopi susu instan seduhanku.


"Kau tahu Ayu?" ujar Mas Leo.


Aku menoleh padanya.


"Ini bukanlah sesuatu yang baik untukmu" ujarnya.


"Tapi menguntungkan untukku" ujarnya lagi.


Aku hanya tersenyum.


"Aku dapat merasakan, jika Papa berharap kita untuk bersama lagi" ucap Mas Leo.


"Iya aku tahu" jawabku.


"Mungkinkah kita bisa kembali lagi Ayu" ujarnya.


"Untuk saat ini aku belum bisa" jawabku.


"Ya aku mengerti, aku akan selalu menunggumu" ujarnya.


"Tidak usah menunggu yang tidak pasti" ucapku.


"Aku ingat kata-kata itu, ungkapan jual mahal seseorang ketika masa pendekatan dulu padaku" ungkapnya sambil tertawa.


Aku memukul pundaknya. Dan ikut tertawa.


"Jika dulu masa pendekatan aku selalu berusaha untuk mendapatkanmu, kenapa sekarang tidak" jelasnya.

__ADS_1


"Sekarang kamu punya tanggung jawab Mas, untuk kantormu, murid-muridmu dan Rio, untuk apa kau memikirkan aku" ucapku.


"Tidak mudah melupakannya Ayu, semuanya"


"Nanti kita pasti bisa" ucapku tersenyum.


"Ma Pa" Rio menghampiri kami.


"Sayang, kamu belum tidur?" ucapku menarik tanganya mendekat.


"Rio tidak bisa tidur" jawabnya.


"Kenapa?" tanya Mas Leo.


"Ma Pa, kalian tahu kenapa Rio meminta untuk sekolah disini?" tanya Rio pada kami.


Aku dan Mas Leo saling berpandangan kebingungan.


"Rio?" ucapku.


"Rio sudah merasakannya Ma, walaupun Mama dan Papa menutupinya didepan Rio, tapi Rio bisa merasakannya, Rio merasa karena Rio masih disana, Mama dan Papa tidak leluasa menyelesaikan masalah antara kalian" ungkap Rio.


"Setelah kedatangan Nenek, Rio merasa hubungan Mama dan Papa menjadi dingin, ketakutan Rio semanjin menjadi ketika Rio mendengar obrolan Papa dan Nenek, ketika Nenek meminta Papa menikahi wanita yang disukainya, wanita yang Rio temui ketika bertemu Nenek di Mall saat itu" Rio menjelaskan semuanya.


Aku menutup mulutku dengan tangan tanda tidak percaya dengan yang Rio katakan. Begitupun dengan Mas Leo, terlihat gelisah.


"Semenjak itu Rio membenci nenek, Nenek tega melakukan itu, walaupun Rio tahu Papa menolak keras permintaan Nenek, Rio lega, tapi tidak menghilangkan perasaan benci Rio pada Nenek" Ucapnya.


Aku sedikit lega kalau Rio tidak tahu jika sebenarnya Papanya telah menikahi wanita itu.


"Mungkin Rio egois, tapi jika semuanya bisa diperbaiki Rio sangat berharap Mama dan Papa bisa seperti dulu lagi, hangat dan penuh cinta" pintanya.

__ADS_1


"Setidaknya kini, Rio lega Mama dan Papa masih bersama, walaupun mungkin sedikit ada yang mengganjal" ucap Rio.


"Tapi walau bagaimana pun kalian tetap orang tua Rio, yang selalu memberikan yang terbaik untuk Rio tanpa kurang apapun, jika memang kalian lelah untuk bertahan, Rio bisa menerimanya dengan lapang dada" Rio memegang tanganku dan Mas Leo.


"Maafkan Mama ya nak"


Aku memeluk Rio erat.


"Tidak Ma, bagi Rio Mama dan Papa orang tua yang hebat" Rio meraih Mas Leo dan bertiga kami berpelukan.


"Sudah sudah.. Jangan sedih lagi, gimana kalau besok kita jalan-jalan, berhubung hari minggu" Mas Leo menetralkan suasana.


"Boleh tu Pa" Rio setuju.


"Gimana?" mereka kompak melihatku. Aku tersenyum tanda setuju.


Pagi ini kami sudah bersiap untuk berjalan-jalan, Mama dan Papa menolak ikut, hanya menawarkan mobilnya untuk di pakai.


Hampir semua tempat wisata yang indah di kota ini kami kunjungi. Hari sudah menjelang sore sudah saatnya kami pulang untuk istirahat.


"Tapi sebelum pulang, bisa antarkan aku untuk ketemu seseorang kan Mas" pintaku.


"Siapa?" tanyanya.


"Ada deh, mau kan?" rayuku.


Rio menoleh padaku yang duduk di bangku belakang, Mas Leo melirik melalui kaca spion.


"Dimana ketemunya?" tanya Mas Leo.


"Alun-alun kota" jawabku.

__ADS_1


Mobilpun meluncur menuju alun-alun. Dan aku masih sibuk dengan gawaiku, saling berkirim pesan kepada orang yang akan kutemui.


__ADS_2