Catatan Hati

Catatan Hati
BAGIAN DUA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

"Karina" Mas Leo menyapa orang yang aku temui sepulang berjalan-jalan.


Wanita berbaju merah muda itu menoleh kebelakang.


"Mas Leo, Rio" ucapnya haru.


Aku tersentuh melihat mereka yang sedang berpelukan.


Karina memeluk Mas Leo dan Rio bergantian. Dan memelukku juga.


"Kamu kemana aja Na? Kenapa gak pernah jawab telpon Mas?" tanya Mas Leo pada Karina.


"Maafin Karin ya Mas" jawabnya sambil menggandeng pundak Rio.


"Mbak kok...?" Karina ingin protes padaku karena aku membawa Mas Leo bersama.


"Tidak baik selalu menghindar" jawabku sembari tersenyum.


"Kita makan bakso disana yuk" ajakku sambil menunjuk sebuah gerobak bakso di bawah pohon yang rindang.


Mereka mengangguk setuju.


"Kamu kenapa tahu Karina disini?" tanya Mas Leo padaku.


"Tidak sengaja ketemu Mas, saat kita mengantar Rio kesini" jawabku.


"Kenapa tidak cerita" Protes Mas Leo.


Aku melirik kepada Karina yang sedang mengaduk baksonya.


"Karin yang minta Mbak Ayu rahasiain Mas" jawab Karina.


Mas Leo mengusap kepala Karina lembut.

__ADS_1


"Tante kok gak ngabarin Rio?" ujar Rio sambil menghirup es jeruk kesukaannya.


"Tante sibuk kerja sayang" jawabku, karena Karina terlihat kebingungan untuk menjawab.


Rio melanjutkan makan baksonya. Demikian juga aku, Mas Leo, dan Karina.


"Ayo Na, Mas anterin pulang" tawar Mas Leo.


"Tidak usah Mas, Karin jalan kaki aja deket kok" tolak Karina halus.


"Jangan gitu donk Na, biar kami tahu dimana kamu tinggal" ujar Mas Leo.


Karina tidak punya alasan lagi untuk menolak.


Kami pun mengantar Karina pulang.


"Ayo masuk, disini Karin tinggal selama di Semarang"ujar Karina.


Kami bertiga pun menerima tawaran Karina untuk mampir.


"Iya Mas" jawab Karina.


"Mbak sama Mas kapan pulang lagi ke Jakarta?" tanyanya.


Aku dan Mas Leo saling berpandangan.


"Besok Na" jawabku.


"Kok cepet banget" ujarnya.


"Kesini juga karena mau jengukin Rio, Mbak mu udah kangen berat" ungkap Mas Leo tidak mengatakan yang sebenarnya tentang tujuan kami ke Semarang.


Karina menatap wajahku dan Mas Leo bergantian, dan tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Na, kamu sehat-sehat ya disini, kamu harus kabarin Mas terus, jangan kabur-kaburan lagi, terus Mas titip Rio sama kamu, sering-sering jengukin Rio dan Mama Papa" pinta Mas Leo.


Iya Mas" jawab Karina.


"Oh ya Na, kamu usahain pulang ke Yogya sesekali, jengukin Ibu" ucap Mas Leo.


Aku dan Karina menatap Mas Leo tidak percaya.


"Tapi Mas?"


"Mas masih belum siap bertemu Ib " ujar Mas Leo.


"Kamu bisa kan?" tanya Mas Leo.


"Iya Mas, Karin usahain" jawab Karina pelan.


"Makasih ya Na" ucap Mas Leo.


Karina mengangguk.


"Kalo gitu kami pamit dulu ya Na, sekalian Mas sama Mbak pamit ke Jakarta, takutnya gak sempet mau ketemu kamu besok, jaga diri baik-baik ya" Mas Leo pamit pada Karina dan memeluknya.


"Mas sama Mbak juga hati-hati dan sehat-sehat disana" ucap Karina.


Mas Leo melepaskan pelukan dan mengangguk.


Setelah Rio dan Mas Leo pamit mereka menuju mobil.


"Na, Mbak pamit ya, kamu jaga diri disini, kalau ada apa-apa hubungin Mbak, sering-sering main kerumah Mama Papa Mbak ya" ujarku pada Karina.


"Iya Mbak, Karin senang melihat Mbak dan Mas Leo kembali seperti dulu" Karina tersenyum senang.


Aku memeluknya.

__ADS_1


Dan kami meninggalkan kediaman Karina menuju kediaman orang tuaku.


__ADS_2