Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 11


__ADS_3

Dion menghubungi Amora berkali kali, tetapi wanita itu tak juga mengangkatnya hingga membuat Dion frustasi dan marah marah di kantornya. Semua karyawan takut menghadapi kemarahan CEO nya termasuk Hany. Dion semakin rumit dihadapi jika suasana hatinya sedang buruk.


Sedangkan Amora sudah sampai di rumahnya, ia yakin ayahnya akan langsung ke rumah menemuinya. Benar saja dua jam kemudian, pembantunya mengetuk pintu kamarnya.


"Non Amor, tuan sudah pulang dan ingin bertemu anda." ujar mbok Iyem.


"Iya mbok, nanti aku turun." jawab Amora lalu ia menghela nafasnya dan keluar menemui ayahnya.


Hengky menatap putrinya dari atas sampai bawah. "Apa yang kau kerjakan selama papa tak di rumah?" tanyanya.


Amora menggeleng. "Tidak ada, Amor di rumah saja." jawabnya.


Hengky menyipitkan matanya. "Apa kau tidak makan sayang, papa pikir kau terlihat lebih kurus dari sebelumnya." ujarnya menyelidik.


Amora memeluk lengan ayahnya. "Papa berlebihan, Amor makan dengan teratur kok. Bagaimana pekerjaan papa?" tanya Amora.


"Semakin melelahkan dan papa menunggu kedatangan putri papa untuk menggantikan posisi papa. Tapi putri papa itu sangat keras kepala." jawab Hengky.


Amora tertawa. "Putri papa belum siap, ia masih ingin menjadi chef." jawab Amora namun kata katanya adalah sebuah kesalahan.


Hengky seketika berdiri dan menatap Amora dengan tajam. "Apa kau melupakan janjimu Amor?" tanyanya dengan suara keras.


"Aku tidak lupa pa tapi aku menginginkannya. Memasak adalah kesukaanku." jawab Amora.


"Kau ambil alih perusahaan dan perhotelan, lalu kau menikah. Kau bisa memasak sepuasnya untuk suamimu kelak." bentak Hengky.


"Aku bukan hanya ingin memasak buat suamiku, tapi aku ingin..." jawab Amora


"Kata papa tidak ya tetap tidak." potong Hengky. "Bulan depan kau harus berangkat ke hotel, papa akan mengenalkanmu pada seluruh kolega bisnis papa. Tidak ada kata penolakan Amora." ujarnya.


Amora menangis. "Mengapa papa tak seperti mama yang sangat memahami perasaan dan keinginanku." jawabnya seraya meninggalkan ayahnya menuju kamarnya.


Hengky merebahkan tubuhnya di sofa lagi.


Ya Tuhan Amora, kapan kau memahami papa. Ini demi kebaikan perusahaan kita. Aku tak mungkin mencari orang lain untuk menggantikan posisiku sekarang. Mengertilah putriku. Hanya kau satu satunya pewaris hotel Sheraton. gumam Hengky.


*****

__ADS_1


Amora terus saja menangis, ia sangat kecewa pada ayahnya yang terus memaksanya agar meneruskan bisnisnya. Ponsel Amora terus saja berdering. Ia menatap layar itu, Dion lah yang menghubunginya terus menerus.


Aku dalam keadaan mood yang jelek pak, aku tak mau bicara dengan siapapun saat ini. gumam Amora.


Amora memejamkan matanya sejenak, lalu ponselnya berdering lagi, kali ini nomor tak dikenalnya. Amora menyipitkan matanya dan berpikir siapa orang yang menghubunginya sekarang, dengan ragu ia mengangkatnya.


"Halo, siapa ini?" tanya Amora.


"Apa kau chef Amor?" tanya seorang pria.


"Benar, lalu ini siapa?" tanya Amora lagi.


"Aku Darwin ayahnya Gracia, besok siang temui aku di cafe seberang Novotel. Aku harap kau bersedia bertemu denganku, jika tidak kau akan tahu akibatnya." ancam Darwin lalu mematikan ponselnya.


Amora sangat terkejut, masalahnya dari hari ke hari semakin rumit saja. Kali ini ayah Gracia menghubunginya.


Sialan, ada apalagi ini. Apakah Grace meminta ayahnya untuk mengancamku? Itu tak akan bisa mempengaruhiku. Aku tak takut pada siapapun. gumam Amora.


Ia memejamkan matanya karena sangat lelah.


*****


"Maaf pak, bagian mana yang salah?" tanya Hany.


Dion melempar dokumennya. "Kau lihat saja sendiri, keluar." teriaknya.


Hany keluar dari ruangan CEO nya, ia merasa aneh hari ini. Sejak pulang dari makan siang sampai malam ini suasana hati pak Dion sangat menakutkan bagi Hany. Tapi ia sudah terbiasa selama bertahun tahun menghadapinya.


Dion keluar dari ruangannya dengan membanting pintunya dengan keras membuat Hany terkesiap. "Aku tak kembali lagi malam ini, jika kau sudah selesai pulanglah." perintah Dion.


"Baik pak." jawab Hany sambil mengangguk.


Dion meninggalkan hotelnya menuju rumah Amora, ia sama sekali tak bisa tenang sebelum mengetahui keadaan Amora saat ini. Dion sudah sampai di gang kecil tempat Amora biasa keluar. Dion turun dari mobilnya dan sudah beberapa orang di gang tersebut ditanya olehnya tentang Amora Cerry tapi satu pun tak ada yang mengetahuinya.


Dion sangat bingung, mengapa tak ada satu pun yang tahu tentang Amora, wanita itu sangat cantik tak mungkin ia tak terkenal di gang ini.


Baiklah, aku mengubah pertanyaaanku. pikir Dion.

__ADS_1


Ia menghampiri beberapa warga dan mulai bertanya. "Permisi pak, apa kalian pernah melihat wanita cantik, tinggi dan seksi keluar masuk gang ini? Wanita itu biasanya ada jam 6 pagi dan pulang sore atau malam hari." tanya Dion.


Semuanya menggeleng. "Kami tak pernah melihat wanita seperti itu keluar masuk gang kecil ini. Jika ada wanita cantik disini pasti sudah heboh." jawab salah satunya seraya mereka tertawa. "Tapi aku pernah melihat wanita seperti yang anda katakan jika tidak salah tapi wanita itu bukan tinggal disini. Ia keluar masuk komplek Cempaka Putih. Tapi memang sering menunggu di gang ini." sambungnya lagi.


Dion terbelalak. "Terima kasih pak." jawabnya seraya keluar dari gang itu menuju mobilnya.


Sialan, apa maksud semua ini? Cempaka Putih adalah komplek elite. Tak mungkin Amora tinggal disana. Ya Tuhan, aku bodoh sekali. Bukankah pak Angga ada cv nya. gumamnya sendiri.


Dion segera menghubungi HRD nya. "Halo pak Angga, apa kau masih menyimpan cv chef Amor?" tanyanya.


"Tentu saja pak masih, tapi berkasnya sudah kami arsipkan. Ada perlu apa pak?" tanya pak Angga.


"Tolong cari sekarang juga, aku ingin tahu dimana chef Amor tinggal." perintah Dion.


"Baik pak, tapi mungkin sedikit menunggu. Karena arsipnya begitu banyak." ujar pak Angga.


"Apa aku kau suruh menunggu?" tanya Dion.


"Tidak pak, baik aku akan menghubungi anda secepatnya." jawab pak Angga ketakutan.


Dion mematikan ponselnya, ia menunggu di dalam mobilnya, ia harap pak Angga bisa menemukannya paling lama setengah jam. Ternyata pak Angga lebih cepat dari perkiraannya, hanya lima belas menit ia sudah dihubunginya.


"Bagaimana? Sudah ketemu?" tanya Dion.


"Sudah pak, chef Amor tinggal di perumahan elite kawasan Cempaka Putih Blok A1." jawab pak Angga.


"Baik, terima kasih." ujar Dion seraya mematikan ponselnya. Dion memukul setir mobilnya berkali kali. Ia merasa tertipu oleh Amora. Wanita itu membodohinya.


Pantas saja penampilannya berbeda, wanita itu menutupi identitasnya dariku, aku akan mengikuti permainanmu Amora. gumam Dion.


Dion menuju komplek kawasan Cempaka Putih, ia bertanya pada sekuriti. Hampir semua mengenal wanita itu. Dan menunjukkan dimana letak blok rumahnya. Dion meninggalkan KTP nya sebagai peraturan di komplek tersebut. Dion sudah sampai tepat di depan rumah itu. Rumah yang sangat mewah dengan jejeran puluhan mobil mewah di dalamnya. Dion sangat geram atas kebohongan yang dilakukan chef Amor.


Wanita itu memilih menaiki angkutan umum daripada mobil mobil mewahnya, apa tujuannya masuk ke Novotel. Apa ada tujuan lain? pikir Dion.


Dion memutar balik mobilnya dan mengambil KTP di pos lalu kembali ke rumahnya dengan perasaan yang sangat kesal.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2