
Hengky Marco akhirnya kembali setelah seminggu ia berada di lnggris, pria itu tentu saja langsung menuju kamar putrinya. Ia tahu apa yang terjadi saat ia pergi karena ia memang mengirimkan orang untuk menjaga putrinya itu selama seminggu ini. Ia juga kini tahu jika Amora bekerja sebagai chef di Novotel. Pantas saja saat ia bekerja sama dengan Dion Pranadja dan mampir ke restorannya. Chef kebanggaan Novotel tidak bisa menemuinya. Jadi makanan lezat yang ia makan di Novotel adalah masakan putrinya sendiri. Amora sudah membohonginya.
"Amor papa kembali. Keluarlah..." ujar Hengky.
Amora terkejut mendengar suara ayahnya, ia membuka pintu kamarnya dan tentu saja langsung menghambur ke pelukan ayahnya. Hengky menatap putrinya dari atas sampai bawah.
"Apa kau baik baik saja sayang?" tanya Hengky.
Amora mengangguk. "Mengapa papa tak menghubungiku saat di luar negeri, papa tahu betapa khawatirnya Amor. Papa sehat kan?" ujar Amora.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu Amor, selama seminggu ini aku tahu ada sesuatu yang terjadi padamu. Jangan kau pikir, papa tak mengetahuinya. Kau harus menjelaskan semuanya termasuk atas kebohonganmu selama ini. Papa tunggu satu jam lagi di ruang kerja papa." ujar Hengky seraya meninggalkan putrinya.
Amora hanya menatap punggung ayahnya dengan tatapan terkejut. Apa yang diketahui ayahnya itu, wajahnya sangat datar. Sudah saatnya ia jujur atas semuanya dan saatnya Amora akan diamuk olehnya.
Satu jam kemudian...
Amora dengan langkah yang lemah menuju ruang kerja ayahnya. Ia mengetuk pintu itu dan sudah mendapati ayahnya siap menghardiknya dengan seribu pertanyaan dan tatapan itu membuat Amora merinding.
"Duduklah..." perintah Hengky.
Amora mengikuti keinginan ayahnya dan duduk tepat di depannya.
"Amor minta maaf." itulah yang pertama kali Amora katakan.
__ADS_1
"Maaf untuk apa?" tanya Hengky.
"Papa pasti sudah tahu jika Amor bekerja sebagai chef kan? Amor minta maaf pa, bukan maksud Amor membohongi papa. Tapi Amor memang ingin melakukannya sebelum mengambil alih perusahaan dan hotel." jawab Amora.
Hengky masih tak bergeming, ia hanya menatap putri kesayangannya.
"Papa apa tahu jika aku diculik?" tanya Amora. Kali ini Hengky terbelalak, ia tak tahu kalau soal penculikan.
"Apa maksudmu Amor? Siapa yang berani menculikmu?" tanya Hengky.
Amora tersenyum. "Ternyata orang bayaran papa tak pintar menjaga Amor. Sehari papa berangkat ke lnggris, Amor diculik dan dibawa ke kota Medan. Pelakunya tentu saja papa tahu, karena penculikan ini bersangkutan dengan bisnis papa. Amor diculik oleh Steven." jawab Amora.
Hengky seraya berdiri dengan cepat, wajahnya sangat keras dan menakutkan. "Berani sekali pria itu menculik putriku, kau tak apa apa kan?" tanya Hengky seraya meneliti tubuh Amora.
Amora menunduk sedih. "Jadi benar papa mengenalnya, apa yang terjadi pada kalian sampai Amor menjadi korbannya pa?" tanya Amora.
Amora menggeleng. "Bukan itu jawaban yang Amor inginkan dari papa. Amor kembali karena diselamatkan oleh Dion. Tapi tentu saja kami dibantu adiknya Steven. Karena Stenly tak ingin reputasi kakaknya tercemar." ujar Amora. "Tapi aku hanya ingin tahu mengapa ia melakukan itu pa, Steven bilang papa menyembunyikan Amor darinya. Ia bilang ingin menikahi Amor karena menyukaiku." sambungnya.
"Dasar pria gila, aku tak akan membiarkan putriku jatuh di tangan pria arogan itu. Dengarkan papa Amor, Steven sama sekali tak ada hubungannya denganmu. Papa bekerja sama dengannya di penambangan emas di Medan. Saat ini, kami belum mencapai kesepakatan tentang lokasi penambangan baru disana karena Steven meminta harga yang sangat tinggi. Papa menghindarinya sudah beberapa bulan dan papa tentu saja tidak ingin kau terlibat. Tapi berani sekali ia mencari informasi tentangmu dan menculikmu. Papa akan memberinya pelajaran." jawab Hengky.
"Amor tidak memperpanjang masalah ini di kantor polisi, karena Amor tahu ada yang terjadi diantara kalian. Steven juga memperlakukan Amor dengan baik. Tapi Amor tidak ingin menikah dengannya pa, pria itu lebih keras dari papa." ujar Amora membuat Hengky terkejut.
Hengky tertawa. "Jadi papa ini keras menurutmu?" tanyanya.
__ADS_1
Amora menunduk, ia takut ayahnya marah sekarang.
"Amor, kau tahu seberapa besar sayangku padamu. Aku ingin yang terbaik untuk putriku, menjadi chef adalah hal yang aku benci. Karena setiap melihatmu memasak aku akan merasakan sakit luar biasa. Kau tahu kenapa? Itu karena aku selalu teringat dengan mama mu, orang yang paling aku cintai di dunia ini, wanita yang mengingkari janjinya untuk hidup menua denganku. Ia justru meninggalkan aku saat kau berada pada pilihan hidupmu. Sampai sekarang aku masih membenci takdir kami. Mama mu merahasiakan penyakitnya dariku, aku sangat mencintainya. Aku sangat terpukul saat mengetahui semua itu. Ia meninggalkan kita tanpa mengatakan apapun. Itulah mengapa aku tak ingin mengingat mama mu pada dirimu Amor." ujar Hengky tak terasa air matanya menetes. "Tapi kau diam diam menjadi chef di Novotel. Kau tak menuruti perkataanku." sambungnya.
Amora ikut menangis mendengar ucapan ayahnya. Jadi inilah alasan mengapa ia tak boleh menjadi chef. Amora memeluk ayahnya sambil menangis.
"Maafkan Amor pa, maaf jika apa yang aku lakukan mengingatkan papa pada mama. Amor tak tahu jika perasaan papa seperti itu. Tapi Amor benar benar menyukai memasak pa. Amor tak bermaksud menyakiti papa." jawab Amora.
Hengky mengelus punggung putrinya. "Papa yang salah, papa yang tak bisa melupakan mama mu Amor." jawab Hengky.
Beberapa menit mereka hanya terdiam, keheningan terjadi di ruangan itu.
"Papa akan memberi pelajaran pada Steven, kau urus saja urusanmu dengan Dion. Oh ya, Novotel sekarang bekerja sama dengan kita. Kau yang akan menanganinya Amor. Papa harap kau mau mengambil alih perusahaan dan hotel. Papa semakin tua, papa membutuhkanmu. Keluarlah dari Novotel, kau boleh menjadi chef hotel kita. Tapi dengan syarat kau bisa membagi waktumu sebagai CEO yang baru di Sheraton grup nanti." ujar Hengky.
Amora terkejut dengan perkataan ayahnya. Ia tak bisa berkata apa apa sekarang. Kerja sama antara Dion dan ayahnya itu membuat Dion masih marah sekarang. Ia sangat bingung harus menjawab apa.
"Jangan membantah, besok aku akan memperkenalkanmu pada publik. Bersiaplah menjadi CEO Sheraton. Sekarang beristirahatlah dengan baik. Papa juga sudah lelah." ujar Hengky lagi seraya meninggalkan Amora.
Amora masih terpaku, bagaimana ia bisa menghadapi Dion. Kekasihnya sangat terkejut saat mengetahui rahasianya. Dan sekarang tentu saja Dion akan semakin terkejut jika tahu Amora akan menangani kerja sama ini.
Ya Tuhan, Dion aku sangat merindukanmu sekarang. Tak bisakah kau memaafkanku. Aku benar benar baru mengetahui jika kau dan papa bekerja sama. Aku benar benar tak berniat membuatmu bodoh. gumam Amora.
Kali ini Amora juga bingung bagaimana cara mengatakan hubungannya dengan Dion pada ayahnya. Apakah ayahnya akan menyetujui hubungan mereka atau akan menolaknya. Ayahnya sudah tahu pekerjaannya, jika ayahnya tahu soal hubungan mereka, apakah ayahnya akan tetap bekerja sama dengan perusahaan Dion Pranadja. Amora hanya menghela nafasnya dengan berat lalu meninggalkan ruang kerja tersebut menuju kamarnya. Hari ini juga ia harus menemui Dion. Tapi ia teringat dengan Diana, jadi ia akan mengunjungi keluarga Dion saja.
__ADS_1
*****
Happy Reading All...😘