
Sesampainya di perusahaan Amora, Dion segera menuju kantor kekasihnya tanpa mengindahkan sapaan karyawan yang sudah mengenalnya, sikap arogannya kembali muncul seperti saat ia berada di perusahaannya sendiri. Dion tak bertemu siapapun di kantor Amora. Wanita itu tak ada di ruangannya, dan ponselnya ada di atas meja.
Jadi ini yang membuatmu mengabaikan panggilanku Amor. gumam Dion kesal.
Dion menunggu hampir setengah jam di ruangan itu, dan akhirnya Amora kembali dan sangat terkejut saat melihat Dion.
"Sejak kapan kau kemari sayang?" tanya Amora.
"Sudah hampir satu tahun." ejek Dion.
"Oh ayolah, jangan marah terus menerus." rayu Amora. "Kau mau minum apa?" tanyanya.
"Aku tidak haus Amor, lihatlah ponselmu." perintah Dion.
Amor menuju mejanya dan melihat ponselnya, ada 2 panggilan tak terjawab dari ayahnya dan 15 kali dari Dion.
"Ada apa sayang?" tanya Amora.
"Papa akan kembali 2 hari lagi, dan aku akan membantumu bekerja. Apa yang kau lakukan sampai tak membawa ponselmu?" tanya Dion.
Amora terkejut. "Papa akan kembali 2 hari lagi, tapi kenapa? Aku sangat sibuk Dion, aku sengaja menyelesaikannya hari ini agar aku bisa memenuhi janjiku padamu untuk bekerja sehari lagi sebelum kita menikah." jawabnya.
Dion menatap Amora dengan tajam lalu menariknya kedalam pelukannya. "Maafkan aku sayang, mungkin aku terlalu egois sehingga menempatkanmu dalam kesulitan." ujarnya.
Amora membalas pelukan Dion. "Tapi kau memang benar Dion, aku harus beristirahat sebelum hari pernikahan kita." ujar Amora. "Tapi setelah tahu papa baru kembali 2 hari lagi, mungkin aku harus mengingkari janjiku padamu." sambungnya sedih.
Dion mengangguk. "Izinkan aku membantumu, papa yang memintanya. Tapi aku tidak yakin dengan perusahaanmu, aku tak memiliki hak ikut campur di perusahaan ini." ujar Dion.
"Aku yang memberikan hak itu, karena kau akan menjadi suamiku Dion." jawab Amora. "Tapi aku tak mungkin merepotkanmu, aku bisa mengerjakannya sendiri." sambungnya.
"Dan membuat kau akan lelah dan jatuh sakit, jadi kau benar benar ingin membatalkan pernikahan kita." ujar Dion.
"Hari hari mendekati pernikahan semakin berat, kita selalu saja bertengkar karena perdebatan dan selisih paham. Dion, aku lelah." kata Amora.
Dion kembali memeluk Amora. "Maafkan aku sayang, aku salah. Aku akan membantumu sebisa mungkin Amor, jangan menolaknya." ujar Dion.
Amora akhirnya mengangguk. "Baiklah jika kau ingin membantuku, aku hanya bisa menerimanya. Apa kau sudah makan siang?" tanyanya.
Dion menggeleng. "Aku sangat khawatir karena kau tak mengangkat ponselmu Amor, jadi aku terburu buru kemari." jawabnya.
"Chef Amor akan melayani anda tuan, silahkan ikut aku ke restoran." goda Amora.
__ADS_1
Dion tertawa. "Kau mengingatkanku saat kau menjadi chef di Novotel sayang, aku tertarik padamu sejak pertama kali bertemu. Jadi aku berusaha bagaimana caranya kau selau dekat denganku, aku mengerjaimu agar menyiapkan 3 kali makanku. Dan maaf atas perlakuan Grace padamu sayang." ujar Dion.
"Jadi kau sengaja agar aku menyiapkan 3 kali makan dan mengantarkannya langsung padamu agar kau selalu bertemu denganku." ujar Amora tak menyangka. "Kalau soal Grace lupakan saja, aku sudah memaafkannya Dion." sambungnya.
Dion mengangguk. "Dan saat kau mengundurkan diri, aku rasanya ingin membakar Novotel. Jadi aku berusaha membawamu kembali walaupun ada syarat yang kau ajukan untuk berhenti membuat dan mengantarkan makanan untukku." ujar Dion.
"Dan akal mu memang sangat banyak Dion, aku berhenti mengantarkan makanan padamu tapi kau yang datang menemuiku. Apa bedanya itu?" tanya Amora.
Dion tertawa dengan keras. "Tentu saja berbeda, yang sama adalah perasaanku terhadapmu sampai kapanpun tak pernah pudar sayang." jawabnya.
"Hem gombal, ayo kita makan." ajak Amora.
Dion mengangguk seraya mengikuti Amora ke restoran untuk makan siang.
"Ya ampun aku lupa pak Jojo." ujar Dion.
"Hubungi pak Jojo agar makan siang disini." kata Amora.
"Dunia akan runtuh jika pak Jojo mau makan di tempat seperti ini Amor." jawab Dion lalu menghubungi pak Jojo untuk makan siang.
"Jadi selama ini pak Jojo tidak mau makan di restoran mewah." kata Amora.
Dion mengangguk. "Nasi warung Padang kesukaannya." jawabnya.
"Aku suka kau gemuk, agar semakin empuk saat aku memelukmu." goda Dion.
"Kau kira aku roti." jawab Amora membuat Dion tertawa.
Karyawan Sheraton menatap keduanya, suara tawa Dion membuat perhatian mereka lebih intens pada keduanya.
"Lihat yang kau lakukan Dion, mereka menatap kita." bisik Amora.
"Biarkan saja, CEO Sheraton sedang jatuh cinta pada CEO Novotel." ujar Dion.
"Ciiih, kau terlalu percaya diri. Bukankah kau yang jatuh cinta padaku." jawab Amora.
"Baiklah aku mengakuinya sayang." kata Dion.
Amora terkikik menahan tawanya. Keduanya sampai di restoran, tentu saja kedatangan keduanya membuat manager hotel terkejut karena Amora tak memberitahunya terlebih dahulu.
"Tak apa pak Sandi, aku hanya ingin makan siang." ujar Amora.
__ADS_1
"Setidaknya bu Amor memberitahu kami." jawab pak Sandi sambil membawa keduanya ke ruang VVIP.
"Tidak masalah, aku juga akan ke dapur. Calon suamiku ingin masakanku hari ini, benarkan pak Dion." goda Amora.
Dion menggeleng. "Kau tidak boleh lelah sayang, biarkan chef Sheraton yang membuat makan siang kita. Duduklah." pinta Dion.
Amora menghela nafasnya. "Baiklah, pak Sandi siapkan makanan untuk kami." pintanya.
Pak Sandi mengangguk dan meninggalkan ruangan untuk menyiapkan makan siang mereka.
"Kau bosan dengan masakanku." ujar Amora kesal.
"Kau bicara apa sih, aku kan sudah bilang padamu agar tidak kelelahan. Jika kau memasak, itu akan menambah pekerjaanmu hari ini." jawab Dion.
"Kau terlalu berlebihan Dion, aku bukan wanita lemah yang mudah sakit." kata Amora kesal.
"Aku tahu itu Amor, kau memang kuat. Terlalu kuat sehingga kau lupa menjaga diri. Kau pikir tubuh orang itu tak butuh istirahat." kata Dion.
"Baiklah aku menyerah tuan, aku tak bisa berdebat terus denganmu. Kau cukup keras kepala." ujar Amora.
"Sepertinya sama sepertimu." ejek Dion.
"Terserahlah." kata Amora.
Mereka berhenti berdebat saat pelayan mulai masuk dengan berbagai macam makanan yang disuguhkan pada keduanya. Pak Sandi dan chef Sheraton menghampiri mereka.
"Ini semua menu special hotel kita pak Dion." ujar pak Sandi.
Dion menatap makanan di mejanya. "Ini terlalu banyak, bagaimana caraku menghabiskan semuanya?" tanya Dion.
"Kalian boleh pergi, terima kasih." ujar Amora. "Kau harus menghabiskan semuanya Dion, walaupun bukan aku yang memasak, tapi semua ini resep dariku." sambungnya saat manager dan chef nya keluar.
"Bukan kau yang menjadi gemuk sayang, tapi aku." jawab Dion.
Amora tertawa mendengar ucapan Dion, ia menghentikan tawanya saat Dion terus menatapnya. "Ada apa?" tanyanya.
"Jangan menggodaku dengan tawamu sayang, aku akan berpaling dari makanan ini kepadamu. Apa kau mau menjadi makan siangku?" tanya Dion.
"Hentikan Dion, ayo makan. Aku masih banyak pekerjaan." ajak Amora.
Dion mengangguk, keduanya saling menikmati makan siang mereka.
__ADS_1
*****
Happy Reading All...😘