Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 35


__ADS_3

Dion mendinginkan tubuhnya dibawah shower kamar mandi, tubuhnya yang mulai panas sejak kehadiran Amora di apartemennya harus ia dinginkan mengingat kekasihnya belum siap. Jadi ia harus sabar menunggu sampai hari pernikahan mereka. Beberapa menit setelah ia bisa menenangkan pikirannya di kamar mandi, Dion keluar dan menatap wajah lembut di ranjang itu. Wanita yang sangat ia cintai sekarang sedang tertidur pulas. Hampir saja mereka melewati batas pacaran malam ini, untung saja Amora menghentikannya.


Dion terus menatap wajah Amora.


Sangat cantik... Aku tak bisa membayangkan jika kau tak bersamaku Amor. gumam Dion.


Ia merebahkan tubuhnya di samping Amora, ia mengelus pipi lembut itu dan mencium kening Amora, semakin lama matanya pun ikut terpejam.


*****


Dion meraba ranjangnya yang dingin dan kosong, lalu ia terkejut tak mendapati kekasihnya di ranjang. Dion segera terbangun dan menemukan surat di meja samping ranjangnya.


Selamat pagi sayang, sarapan sudah aku siapkan. Aku ada meeting pagi ini, jadi aku berangkat tanpamu. Aku tak ingin membangunkanmu pagi pagi. Kau hati hati jika pulang, salam buat mami dan papi. Yang tersayang Amora Marco.


"heeeem, kau pulang tanpaku sayang. Kau terlalu mandiri." gumam Dion.


Ia bangun dan langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya sebelum kembali ke rumahnya. Setelah ia selesai mandi, ia terkejut melihat menu sarapan di meja.


"Ya Tuhan Amor, bagaimana aku bisa menghabiskan sarapan sebanyak ini." ujarnya sendiri.


Dion duduk dan menikmati sarapan yang sangat enak yang dibuat oleh Amora, ia beruntung mendapatkan wanita cantik dan pintar memasak. Beberapa makanan ia masukkan pada wadah untuk dibawanya pulang.


"Mami pasti sangat menyukai makanan ini." gumamnya.


Suara ponselnya membuatnya terkejut, pak Haryo menghubunginya.


"Halo..." jawab Dion.


"Maaf mengganggu pak Dion, apakah anda hari ini siap datang ke Novotel?" tanya pak Haryo.


"Tentu saja pak, aku akan datang dan memulai pekerjaanku. Karena aku akan cuti kembali." jawab Dion.


"Baik pak Dion, kami tunggu kedatangan anda. Ada beberapa klien yang ingin segera bertemu anda." ujar pak Haryo.


"Baiklah, sampai nanti." jawab Dion seraya mematikan ponselnya.


Dion segera menuju rumahnya untuk mengganti pakaiannya. Jarak rumahnya dari apartemen hanya setengah jam. Dion sampai di rumah keluarga Pranadja.


"Pagi mi." sapa Dion saat melihat ibunya sedang menyiram tanaman.


"Pagi sayang, kau menginap di apartemen?" tanya Diana.


Dion mengangguk lalu mengecup pipi Diana. "Aku bersama menantumu, tapi mami tak usah khawatir. Kami tidak melakukan apapun. Ini sarapan yang dibuat Amor, aku tak bisa menghabiskannya." jawabnya.


Diana tersenyum dan menerima makanan yag dibungkus oleh Dion. "Apapun yang kalian lakukan, kalian harus bertanggung jawab sayang. Mami percaya padamu." ujarnya.


"Aku akan segera ke Novotel, ada meeting penting. Pak Jojo sudah datang kan?" tanya Dion.

__ADS_1


"Pak Jojo sudah datang dari pagi, tapi ia langsung melihat kuda barumu. Dimana Amor?" tanya Diana.


"Amor sudah ke perusahaannya, Dion saja ditinggalkannya." jawab Dion kesal.


"Itu bukan salahnya, tapi salahmu yang bangun sangat siang sayang." ujar Diana.


"Lagi lagi Amor mendapat pembelaan, baiklah aku sedikit terburu buru." ujar Dion seraya masuk ke rumahnya.


Dion berganti pakaian dan menghubungi pak Jojo.


"On the way pak." ujar Dion.


"Siap den." jawab pak Jojo.


Dion mematikan ponselnya dan turun lagi. Kali ini ia bertemu ayahnya.


"Pagi pi." sapa Dion.


"Pagi Dion, oh ya papi ingin berbicara soal.pak Darwin." ujar William.


Dion menggeleng. "Aku tak mau berurusan lagi dengannya, jadi apapun keputusan papi, Dion akan setuju." jawabnya.


"Baiklah, tapi jangan salahkan keputusan papi nanti." ujar William lagi.


"Tidak akan pi, aku tahu papi bisa memisahkan masalah pribadi dan bisnis. Aku berangkat sekarang, ada meeting penting. sampai nanti." ujar Dion.


Dion kembali mencium pipi ibunya. "Sampai nanti mi."


"Hati hati sayang." jawab Diana.


Dion mengangguk, disana pak Jojo sudah menunggunya. Mereka berangkat ke Novotel, hari ini adalah hari pertama kembalinya Dion ke perusahaan.


*****


Amora sudah menyelesaikan meetingnya, ia sekarang sedang di kantornya dan menatap laptop dengan serius. Yang ia cari ternyata pengalaman malam pertama. Ia sangat serius menatap layar itu, ia ingin tahu seperti apa malam panjang itu. Ada beberapa komentar yang membuatnya bergidik.


Apakah sesakit itu malam pertama, tapi mengapa banyak dari mereka yang terus terusan melakukannya. Jika malam pertama itu indah, mengapa ada yang sampai menangis dan menjerit. Ya ampun, mengapa aku begitu tak tahu soal ini. gumam Amora.


"Bu Amor, ada yang ingin bertemu dengan anda." ujar sekertarisnya membuat ia terkejut. "Maaf bu, aku sudah mengetuk pintu anda berkali kali, tapi anda tak dengar." sambungnya.


"Ah iya tak apa apa Vina. Siapa yang ingin bertemu denganku?" tanya Amora.


"Namanya Dori, ia bilang chef Novotel." jawab Vina.


"Benarkah? Suruh ia segera masuk." pinta Amora.


"Baik bu." jawab Vina.

__ADS_1


Tak lama kemudian Dori masuk. "Chef Amor..." teriaknya.


"Dori, ya Tuhan bagaimana kabarmu?" tanya Amora.


"Aku sangat baik chef, walaupun restoran tak seramai saat ada chef Amor, tapi itu sudah membuatku sibuk seharian." jawab Dori.


"Syukurlah, bagaimana kabar yang lain dan ada apa tiba tiba mengunjungiku?" tanya Amora.


"Mereka semua baik chef, aku kemari karena menu baru. Ini aku bawakan makanannya, aku hanya ingin minta pendapat chef Amor soal rasanya." jawab Dori.


Amora tertawa membuat Dori sangat mengagumi kecantikannya. "Kau jauh jauh datang kemari hanya untuk ini." ujarnya.


Dori mengangguk. "Apa aku mengganggumu chef?" tanyanya.


Amora menggeleng. "Tidak Dori, tapi mengapa kau sangat percaya padaku. Bagaimana jika aku mengambil resepmu dan menjualnya disini?" tanyanya. "Dan kau sudah menjadi chef ahli, kau tak perlu masukan dariku lagi." sambungnya.


"Sayangnya aku akan terus mengganggumu soal seperti ini chef, tolong bantu aku." ujar Dori memohon.


"Baiklah biar aku coba." jawab Amora seraya mencicipi masakan Dori. Ia mencoret dan menambahkan catatan pada buku resep yang Dori miliki, Amora menjelaskan secara detail semuanya. "Apa kau sudah mengerti?" tanyanya.


"Terima kasih banyak chef, kau memang yang terbaik." ujar Dori.


"Apa kau mau makan di restoranku?" tanya Amora.


Dori menggeleng. "Hari ini pak Dion akan kembali bekerja chef, aku tak mau terlambat. Lain kali pasti aku akan main ke Sheraton Restaurant." jawabnya lalu mendekati Amora. "Selamat atas kabar pernikahanmu." bisiknya.


Amora terbelalak. "Bagaimana kau bisa tahu?" tanyanya.


"Kami sangat update soal asmara pak Dion dan anda chef, aku berharap bisa jadi chef anda di acara pernikahan kalian nanti." harap Dori.


"Tidak Dori, aku ingin kau menjadi tamuku. Jangan lagi menjadi chef di acara bahagiaku itu. Kau adalah teman yang aku sukai." jawab Amora.


"Tapi aku sangat senang jika bisa menjadi chef anda." ujar Dori.


"Baiklah akan aku pikirkan, doakan saja agar semuanya berjalan dengan lancar." ujar Amora.


"Pasti nyonya Dion Pranadja." jawab Dori sambil tertawa. "Aku pamit, terima kasih untuk masukanmu." sambungnya.


"Sama sama Dori, senang bisa bertemu denganmu kembali." jawab Amora.


Dori meninggalkan kantor Amora. Amora menyenderkan tubuhnya di sofa dan menatap langit langit.


Nyonya Dion Pranadja...


Itulah yang sedang Amora pikirkan sambil tersenyum, Dion belum menghubunginya sejak pagi. Mungkin pria itu mulai sibuk. Amora bersiap siap menuju restoran karena pekerjaannya sudah selesai sebagai CEO.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2