Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 14


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di cafe itu hah?" bentak Dion. "Kau harusnya mengatakan padaku jika ayahnya Grace mengancammu. Apa yang akan kau lakukan jika aku tak ada disana." tanya Dion lagi.


"Aku tak tahu jika pria itu tak sopan. Aku pikir ia ingin mengatakan sesuatu yang penting." jawab Amora.


"Ya Tuhan Amor, mengapa kau sepolos itu. Kau tentu tahu, jika mengenai putrinya tentu saja ia akan mengancammu. Ini juga ada hubungannya denganku, aku memiliki urusan didalamnya. Dan aku juga memiliki urusan denganmu." ujar Dion dipenuhi amarah.


"Apa maksud anda pak?" tanya Amora.


Dion menghela nafasnya. "Aku memutuskan pertunangan dan kerjasamaku dengan Grace, selain aku tak mencintai wanita itu, aku juga menyukaimu Amora. Aku jatuh cinta padamu." jawab Dion.


Amora membelalakkan matanya, ia tak menyangka CEO nya akan mengatakan itu. Amora tak bisa berkata apapun. Dion memegang tangannya.


"Aku tak perlu jawabanmu sekarang, pikirkanlah perkataanku dengan matang Amor. Tapi kau harus ingat mulai hari ini urusanmu adalah urusanku juga. Sekarang kau kembalilah bekerja, aku akan mengurus tua bangka sialan itu." ujar Dion.


Amora kebingungan, kakinya sangat enggan meninggalkan kantor Dion. Ia ingin sekali memeluk CEO tampan itu. Ia bukan wanita yang kuat, ia masih memiliki rasa takut saat ayah Grace menyentuhnya. Tiba tiba tubuhnya bergidik.


Dion memperhatikan punggung Amora, ia tahu wanita itu ketakutan. Dion menariknya dan memeluk Amora. Ia mengelus punggung wanita itu. Amora terdiam dan akhirnya membalas pelukan Dion.


"Maafkan aku, aku malah menambah ketakutanmu Amor. Jangan melakukan apapun sendirian lagi, aku ada untukmu." ujar Dion.


Amora mengangguk, ia merasakan ketenangan dipelukan CEO nya. Ia tak perduli dengan statusnya sebagai bawahan Dion.


"Kembalilah ke restoran, aku akan mengantarmu pulang. Jangan naik kendaraan umum, aku yakin kau masih dalam bahaya sekarang. Pria itu tak akan terima penolakanmu." sambung Dion lagi.


Amora menggeleng. "Aku membawa mobilku sendiri." jawabnya membuat Dion terkejut.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengikutimu dari belakang." ujar Dion.


"Tidak usah pak, aku baik baik saja." jawab Amora lagi.


Dion menggeleng. "Aku memaksa." katanya datar.


"Ada sesuatu yang harus aku hindari di rumah, itulah mengapa aku menyembunyikan alamatku yang sebenarnya. Tapi aku harus kembali sekarang, nanti aku akan menceritakannya padamu." ujar Amora.


"Apakah sekarang kita pasangan?" tanya Dion.


Amora tersenyum dan mengangguk. "Aku juga menyukai anda pak Dion." jawabnya.


Namun ia segera berlari keluar kantor Dion, jawaban itu membuat jantung Dion berdetak sangat keras. Ia tak menyangka perasaannya terbalas, ia tersenyum bahagia sekarang.

__ADS_1


*****


Darwin melempar barang barangnya di kantor, ia tak terima penghinaan Dion Pranadja. Ia segera menghubungi William Pranadja. Ia ingin membuat perhitungan pada pria itu.


"Apa kabar sobat, ada angin apa kau menghubungiku?" tanya William.


"Kita bertemu sekarang di tempat biasa, aku ingin mempercepat pernikahan putriku." jawab Darwin kesal.


"Kau baik baik saja kan? Aku rasa ada sesuatu yang membuatmu kesal Darwin." ujar William.


"Putramu sungguh keterlaluan, ia menghinaku dan memutuskan pertunangan secara sepihak." jawab Darwin.


William sangat terkejut. "Apa itu benar? Baiklah aku akan bertemu denganmu Darwin. Kau tenanglah, aku akan menghubungi putraku." ujarnya.


"Itu tidak perlu William, bukankah keputusan semua ada ditanganmu. Aku hanya ingin kita mempercepat pernikahan ini." ujar Darwin.


"Baiklah, sore ini kita bertemu." jawab William seraya mematikan ponselnya.


Ya Tuhan, apalagi yang dilakukan Dion. Anak itu selalu membuat masalah. gumamnya.


"Ada apa sayang? Kau terlihat sangat kesal." tanya Diana.


"Tidak, itu tidak mungkin." ujar Diana sambil menggeleng.


"Apa maksudmu Dian?" tanya William.


"Kau tahu putra kita tak mencintai Grace, aku mohon biarkan putra kita bahagia Willi. Jangan paksakan perjodohan ini." pinta Diana.


"Kau sudah gila, putra kita sudah mengumumkan pertunangan ini ke publik. Jangan mempermalukan keluarga Pranadja. Kau terlalu memanjakan Dion, kau tahu kerja sama perusahaan kita dengan Darwin sangatlah penting Dian." bentak William.


"Mengapa kau menjual putra kita satu satunya demi perusahaan Willi. Kau tak pernah memikirkan kebahagiaannya." bentak Diana marah.


"Ya Tuhan, Dion setuju saat perjodohan ini. Itu bukan hanya salahku." jawab William.


"Itu sebelum ia menemukan cintanya Willi. Dion saat itu masih polos, ia belum mengerti soal cinta." ujar Diana.


"Ini pasti karena chef Amor kan? Aku tahu kedatangan chef itu merusak segalanya. Chef Amor tak bisa menjamin perusahaan kita Dian." jawab William.


"Terserahlah, aku selalu kalah denganmu. Tapi asal kau tahu, aku lebih menyukai Amora dibanding Gracia. Wanita itu lebih sopan dari Grace. Aku butuh menantu yang tidak hanya berpura pura baik. Aku bisa menilai semua itu. Aku seorang ibu, aku bisa merasakan mana yang tulus dan tidak." bentak Diana seraya meninggalkan William.

__ADS_1


"Kau mau kemana Dian?" teriak William.


Namun Diana tak menghiraukan panggilan suaminya. Ia sangat marah dengan sikap keras suaminya itu. Ia ingin menemui Amora di restoran, ia sangat merindukan wanita cantik itu.


*****


"Apa yang kau lakukan Dion, mami kesal menghadapi kemarahan papi." ujar Diana, ia mengunjungi putranya langsung.


"Pria sialan itu pasti mengatakan cerita palsu, Darwin melecehkan Amora mi. Ia meminta Amora bertemu dengannya di cafe depan itu. Ia mengancam Amora supaya menjauhi Dion, tapi yang lebih mengesalkan pria tua bangka itu meminta Amora pindah ke hotelnya dan menjadi miliknya. Pria gila, untung saja Dion ada disana. Kebetulan sekali Dion bertemu klien di cafe itu." ujar Dion.


"Apa??? Amora dilecehkan ayah Grace, ia sudah gila. Amora seumuran dengan putrinya. Lalu bagaimana keadaan Amora sekarang?" tanya Diana lagi.


Dion menghela nafasnya. "Saat itu Dion sudah tidak tahan, jadi aku menyelamatkannya tepat waktu. Saat itulah aku memutuskan pertunangan dengan Grace yamg membuat Darwin murka." jawab Dion. "Tapi ada hikmah dibalik semua, aku bisa mendapatkan Amora mi." sambungnya.


"Maksudmu Amora mau menjadi kekasihmu?" ujar Diana tak percaya.


Dion mengangguk. "Ternyata wanita itu menyukai Dion juga." ujarnya sambil tersenyum.


"Mami setuju, mami ingin ia menjadi menantu mami bukan hanya sekedar kekasihmu Dion." kata Diana.


"Ya Tuhan mi, jangan terburu buru. Itu akan membuat Amora ketakutan." jawab Dion.


Diana tertawa. "Mami terlalu bersemangat, entah mengapa mami sangat nyaman didekat Amora." lalu Diana menghela nafasnya. "Kau tangani lah papi mu Dion, mami lelah berdebat dengannya. Papi mu sangat keras kepala. Sore ini ia akan bertemu pak Darwin dan berencana mempercepat pernikahan kalian." sambungnya.


"Itu tidak akan terjadi mi, aku sudah mendapatkan kelemahan perusahaan Grace dan tujuannya bekerja sama dengan kita. Aku sudah bekerja sama dengan hotel Sheraton. Dan itu sepadan dengan hotel Kurnia milik Grace." jawab Dion.


Diana kembali tertawa. "Itulah mengapa mami sangat bangga padamu Dion. Kau memang putra mami yang sangat hebat. Jadi selama ini kau mencurigai pak Darwin, papi harus tahu kebenarannya." ujarnya.


"Biar Dion yang menyelesaikannya mi." ujar Dion.


Diana mengangguk. "Baiklah, mami ingin menemui menantu mami. Sampai jumpa di rumah sayang."


"Hati hati mi, salam buat kekasihku." jawab Dion seraya tertawa.


Diana meninggalkan kantor Dion, lalu menuju restorannya.


*****


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2