Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 23


__ADS_3

Kepolisian Medan sangat membantu perjalanan keduanya sampai ke Lampung. Amora meminta untuk tidak memperpanjang masalahnya karena ia ingin tahu hubungannya dengan ayahnya. Kepolisian tak mempersulitnya, namun jika ada sesuatu yang terjadi lagi berhubungan dengan Steven, maka pihak kepolisian siap membantunya. Dion sangat marah pada keputusan Amora yang meminta damai.


"Kau tahu, kau hampir terluka dan aku hampir gila dibuatnya. Mengapa kau malah ingin menutup kasus ini?" tanya Dion saat berada dalam pesawat.


"Aku ingin tahu semuanya dari ayahku Dion, aku tak bisa bertindak gegabah. Ini semua berhubungan dengan keluargaku. Kau tak tahu seberapa kerasnya ayahku." jawab Amora.


"Apa ayahmu akan mementingkan bisnisnya daripada anaknya sendiri. Siapa ayahmu dan kalian memiliki usaha apa?" tanya Dion.


"Aku harus mengatakannya sekarang padamu, tapi kau jangan berpikir macam macam Dion. Aku masuk ke hotelmu bukan sedang menyelidikinya, aku benar benar ingin menjadi chef." jawab Amora.


"Apa hubungannya dengan pertanyaanku Amor." ujar Dion.


Amora menatap Dion. "Dion, aku putri tunggal dari Hengky Marco pemilik hotel Sheraton." jawab Amora.


"Apa? Kau putri Hengky Marco?" tanya Dion tak percaya.


Amora mengangguk. "Maaf, bukan maksudku untuk membohongimu. Tapi aku lah pewaris tunggal Sheraton grup dan hotelnya." jawab Amora lagi.


Dion tertawa tak percaya membuat Amora semakin takut melihat sikapnya. "Luar biasa, suatu kebetulan yang benar benar luar biasa Amor. Entah ini anugerah atau menjadi musibah buatku. Aku melepas Grace karena sudah bekerja sama dengan Sheraton grup, dengan ayahmu. Dan ternyata putri tunggalnya kekasihku yang bekerja sebagai chef di hotelku. Ini gila..." ujarnya.


Amora terbelalak, sikap Dion sangatlah menakutkan sekarang. Ia tahu jika Dion sudah bertemu dengan ayahnya. "Jadi kau sudah bekerja sama dengan ayahku, aku pikir saat itu kalian belum sepakat." ujar Amora.


"Bukan itu poinnya Amor. Tapi kau... Bagaimana jika ayahmu tahu kau bekerja sebagai chef di hotelku dan diculik disana. Apa kau pikir ayahmu akan menerimanya? Dan apa ayahmu akan diam setelah tahu kau juga kekasihku." bentak Dion.


"Aku tak akan membiarkan ayahku tahu aku bekerja di Novotel, makanya saat itu aku tak menemui tamu yang kau bawa ke restoran, saat itu aku pura pura sakit karena aku tahu tamumu itu ayahku." jawab Amora.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kita?" tanya Dion marah.


Amora hanya terdiam sesaat. "Aku akan memberitahunya setelah semuanya sudah baik baik saja. Aku hanya menunggu ia pulang dari luar negeri." ujar Amora.


"Dan aku bersiap siap dibunuh oleh ayahmu. Sampai semuanya selesai, kau jangan datang ke hotelku." jawab Dion.


Perdebatan mereka di pesawat mengundang perhatian penumpang yang lain jadi akhirnya mereka diam sampai pesawat landing. Dion membawa Amora ke rumahnya. Lalu menurunkannya begitu saja tanpa ada kata apapun darinya. Dion sangat marah dan meninggalkan Amora. Amora hanya bisa menatap mobil Dion yang menghilang dari kejauhan.

__ADS_1


*****


Dion sampai dirumahnya sendiri, William dan Diana sudah menunggunya. Diana mengejar Dion saat putranya sudah sampai.


"Dimana Amor sayang, apa ia baik baik saja. Bagaimana keadaannya?" tanya Diana.


"Untuk semua pertanyaan mami, ia baik baik saja." jawab Dion datar.


William dan Diana terkejut melihat sikap putranya yang aneh. "Ada apa sayang? Kau kenapa?" tanya Diana lagi.


"Aku lelah, aku ingin istirahat." jawab Dion sambil melangkah menuju kamarnya.


"Tunggu Dion, kau tak bisa seperti ini." ujar William. "Ada apa sebenarnya?" tanyanya.


"Apa kalian tahu siapa Amor sebenarnya?" tanya Dion.


William dan Diana terdiam dan saling memandang. Dion menatap ekspresi kedua orangtuanya. Lalu ia tertawa. "Jadi akulah yang paling bodoh disini. Kalian sudah tahu siapa Amor." ujar Dion.


"Maafkan mami Dion. Mami tahu saat mami bertemu terakhir kali dengan Amor. Mami pikir biarkan kau yang mengetahuinya sendiri." jawab Diana.


Hari semakin sore, Dion tak bisa berdiam diri di rumah. Karyawan hotel pasti juga ingin mengetahui kabar Amora. Jadi ia keluar lagi menuju Novotel.


"Tunggu nak, kau mau kemana?" tanya Diana.


"Aku akan bekerja." jawab Dion datar.


"Kau pasti lelah setelah menyelamatkan Amor. Lebih baik kau istirahat di rumah." ujar William.


"Apa papi pernah melihat Dion bermalas malasan. Dan satu hal yang harus kita siapkan, kemungkinan terburuknya Sheraton grup akan membatalkan kerja sama kita. Karena Hengky Marco sangat menyayangi putrinya, sedangkan putrinya diculik di Novotel." jawab Dion.


"Itu tak mungkin Dion, kau terlalu pesimis." kata William.


"Bagaimana mungkin aku optimis pi, aku memperkerjakan putrinya sebagai chef. Dan Hengky sangat membenci pekerjaan itu." ujar Dion.

__ADS_1


"Tidak Dion, mami yakin pak Hengky adalah pria yang sangat profesional di bidang bisnis. Ia tak akan mencampur adukkan masalah putrinya dengan pekerjaan. Dan kalian adalah sepasang kekasih sekarang." ujar Diana.


"Dan itu yang membuat Dion semakin pesimis." jawabnya seraya meninggalkan rumahnya menuju hotel.


*****


"Kau lihatlah putramu sekarang, aku tahu ia sangat frustasi Willi." ujar Diana sedih.


"Kau lupa putra kita seperti apa Dian, tidak ada masalah yang tidak selesai jika ia menanganinya." jawab William.


Diana menggeleng. "Ini sangat berbeda Willi. Masalah ini menyangkut perasaan dan harga dirinya, ia sangat terluka sekarang."


"Dengarkan aku sayang, biarkan putra kita dan Amor menyelesaikannya. Aku sudah mulai menyetujui hubungan mereka. Seharusnya Dion bisa menghargai itu." ujar William.


Diana menghela nafasnya. "Aku tahu itu, tapi aku tak sanggup melihat putraku dengan wajah frustasi seperti itu Willi." ujarnya.


"Kau terlalu memanjakannya Dian, ia sudah dewasa. Biarkan ia mengatasinya sendiri." jawab William.


"Bagaimana jika semua kerjasama batal dan pak Hengky melarang hubungan mereka. Aku tak bisa membayangkan jika putra kita akan gila." kata Diana sedih.


William justru tertawa. "Apa kau yakin Dion dan Amor akan mengakhirinya. Putra kita tak akan melepaskan Amor walaupun ia tidak bekerja sama dengan Sheraton grup Dian. Kau lupa, ia mencintai Amor sebelum tahu siapa Amor sebenarnya. Amor putri tunggal pemilik Sheraton grup adalah bonus buat hubungan mereka. Kau tak perlu khawatir Dian, kau begitu menyukai Amor sampai ketakutanmu menguasai hatimu." ujar William.


"Ya Tuhan kau benar Willi, aku terlalu banyak berpikir. Dion dan Amor tak mungkin berpisah. Mereka berdua saling mencintai dan Amor adalah wanita yang baik yang pernah aku temui Willi. Aku sangat menginginkan Amor menjadi menantu kita. Bukan karena ia kaya, tapi sebelum aku tahu siapa ia pun, aku tetap menginginkannya." jawab Diana.


William menepuk pundak istrinya. "Kau jangan banyak berpikir, serahkan semuanya pada Dion Pranadja. Putraku itu selalu menjadi kebanggaan kita Dian." ujar William meyakinkan.


"Ia juga putra kebanggaanku Willi." jawab Diana.


Keduanya bisa tenang kembali, mereka akan menyerahkan semua keputusan pada putra mereka.


*****


Happy Reading All...😘

__ADS_1


Maaf sangat terlambat up...


🙏🙏🙏


__ADS_2