
"Apa kau menyukainya?" tanya Dion sambil memeluk istrinya dari belakang. Amora mengangguk. "Apa kau lelah?" tanya Dion lagi. Dan Amora kembali mengangguk.
Dion membuka reseleting gaun pengantin istrinya sehingga punggungnya yang mulus terbuka lebar. Dion mengecup pundak Amora membuat Amora bergidik.
"Mandilah sayang, lalu istirahat." perintah Dion.
Amora kembali mengangguk, tapi ia masih bergidik atas sentuhan Dion tadi. Dion membalikkan tubuh istrinya, sambil memeluknya ia membuka gaun pengantin itu sampai jatuh ke lantai. Dion mengambil jubah mandi dan memakaikannya pada Amora sambil mendorongnya perlahan menuju pintu kamar mandi.
"Aku akan menunggumu disini, aku akan membantumu mengeringkan rambutmu. Pelayan sudah menyiapkan air hangat, bersantailah sampai lelahmu hilang." ujar Dion.
"Dion, terima kasih." jawab Amora.
"Sama sama sayang." jawab Dion.
Amora masuk ke kamar mandi dan mulai berendam di bathub, ia ingin menenangkan sarafnya yang tegang dan tubuhnya yang lelah. Sedangkan Dion mulai membereskan gaun pengantin istrinya, lalu keluar dari kamarnya menuju kantornya.
Malam semakin larut, tak ada satupun karyawan yang ada disana. Dion menginginkan istrinya, tapi ia tahu jika Amora sangat lelah dan ia pun sama lelahnya. Terlebih lagi ia merasakan ketegangan istrinya saat ia mencoba menyentuhnya.
Aku tak ingin memaksanya, aku ingin ia lebih santai menghadapi malam pengantin ini. Aku menginginkannya, tapi aku tak mau menyakitinya karena ini yang pertama baginya. gumam Dion.
Dion memejamkan matanya di sofa kantor, ia tak mau merusak bunga bunga yang tersebar di ranjangnya.
*****
Sudah lebih dari satu jam, akhirnya Amora keluar dari kamarnya. Ia masih menggunakan jubah mandinya. Ia menatap kamar yang kosong itu, ia terus mencari keberadaan suaminya.
"Dion, kau dimana?" teriak Amora. "Suamiku, jangan buat aku takut sendirian disini." ujarnya. Tapi ia masih tak menemukan suaminya.
Amora keluar dari kamar itu, dan mendapati suaminya tertidur dengan pulas di sofa kantornya. Amora menghela nafasnya karena lega, ia mendekati Dion dan menepuknya dengan pelan.
"Sayang, bangunlah. Kenapa kau tidur disini?" ujar Amora.
Dion hanya bergumam tak jelas tanpa membuka matanya. Amora menatap suaminya yang masih tertidur.
Kau lebih tampan saat memejamkan mata sayang. pikir Amora.
Amora mulai mengguncang tubuh suaminya lebih keras. "Sayang, bangunlah. Kau mandi dulu, lalu tidur didalam." ujarnya.
__ADS_1
Akhirnya pria itu membuka matanya dengan perlahan dan menatap istrinya. Seketika Dion terduduk, membuatnya pusing.
"Kau ini, mengapa terkejut? Kau lupa kalau aku istrimu sekarang." ujar Amora.
Dion tersenyum. "Maaf sayang, sepertinya aku belum menyadari jika memiliki istri secantik dirimu." jawabnya.
Amora terkekeh. "Mandilah, tubuhmu penuh keringat." kata Amora.
Dion berdiri dan mengajak istrinya masuk kedalam. "Sudah berapa lama aku tertidur?" tanya Dion.
"Sepertinya sudah satu jam lebih, karena aku mandi selama itu." jawab Amora.
Dion mendudukkan Amora di depan meja riasnya, lalu mengambil hairdryer dan mulai mengeringkan rambut Amora yang panjang dan lebat. Ini pertama kalinya buat Dion, menyentuh rambut Amora seperti itu walaupun ia sering membelainya.
Amora tersenyum sendiri melihat perlakuan lembut suaminya. "Aku bisa sendiri sayang, kau lebih baik mandi." pinta Amora.
Dion menggeleng. "Biarkan aku melakukannya sayang, setelah itu baru aku mandi." jawabnya.
Amora mengangguk menuruti keinginan suaminya, tapi ia terus bergidik saat jari suaminya berkali kali mengenai leher dan belakang telinganya.
Dion terus memperhatikan rona merah pada wajah istrinya di cermin. "Kau kenapa?" tanya Dion.
"Baiklah, aku sudah selesai. Aku akan mandi sekarang. Baju tidurmu ada di lemari sayang." ujar Dion.
Amora mengangguk dan membiarkan suaminya masuk kedalam kamar mandi. Ia menghela nafasnya mengendalikan hasratnya sendiri.
Bagaimana mungkin sentuhan jarinya saja membuat aku gila, ayolah Amor suamimu sudah lelah, tak mungkin melakukannya malam ini. gumamnya sendiri.
Amora membuka lemarinya dan terbelalak saat melihat beberapa pakaian yang ada disana, gaun gaun yang sangat cantik dan seksi.
Apa Dion menyiapkan semua ini untukku? Atau ini milik Grace atau wanita yang pernah tidur dengannya. Walaupun ia tak pernah bersama wanita, tapi aku tak tahu apakah ia pernah tidur dengan wanita lain. Aku tak pernah menanyakannya, memikirkannya saja aku sangat sakit hati. pikir Amora.
Ia mengambil baju tidurnya dan terkejut kembali, baju tidurnya sangat tipis dan juga seksi. Ia mencobanya, dan benar saja lekukan tubuhnya terlihat dengan jelas dan payudaranya hampir lolos dari baju itu. Amora menghela nafasnya, ia tak ingin mengecewakan Dion jadi ia tetap memakainya, ia duduk di sofa yang ada di kamar itu sambil menunggu Dion selesai mandi.
*****
Dion sangat lama di kamar mandi, entah apa yang dilakukan pria itu disana. Amora berkali kali menguap dan akhirnya tertidur di sofa itu. Hari semakin pagi saat Amora membuka matanya, tubuhnya sudah diselimuti sedemikian rupa. Ia terbangun dan mencari keberadaan suaminya. Dan di sofa satunya lah Dion tertidur.
__ADS_1
Keduanya tak melakukan apapun malam ini, mereka melewati malam pengantin karena sama sama lelah. Amora mendekati Dion dan menyelimuti suaminya. Tapi gerakannya membuat Dion terbangun.
"Pagi suamiku." ujar Amora.
"Pagi juga istriku. Bagaimana tidurmu?" tanya Dion.
"Sangat lelap, sampai tak menyadari kalau ini sudah pagi. Aku menunggumu mandi dan ketiduran." jawab Amora.
"Maaf aku lama, aku sangat senang berendam air hangat. Saat aku keluar, aku menemukanmu tertidur di sofa. Aku tak tega membangunkanmu." ujar Dion.
"Mengapa kau tidak tidur di ranjang malah ikut di sofa?" tanya Amora.
"Aku tak ingin merusak bunga bunga itu, aku ingin tidur bersamamu disana." jawab Dion tapi tatapan Dion terus menjelajahi tubuh Amora dari atas sampai bawah.
Menyadari tatapan Dion, Amora secara refleks menutupi tubuhnya. "Baju tidur ini terlalu seksi." ujar Amora.
Dion menarik Amora hingga jatuh kepangkuannya, dan mulai membenamkan wajahnya di payudara istrinya.
"Mami yang membelinya, aku tak tahu sayang. Tapi sangat cantik di tubuhmu." ujar Dion.
Amora menelan ludahnya dan memberanikan diri bertanya. "Di dalam lemari banyak gaun, apa itu milik Grace atau..." tanya Amora ragu.
Dion menatap wajahnya tajam. "Apa hubungannya dengan Grace? Aku tak pernah berhubungan apapun dengannya Amor. Semua yang ada di lemari milikmu, aku membelinya sebagai hadiah pernikahan kita dan ada beberapa perhiasan juga disana." jawab Dion.
"Maaf." ujar Amora menyesali pertanyaannya.
Dion menarik tengkuk lehernya dan menciumnya dengan tak terkendali. "Itu hukuman buatmu, aku bukan pria yang kau pikirkan. Aku tak pernah mengajak wanita manapun diatas ranjangku. Kau lah yang akan menjadi pertama dan terakhir buatku Amor." ujarnya.
"Maaf aku meragukanmu Dion, aku hanya takut kau suka bermain main." ujar Amora.
"Apa kau mulai cemburu?" tanya Dion. Amora mengangguk tanpa ragu. Tentu saja itu membuat Dion sangat senang.
Dion ingin sekali mengajaknya istrinya bermain diranjang sekarang, tapi suara ketukan pintu mengurungkannya.
"Sepertinya pelayan mengantarkan sarapan, kau ingin mandi lagi?" tanya Dion. Amora kembali mengangguk. "Mandilah, pakai salah satu gaun itu. Aku akan membukakan pintu." sambung Dion.
Amora mengambil jubah mandinya yang tergeletak di kursi depan meja rias dan segera masuk ke kamar mandi. Sedangkan Dion membuka pintu kamar, dan benar saja 2 orang pelayan membawakannya sarapan. Kedua pelayan itu masuk sambil mendorong trolinya. Mereka terkejut saat melihat ruangan dan ranjang masih rapi seperti semula. Tentu saja itu akan menyebarkan gosip bahwa CEO nya belum melakukan malam pengantin mereka.
__ADS_1
*****
Happy Reading All...😘