Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 54 (17+)


__ADS_3

Mereka sampai di rumah Amora. Hengky Marco sudah menunggu mereka.


"Papa..." teriak Amora sambil memeluk ayahnya.


"Kau ini, sudah menjadi seorang istri tapi masih kekanak kanakan, malu pada suamimu." ujar Hengky.


"Biarkan saja, Dion juga memanjakanku." jawab Amora.


Dion tersenyum dan mencium punggung tangan ayah mertuanya. "Bagaimana pekerjaan papa?" tanya Dion.


"Tidak ada yang istimewa Dion. Tapi sebulan kedepan, aku harus mengambil alih posisi CEO lagi." jawab Hengky.


"Maaf pa, Amora akan segera kembali." ujar Amora.


"Nikmatilah perjalanan bulan madu kalian. Kalian mandilah, lalu segera turun untuk makan malam." perintah Hengky.


Amora mengangguk dan membawa suaminya ke kamar. Belum sempat menutup pintu kamar, Dion sudah menarik Amora dan mulai menciumnya. Keduanya sama sama kehabisan nafas. Dion berhenti dan menatap istrinya.


"Kau membuatku gila Amor, lebih baik aku mandi. Lalu kita segera menyelesaikan makan malam, aku tak bisa menahannya lagi sayang." ujar Dion sambil mencium keningnya, lalu masuk ke kamar mandi.


Amora mengatur nafasnya, suaminya benar benar memiliki hasrat yang sangat tinggi. Amora membereskan kopernya dan membawanya kebawah.


"Papa pinjam baju buat Dion, aku lupa membawa baju ganti buatnya." teriak Amora.


Saat itu Hengky sudah menunggu mereka di ruang santai.


"Ambil saja di lemari kamar sayang." jawab Hengky.


Amora segera mengambil baju ganti dan kembali ke kamarnya. Ternyata suaminya sudah selesai mandi.


"Gantilah bajumu dengan kemeja papa." ujar Amora.


Dion menggeleng. "Aku tak biasa memakai pakaian orang lain sayang." jawab Dion.


"Papa bukan orang lain, bajumu bau keringat. Ini..." kata Amora sambil menyerahkan bajunya. "Tunggulah dibawah, aku akan segera menyelesaikan mandiku." sambungnya.


Dion mengangguk dan membiarkan istrinya masuk ke kamar mandi. Dion segera turun menemui ayah mertuanya sambil menunggu istrinya selesai mandi.


*****


Setengah jam kemudian, mereka menikmati makan malam.

__ADS_1


"Setelah ke Jepang, lalu kemana?" tanya Hengky.


"Kami akan ke Eropa, mungkin Perancis." jawab Dion.


"Apa kalian belum menyiapkan perjalanan? Mengapa masih mungkin?" tanya Hengky lagi.


Amora menggeleng. "Tidak pa, kami sudah menyiapkannya. Tapi kami belum memutuskan ke negara mana dulu. Kami akan memikirkannya setelah sampai di Jepang."


"Papa harap setelah satu bulan, kalian segera memberi papa cucu." ujar Hengky.


"Papa hentikan." ujar Amora malu.


Dion tersenyum. "Dion akan berusaha agar Amor segera hamil pa, papi dan mami juga sangat menginginkannya." jawab Dion.


Hengky mengangguk. "Habiskan makanan kalian, papa hanya berpesan berhati hatilah saat berada di negri orang. Negara lain tidak sama dengan negara kita." ujarnya.


Keduanya mengangguk dan menyelesaikan makan malam mereka. Setelah itu, ketiganya berbincang sejenak. Malam semakin larut, Dion dan Amora berpamitan pada Hengky. Amora memeluk ayahnya dan memberinya banyak pesan agar Hengky menjaga kesehatannya.


"Kau sangat cerewet Amor, papa sudah biasa sendiri sebelum kau pulang dari Paris. Papa belum renta, papa masih kuat." ujar Hengky.


"Tetap saja, papa harus ingat pesan Amora. Amor akan sering menghubungi papa dan juga mbok Iyem untuk memastikannya. Jangan coba coba membohongi Amor." ujar Amora.


"Tentu saja, mama yang melahirkan Amor." jawabnya.


"Baiklah, sudah sana. Malam semakin larut." ujar Hengky lagi.


"Amor benar pa, papa harus menjaga kesehatan papa. Kami akan pergi selama satu bulan, besok kami berangkat dari Novotel." ujar Dion sambil berpamitan.


Amora kembali memeluk ayahnya dan berpamitan. Keduanya menuju Novotel bersama pak Jojo.


*****


"Pak Jojo biarkan kopernya di mobil, besok jemput kami jam 9 pagi." ujar Dion saat mereka sudah sampai.


"Baik den." jawab pak Jojo.


Dion dan Amora kembali menuju kantor Dion. Karena memang mereka harus melewati kantor menuju kamar. Didalam kantor Dion sudah tak ada siapapun karena malam semakin larut, tentu saja Hany sudah pulang.


"Kantormu menakutkan saat malam." ujar Amora.


"Aku yang lebih menakutkan sayang." jawab Dion seraya membopong Amora.

__ADS_1


"Turunkan aku sayang." ujar Amora.


Dion menggeleng dan terus membawanya menuju kamar. Dengan tidak sabaran, Dion membuka kemeja lalu mendorong Amora ke ranjang yang masih dipenuhi kelopak bunga.


"Aku menginginkanmu, dan kali ini aku tak akan melepaskanmu." ujar Dion seraya menunduk dan mencium Amora.


Keduanya saling memanggut dan membelit lidah. Dion beralih ke leher Amora yang lembut. Mengecup ceruk lehernya dan meninggalkan kiss mark disana. Desahan Amora lepas saat Dion mulai membuka bajunya dan kembali menciuminya. Dari leher ke telinganya. Dion berkali kali menggigit telinga Amora sampai Amora menggila.


Dion kembali menelusuri lehernya sampai ke pundaknya. Kecupan demi kecupan dilakukan Dion, dan selalu meninggalkan bekas tanpa kepemilikan. Dion membuka tali bra dan pengaitnya sehingga kedua payudara Amora yang terkenal montok dan seksi itu menyembul. Dion memegang keduanya, ia mulai meremas dan tentu saja memainkan lidahnya di ujung payudara yang berwarna kecoklatan itu.


Amora meronta menikmati setiap sentuhan suaminya. Dion meninggalkan semakin banyak kiss mark di kedua payudara itu. Mulutnya tak berhenti, ia terus mengisap, mencicipi rasa kedua payudara istrinya sambil membuka celana Amora dan hanya meninggalkan CD nya.


Sambil terus mengisap, tangan Dion beralih ke perut Amora sampai memasuki dalam CD nya dan menemukan barang pribadi milik istrinya. Dion terus mengelus bagian itu, desahan kembali keluar lebih keras saat jari Dion mulai menemukan bagian intinya yang mulai basah. Mulutnya meninggalkan kedua payudara itu menuju perutnya. Dion melepaskan CD Amora.


Dion mengangkat kedua pahanya, ia mulai menunduk di bagian inti itu. Dan mulai menciumi milik istrinya yang indah itu. Kedua jempol Dion membuka bagian itu, ia mulai memainkan lidahnya disana. Amora mengerang, tubuhnya menggeliat panas.


"Sayang, ah..." teriak Amora saat lidah Dion memasuki inti itu.


Milik istrinya semakin basah dan berkedut kedut, Dion terus memainkan lidahnya semakin cepat. Ia ingin Amora mengeluarkan lahar panas pertamanya. Amora semakin berteriak saat jari Dion mulai mengikuti lidahnya. Amora mencengkram rambut Dion semakin keras saat teriakan dan lahar panasnya keluar bersamaan.


Dion tersenyum saat melihat Amora terengah engah, ia membuka celananya dan mulai menaiki tubuh istrinya. Dion mengarahkan miliknya ke inti Amora. Dion menciumi Amora kembali sambil menekan miliknya.


Amora tiba tiba terbelalak dan menjerit saat Dion mendorongnya semakin kuat. Air matanya mengalir saat merasakan sakit yang luar biasa. Dion berhenti sambil menciumi mata istrinya. Saat Amora mulai tenang, Dion mulai menarik dan mendorongnya dengan perlahan. Amora yang semula menangis kesakitan, kini kembali mengeluarkan desahan kenikmatan.


Dion terus menikmati iramanya, ia ingin membuat istrinya santai terlebih dahulu dengan permainannya. Mulut Dion beralih ke payudara Amora sambil menekan bawahnya lebih cepat. Amora kembali mengerang saat ia mulai kembali menemukan hasratnya.


Dion semakin menggila memainkannya, dorongan dan tarikannya yang semakin kuat membuat ranjang itu berkali kali berdecit. Desahan keras saling bersautan saat ia hampir mencapai puncaknya. Inti Amora mulai berkedut menandakan ia akan mencapai klimaks keduanya.


Dion terus mempercepat permainannya, miliknya semakin keras dan akan mengeluarkan lahar panas itu.


"Amor..." teriaknya. "Sayang...keluarkan bersamaku..." teriaknya lagi dan keduanya saling bergetar hebat mencapai klimaks bersamaan.


Dion jatuh lemas diatas tubuh Amora, miliknya membanjiri dalam inti Amora. Keduanya saling berpelukan dan akhirnya tertidur dengan kepuasan malam pertama mereka.


*****


Hayoooo... Siapa yang kepanasan... hihi...


Maaf untuk BAB ini...


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2