Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 9


__ADS_3

Sejak kedatangan chef Amor kembali, restoran mulai ramai lagi. Semua karyawan heran, mengapa para tamu tertarik ke restoran jika chef Amor terlihat di dapur.


"Mengapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Amora.


"Tidak chef." jawab mereka bersamaan.


Amora berkacak pinggang. "Kalian mulai menyimpan rahasia dariku? Dori katakan ada apa?" tanyanya lagi.


Dori menggeleng. "Kami hanya melihat aura yang ada pada chef Amor. Waktu chef keluar dari sini selama seminggu restoran sangat sepi tapi saat chef Amor kembali, entah mengapa tamu hotel semua kembali ke restoran." jawabnya.


Amora tertawa. "Ya Tuhan, kalian menatapku hanya karena itu. Kalian benar benar berlebihan. Tak ada aura apapun pada diriku." jawabnya.


"Aura chef Amor adalah kecantikannya dan juga keramahannya." jawab pak Joni, manager restoran.


"Pak Joni bisa saja, ada apa bapak ke dapur?" tanya Amora.


"Ini pesan dari pak Haryo, hari ini ada tamu yang sangat penting dan akan makan di restoran kita nanti siang. Jadi CEO minta menyiapkan makanan terbaik dan chef Amor yang akan melayani tamu tersebut. Bisa kan chef?" tanya Joni.


Amora terkejut, tamu seperti apa yang sangat penting. Ia berharap bukan akal akalan pak Dion saja agar bisa bertemu dengannya.


"Chef, anda baik baik saja kan?" tanya Joni lagi saat melihat Amora melamun.


"Ah iya aku baik baik saja pak. Tamu seperti apa yang sangat penting ini, setidaknya aku bisa memikirkan menu apa yang akan aku siapkan." jawab Amora.


"Pak Haryo tidak mengatakannya dengan jelas, tapi ia bilang ini menyangkut hidup dan mati perusahaan chef." jawab Joni.


Amora mengangguk. "Baiklah aku sudah mengerti. Aku akan menyiapkan yang terbaik buat tamu nya. Aku akan melayani mereka bersama Dori." ujar Amora.


"Baik chef, terima kasih atas pengertiannya." jawab Joni lalu ia meninggalkan dapur.


Amora menghela nafasnya. Ia tak tahu seperti apa tamu yang akan dihadapinya, entah mengapa perasaannya tidak nyaman. Tapi ia harus membuat menu berbeda hari ini untuk makan siang CEO dan tamu nya. Amora meminta beberapa asisten termasuk Dori untuk mempersiapkannya.


*****


Gracia sangat murka kembali, sudah satu minggu ia merasa nyaman karena tak ada lagi chef Amor di hotel. Tapi hari ini ia kembali dan yang lebih mengesalkan Dion sendiri yang menjemputnya.

__ADS_1


Dasar wanita tak tahu malu, kau tak bisa mendekati Dion ku, pria itu hanya untuk wanita cantik dan kaya sepertiku. Kau hanya seorang pekerja dapur biasa. Tak ada yang menarik buatmu. Aku akan membuatmu diusir kembali. Lihat saja. gumam Gracia.


Gracia sudah sampai di Novotel, ia segera masuk ke kantor Dion. Seperti biasa semua karyawan menyapanya walaupun dengan keterpaksaan.


"Maaf nona Grace, pak Dion sedang tidak bisa diganggu. Mohon jangan mempersulit pekerjaanku." ujar Hany sambil menghalangi jalan Gracia.


"Kau tahu kan siapa aku, sejak kapan aku dilarang masuk ke kantornya." bentak Gracia.


"Mohon maaf nona, tapi pak Dion memang tak bisa diganggu." jawab Hany.


"Aku tak perduli." ujar Gracia sambil mendorong Hany hingga terjatuh. Lalu ia menghambur kedalam.


Hany segera bangun dan masuk mengikutinya. "Mohon maaf pak Dion, aku sudah mengatakannya tapi nona memaksa." ujar Hany.


"Keluarlah Hany." jawab Dion dingin. Hany melangkah keluar meninggalkan ruangan. "Kau semakin manja dan tak tahu aturan Grace, aku sedang sibuk mempersiapkan meeting nanti siang. Kau menerobos masuk tanpa menghiraukan sekertarisku." bentak Dion.


"Aku kesal padamu sayang, kau hampir mati karena chef itu. Sudah bagus wanita itu keluar dari sini. Mengapa kau mengajaknya kembali Dion." jawab Gracia merajuk.


"Wanita itu yang kau maksud adalah chef Amor. Ia chef utama dari restoran hotel ini. Sejak kehadirannya, hotel ku menerima keuntungan lebih dari 50% per hari dari pendapatan biasanya. Dan itu juga menguntungkan buat perusahaanmu Grace. Dewasalah sedikit, jangan mencampuradukkan masalah pribadimu dengan pekerjaan." ujar Dion.


Dion tertawa. "Kau memang tak pernah berubah Grace, kau pikir semuanya hanya bisa diselesaikan dengan uang. Keluarlah, aku masih banyak pekerjaan Grace. Kau jangan mengganggu waktu kerjaku terus menerus seperti ini." bentak Dion lagi.


"Aku tunanganmu Dion, kau dulu selalu menuruti keinginanku. Tapi sejak wanita sialan itu datang..." ujar Gracia.


"Jaga ucapanmu Grace." potong Dion. "Jangan pernah menyebut orang lain sekasar itu. Jika kau memang tunanganku, bersikaplah lebih terhormat. Keluar...!!!" perintahnya.


Gracia menghentakkan kakinya seperti anak kecil yang merajuk. "Aku akan mengatakan sikapmu ini pada papa. Kau tak menghargaiku dan selau mengusirku." teriak Gracia.


"Katakan saja pada papa mu, kau akan tahu akibatnya." ancam Dion.


"Kau menjengkelkan Dion." teriak Gracia lagi seraya meninggalkan kantor Dion.


*****


Gracia segera menuju restoran. Ia ingin melampiaskannya pada wanita sialan itu. Saat baru sampai pintu masuk restoran. Joni dan beberapa karyawan menghalanginya masuk.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan? Kalian tidak tahu siapa aku?" bentak Gracia.


"Mohon maaf nona Grace, mulai hari ini dan seterusnya pak Dion melarang anda masuk restoran. Jadi sebaiknya anda pergi dari sini." jawab Joni.


"Kau berani mengusirku, kau akan aku pecat." teriak Gracia. "Biarkan aku masuk dan menemui chef sialan kalian." ujarnya lagi.


"Mohon maaf nona Grace, chef kami sedang sibuk. Silahkan anda pergi dari restoran, kami mohon hargai para tamu. Anda selalu membuat keributan." kata Joni.


"Kau....lihat saja nanti, kalian semua akan aku pecat." bentak Gracia sambil meninggalkan restoran.


Gracia sangat kesal, hari ini bahkan karyawan biasa sudah berani mengusirnya. Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi ayahnya.


"Halo anak papa." jawab Darwin.


"Papa, apa yang harus Grace lakukan. Dion dan karyawan yang lain mengusir Grace dari hotel." jawab Gracia.


"Apa??? Berani sekali mereka melakukan ini pada anak papa." ujar Darwin murka.


"Papa tidak boleh marah pada Dion, ini semua gara gara chef sialan itu. Semua rencana Grace berantakan pa." ujar Gracia merajuk.


"Tenanglah sayang, biar papa yang urus. Kau pulanglah dan beristirahat. Biar papa yang membuat mereka jera." jawab Darwin lagi.


"Papa memang yang terbaik, terima kasih papa." jawab Gracia seraya mematikan ponselnya.


Habislah kau chef Amor, kali ini papa yang akan turun langsung. Hari ini kau bisa bebas, tapi besok kau tidak akan bisa bekerja lagi disini. ujar Gracia sambil tersenyum licik.


Gracia meninggalkan Novotel dengan sangat kesal.


*****


Happy Reading All...😘


Maaf atas keterlambatan up. Author sibuk mempersiapkan natal dan tahun baru.


Author juga tak bisa up banyak dalam sehari. Mohon untuk pengertian kalian...🙏

__ADS_1


__ADS_2