Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 8


__ADS_3

Amora sudah berpikir sepanjang malam, dan keinginannya kembali menjadi seorang chef sangat kuat. Ia bersiap siap untuk kembali ke Novotel. Ia berharap ayahnya akan terus sibuk tanpa memperhatikannya.


Aku tidak perduli lagi dengan wanita jahat itu. Dan aku takkan berhubungan lagi dengan CEO agar tidak terjadi salah paham lagi, aku akan memberinya syarat agar tidak menyuruhku mengantarkan 3 kali makannya lagi. gumam Amora.


Seperti biasa Amora memutar jalannya ke arah perkampungan agar tak ada yang tahu tempat tinggalnya yang sebenarnya. Saat keluar dari gang itu. Ia terkejut melihat mobil CEO nya lagi.


Apa pak Jojo menjemputnya lagi? tanyanya sendiri. Tapi mana mungkin ia tahu jika aku bersedia kembali ke Novotel.


Pintu mobil terbuka dan Amora kembali membelalakkan matanya. CEO nya lah yang berdiri di depannya sekarang bukan pak Jojo supirnya.


Dion tersenyum saat melihat Amora terkejut. "Selamat pagi Amora." sapa Dion. "Apa aku menakutkan sampai wajahmu seperti itu?" tanyanya.


Amora langsung mengendalikan ekspresinya. "Selamat pagi pak, apa yang pak Dion lakukan sepagi ini disini?" tanya Amora.


"Tentu saja menjemputmu." jawabnya datar tanpa dosa.


"Apa aku mengatakan ingin kembali bekerja?" tanya Amora.


Dion menatapnya dari atas sampai bawah. Wanita itu benar benar sangat cantik dengan pakaian seksinya. Dion menelan ludahnya, mengendalikan perasaannya. "Setidaknya aku berjuang kemari dan menjemputmu secara pribadi. Aku mohon kembalilah Amor." pintanya lembut.


Amora menatap matanya, ada kesungguhan pada CEO nya. Ia mengangguk. "Aku akan kembali tapi dengan satu syarat." jawabnya.


Dion terkejut, baru kali ini ada orang yang berani bernegosiasi dengannya. Tapi ia harus membawa Amora kembali. "Katakan syaratnya." ujarnya.


"Aku tak ingin kau memintaku mengantarkan makananmu lagi ke kantormu. Aku tak ingin berurusan dengan tunangan sialanmu itu." jawab Amora kasar.


Dion tertawa dan membukakan pintu mobil. "Silahkan nona cantik, kita berangkat sekarang. Aku yakin semuanya merindukan kehadiranmu." kata Dion.


"Lalu bagaimana syaratku?" tanya Amora lagi.


"Tentu saja aku tak akan mengganggu waktumu untuk mengantarkan makananku lagi, jika itu membuatmu bisa tenang." jawab Dion. "Aku yang akan mendatangimu setiap hari ke restoran." gumam dalam hatinya.


"Baiklah." ujar Amora lalu masuk ke mobil Dion.


Dion selalu tersenyum sepanjang perjalanan, ia sangat senang bisa membawa Amora kembali ke hotelnya. Beberapa menit kemudian mereka sampai, sekuriti kembali terkejut melihat mobil CEO nya. Dion kembali membukakan pintu mobil Amora. Semua karyawannya sibuk dan terburu buru berbaris untuk menyambut kedatangan CEO mereka.


Pak Haryo, pak Angga dan Hany bahkan terburu buru. Wajah mereka terlihat sangat ketakutan dan tentu saja terkejut saat melihat Amora bersama CEO nya.


"Amora, berjalanlah di sampingku bukan di belakang." perintah Dion.

__ADS_1


Amora mengikuti perintah Dion. Semuanya menunduk menyapa CEO nya.


"Apa yang membawa pak Dion datang sepagi ini?" tanya pak Haryo.


"Aku membawa chef kembali." jawab Dion datar.


Mereka terus mengikuti CEO nya sampai menuju lift. "Jangan ikuti aku lagi, aku akan ke restoran berdua saja dengan chef Amor." perintah Dion.


Semuanya mengangguk dan menunduk mengikuti perintah CEO nya. Pak Angga langsung menghubungi restoran untuk segera membereskan semuanya karena CEO menuju kesana sekarang.


*****


Suasana restoran sangat sepi tidak seperti biasanya. Tapi tempat itu tetap bersih dan rapi, Amora yakin sudah ada yang memberitahu kedatangan CEO mereka ke restoran. Karyawan restoran tersenyum saat melihat Amora berada di samping Dion.


"Kau lihat suasana restoran setelah kau pergi dari sini, sepi seperti kuburan. Itulah mengapa aku ingin kau kembali kemari." ujar Dion. Amora hanya terdiam dan terus menatap keadaan restoran itu.


"Pagi pak, pagi chef." sapa mereka semua.


"Selamat pagi. Ini hadiah buat kalian semua. Mulai hari ini chef Amor akan kembali. Jaga ia dan jangan menganggunya." ujar Dion.


Semuanya bertepuk tangan kegirangan. "Selamat pagi semua, aku akan kembali lagi. Semangat." ujar Amora.


"Baiklah chef Amor mulailah bekerja, siapkan sarapan untukku di ruang VVIP." pinta Dion.


"Tapi pak." jawab Amora ingin menolak.


"Aku setuju kalau kau tidak akan aku repotkan mengantar makananku ke kantor, tapi aku akan sering ke restoran untuk menikmati masakanmu." jawabnya sambil meninggalkan Amora menuju ruang VVIP.


Amora menghela nafasnya. Ia tertipu pada pria itu. Tapi ia tak mungkin mundur lagi sekarang, melihat kebahagiaan yang terpancar pada karyawan restoran yang menyambutnya kembali.


"Ya Tuhan chef, kami senang kau kembali tapi 3 kali setiap hari kami akan berhenti bernafas dengan kehadiran CEO disini." ujar Dori.


"Aku minta maaf pada kalian semua." jawab Amora.


"Tidak chef, kami senang kau kembali. Ayo semangat." jawab yang lain.


"Semangat.. " jawab mereka bersamaan.


Amora kembali ke dapur dan menyiapkan sarapan buat CEO nya. Setengah jam kemudian ia mengantarkan makanannya ke ruang VVIP. Dan terkejut saat mendapati Dion tertidur di sofa. Amora meletakkan makanannya di meja dan menatap pria tampan itu sambil mendekatinya.

__ADS_1


Ya Tuhan, mengapa ada pria tampan seperti ini. Beruntung sekali wanita yang bisa mendapatkannya. pikirnya.


Lalu terkesiap saat Dion menarik tangannya hingga Amora jatuh ke pangkuannya. "Apa kau sudah puas menatapku?" tanyanya.


"Lepaskan aku pak." ujar Amora meronta.


Dion melepaskannya dan tersenyum pada Amora. Ia menuju mejanya dan mulai memakan sarapannya.


"Kau sedang menunggu apa disini?" tanya Dion.


"Ah...baiklah aku keluar." jawab Amora sambil keluar dari ruangan. Dasar pria sialan. gumamnya.


*****


Dion meletakkan sendoknya dan menghela nafasnya dengan berat. Dari tadi ia sulit bernafas saat berada di dekat Amora. Saat ia berada di pangkuannya, Dion mencium parfum yang sangat mahal dari tubuh wanita itu. Wanginya sangat memabukkan, ingin sekali ia mencium dan menjelajahi setiap senti tubuhnya.


Perasaannya sangat sulit ia gambarkan sekarang.


Ya Tuhan Amora, bisakah kau menjadi milikku? tanyanya sendiri.


Dion segera menghabiskan makanannya, lalu menuju kantornya tanpa mengatakan apapun pada wanita itu.


Hany kembali menyapanya. "Pak ada meeting jam 10 dengan pak Hengky Marco pimpinan hotel Sheraton." ujarnya.


"Baiklah, siapkan berkas kontraknya. Kerja sama kali ini sama menguntungkannya dengan keluarga Grace." jawab Dion.


"Baik pak." jawab Hany.


Grace, aku tak akan rugi besar jika ayahmu menarik kerja sama kita. Aku sudah memiliki perusahaan lain yang akan mendukung perusahaanku. Pilihan yang sangat tepat bersama hotel Sheraton. pikirnya.


Dion kembali melanjutkan pekerjaannya. Ia berharap pak Hengky Marco bisa membantunya lepas dari wanita sombong itu.


*****


Happy Reading All...😘


Dukung, Like n Komen terus ya...


__ADS_1


__ADS_2