Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 53


__ADS_3

William dan Diana sangat senang mereka kembali, Diana memeluk Amora dan memberinya banyak sekali pertanyaan tentang pengalamannya setelah menikahi putranya saat mereka sudah duduk di ruang santai.


"Ayolah mi, ini baru satu hari. Bagaimana Amor bisa menjawab pertanyaanmu." ujar William.


Dion tertawa. "Mami berlebihan." ujarnya.


"Maaf mami hanya penasaran, bagaimana caramu menghadapi sikap Dion yang keras ini." ujar Diana.


"Kenapa jadi aku?" tanya Dion.


"Karena mami takut Amor tak tahan denganmu walaupun hanya satu hari." jawab Diana membuat Amora tertawa.


"Sejauh ini, belum ada perubahan mi. Dion masih menjaga Amor dengan baik." jawab Amora.


"Mami dengarkan." ujar Dion bangga.


"Ciiih, kau membanggakan diri sendiri. Dengar Amor, jika suamimu ini membuatmu kesulitan, katakan semuanya pada mami. Biar mami yang memberinya pelajaran." ancam Diana.


"Sebenarnya anak kandung mami Dion atau Amor sih." ujar Dion kesal.


"Tentu saja kau, tapi Amor putri kesayangan mami." jawab Diana.


Akhirnya mereka semua tertawa dengan omelan omelan Diana.


"Kalian sudah makan siang atau belum?" tanya William.


Keduanya mengangguk. "Sebenarnya Dion ingin mengantar Amor mengambil kopernya sekaligus izin pada papa ke Jepang, tapi karena papa Marco pulang sore hari, maka Dion ajak Amor kemari dulu." ujar Dion.


"Baguslah jika kalian masih mengingat kami." jawab Diana.


Amora mendekati ibu mertuanya. "Bagaimana kami bisa melupakan mami dan papi? Kalian adalah orang tua Amor sekarang." ujarnya.


"Cepatlah berbulan madu, mami tak sabar ingin menimang cucu." ujar Diana.


"Mami tak perlu khawatir, Dion tak akan membiarkan Amor keluar kamar selama bulan madu." goda Dion membuat wajah Amora memerah.


"Kau suka sekali menggoda istrimu Dion, ada yang ingin papi bicarakan denganmu, ikut papi ke ruang kerja." pinta William.


Dion mengangguk. "Sayang, aku tinggal sebentar. Mami jangan banyak bertanya, Amor dan aku baru satu hari menikah." kata Dion.


"Kau cerewet sekali." jawab Diana.


Dion meninggalkan Amora bersama ibunya. Lalu mengikuti ayahnya menuju ruang kerjanya.


*****


"Berapa lama kalian akan berbulan madu?" tanya William.


"Bukankah papi sudah tahu jika Dion cuti selama satu bulan, begitu juga dengan Amor. Selain Jepang, kami juga akan ke Eropa." jawab Dion.

__ADS_1


"Setelah itu, dimana kalian akan tinggal?" tanya William lagi.


"Ya Tuhan, aku lupa mengatakannya pada papi dan mami. Papa Marco memberi kami hadiah pernikahan dengan membeli rumah di Citra Garden pi." jawab Dion.


William terbelalak. "Mengapa kau baru mengatakannya Dion? Papi sudah membeli rumah mewah di dekat Novotel. Disana juga sudah 2 orang pelayan yang mengurusnya." kata William.


"Kapan papi membelinya? Mengapa tak mendiskusikannya terlebih dahulu? Papi tahu, awalnya aku ingin tinggal di apartemenku. Tapi setelah Amor mengatakannya, aku mengikuti keinginannya. Dan sekarang papi malah membeli rumah tanpa sepengetahuan Dion." ujar Dion.


"Sebenarnya papi sudah membelinya sangat lama Dion, papi membeli rumah itu saat kau bertunangan dengan Grace. Apa yang harus papi lakukan?" tanya William, wajahnya sangat sedih membuat Dion sangat tidak tega melihatnya.


"Terima kasih atas perhatian papi, tapi Amor ingin tinggal dekat dengan ayahnya. Papi kan tahu, jika papa Marco hanya sendirian. Dion tak mungkin tinggal kesana kesini seperti kucing beranak. Papi mengatakan ini, apa mami tidak tahu?" tanya Dion.


William mengangguk. "Papi membelinya tanpa sepengetahuan mami, karena ini kejutan buatmu." jawabnya.


"Maaf pi, Dion membuat papi kecewa. Tapi pahamilah keadaan Dion. Lebih baik papi jual rumah itu, Dion terlalu banyak tempat tinggal." ujar Dion.


William menggeleng. "Jika kau melihat rumah itu, kau pasti akan menyukainya." ujarnya sambil menghela nafasnya. "Baiklah, papi tak bisa memaksa kalian. Tapi rumah itu akan papi berikan untuk cucu cucu papi kelak, jadi berikan papi cucu yang banyak." sambungnya.


Dion tertawa lalu memeluk ayahnya, sejak kehadiran Amora, Dion memang kembali dekat dengan ayahnya. Setelah mereka berbicara, keduanya keluar untuk bergabung kembali bersama Amora dan Diana.


*****


Hari semakin sore, sebelum mereka pamit. Dion mengajak Amora berkuda terlebih dahulu.


"Aku tidak bisa." ujar Amora.


"Tapi aku takut." kata Amora lagi.


Dion mengecup keningnya. "Berkuda bersamaku, untuk apa kau takut." ujarnya.


"Maksudmu kita memakai satu kuda?" tanya Amora.


Dion mengangguk. "Bersama Dimor, kau akan duduk di depanku." jawabnya.


"Baiklah." kata Amora.


Keduanya menuju istal dan pak Yudi mengeluarkan Dimor dari kandangnya. Dimor sudah mengenali Amora, ia terus mendekati Amora dengan genit.


"Dimor, Amor sudah resmi menjadi istriku. Jangan coba coba merayunya. Jika kau melakukannya, kau akan aku hukum berlari sampai kelelahan." ancam Dion.


Amora tertawa mendengar Dion mengancam seekor kuda. "Kau sudah gila." ujarnya.


"Aku tidak gila sayang, hewan pun bisa mendengar. Dan kau lihat, ia mulai menunduk tidak berani menggodamu." jawab Dion.


Amora menatap kuda itu, dan benar seperti yang dikatakan Dion. Dimor seperti mengerti ucapan Dion. Amora mengganti bajunya dengan baju berkuda, ternyata suaminya sudah membelikannya setelah Amora pertama kali berkenalan dengan Dimor.


"Wow... Perfect..." ujar Dion saat Amora keluar dari ruang ganti dekat istal. "Kita akan berkeliling di kebun keluarga Pranadja. Kau belum pernah tahu kan, kau pasti akan senang." sambungnya.


Amora menatap hamparan kebun dan taman yang ada di sekitar rumah Pranadja. Memang rumah itu sangat luas dengan beberapa fasilitas yang membuat siapapun akan berdecak kagum.

__ADS_1


Dion membantu istrinya menaiki Dimor, lalu ia ikut naik di belakang Amora.


"Ada apa sayang? Kau takut?" tanya Dion.


Amora mengangguk. "Jangan lepaskan aku, aku benar benar takut." jawabnya.


Dion mengecup pundak Amora. "Jangan takut, aku tak akan membiarkanmu terluka." ujarnya.


Dion mulai membawa Amora berkeliling dengan Dimor. Dion tak memacu kudanya agar Amora bisa menikmati pemandangan sore di kebun dan taman.


"Wah... Siapa yang mengurus semua ini?" tanya Amora saat melihat hamparan buah dan bunga. "Mengapa kau baru menunjukkan padaku?" sambungnya.


"Tentu saja keluargaku membayar para pengurus taman dan kebun. Ini semua hobi mami Diana. Ia sering menghabiskan waktu kemari saat aku dan papi sibuk bekerja. Dan aku baru menunjukkan padamu karena semuanya baru saja berbuah dan berkembang. Apa kau menyukainya?" tanya Dion.


"Tentu saja, ini sangat indah. Aku tak mau pulang." jawab Amora.


"Baiklah, aku biarkan kau tinggal disini, tapi sendirian." goda Dion.


"Siapa takut tuan." ejek Amora.


"Aku kalah, aku yang takut jauh darimu." jawab Dion.


Amora tertawa mendengarnya, Dion berkali kali menciumi leher Amora membuat Amora bergidik.


"Jangan lakukan itu Dion, aku bisa jatuh." ujar Amora dengan suara parau.


"Aku tak akan membiarkanmu terjatuh sayang." jawab Dion.


Ia memiringkan kepala Amora agar mudah ia cium. Dion tak melepaskan ciuman itu sambil berkuda dengan perlahan. Keduanya kehabisan nafas, saat itu Dion berhenti di sebuah gubuk bambu di tengah kebun. Gubuk indah yang biasa ditempati Diana untuk beristirahat.


Dion menarik ciumannya dan turun dari kudanya. Ia menurunkan Amora juga dan mengikat Dimor di salah satu tiang gubuk bambu itu.


"Kita istirahat sebentar sayang." ujar Dion seraya menarik Amora menuju ruang gubuk bambu itu.


"Ini indah sekali." ujar Amora.


Dion tak menjawab perkataan istrinya, ia langsung menciumnya dengan penuh hasrat sambil merebahkan tubuh Amora disana.


"Aku bisa gila karena menahannya sayang." ujar Dion parau. Ia kembali mencium Amora sambil meremas payudaranya.


Amora mulai melepaskan suara rintihannya membuat Dion semakin gila mendengarnya.


"Tidak sayang, aku tak ingin bercinta disini. Lebih baik kita segera kembali." ujar Dion sambil membangunkan Amora.


Dion membawa Amora kembali. Sepanjang perjalanan Dion hanya diam, tapi Amora dapat merasakan bukti hasrat suaminya dibelakang. Ia merasakan ada sesuatu yang sangat keras menempel pada bokongnya.


*****


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2