
Sudah 2 hari sejak hilangnya Amora membuat Dion semakin ketakutan. Ia dan polisi sudah mengunjungi kediaman Darwin yang mencurigakan, tapi memang tak ada bukti yang kuat jika mereka pelakunya. Dengan berat hati akhirnya Dion memberitahukan pada keluarga Amora, tapi sayang sekali hanya ada pembantunya. Ayahnya di luar negeri dan tak bisa dihubungi.
Keluarga Pranadja membantu pencarian, bahkan William sudah menghubungi orang orang yang berpengaruh untuk mencari keberadaan Amora. Diana tak henti hentinya menangis, sudah berhari hari wanita itu terus menyuruh Dion mengembalikan Amora.
Dion juga tidak bisa bekerja sama sekali, pikirannya sangat penuh dengan wajah Amora. Ia yakin kekasihnya sangat ketakutan sekarang. Polisi sudah memeriksa beberapa cctv di setiap jalan dimana mobil tersebut membawa Amora, namun sampai saat ini masih tidak menemui titik terang.
Dion bertemu dengan Gracia. Wanita itu sangat senang bertemu dengannya.
"Aku pikir kau tidak mau menemuiku lagi Dion." ujar Gracia.
"Katakan dimana kau menculik Amor. Jangan main main Grace." bentak Dion.
"Menculik Amor? Maksudmu chef Amor diculik?" tanya Gracia.
"Kau jangan pura pura Grace, saat Amor hilang dan diculik. Saat itu kau sedang berusaha menahanku di kantor. Kau kan yang melakukannya. Jika kau berani menyentuh kekasihku, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri." ancam Dion.
"Kau gila, bagaimana mungkin aku menculik seseorang. Aku bukan kriminal. Walaupun aku membenci chef Amor, tapi aku tak akan melakukan itu." bentak Gracia.
Dion menatap Gracia, ia tahu jika Gracia tidak sedang berbohong.
Jika bukan Darwin dan Gracia, lalu siapa yang menculik Amora. pikir Dion.
Dion berdiri dan menatap tajam Gracia. "Jika kau terbukti melakukannya, aku tak akan mengampunimu Grace. Kau ingat itu." ancam Dion seraya meninggalkannya.
"Tunggu Dion, aku tak melakukannya. Tak bisakah kita kembali seperti dulu." teriak Gracia namun tidak diperdulikan Dion.
Jadi chef Amor diculik? Aku berharap wanita itu pergi ke neraka. gumam Gracia seraya tertawa.
*****
Dion sangat frustasi, bagaimana cara menemukan Amora. Siapa yang melakukannya selain Darwin dan Gracia, adakah orang lain yang membencinya. Ia terus berpikir dengan keras. Seluruh karyawan Novotel lebih di fokuskan untuk mencari chef Amor dibanding hotelnya.
Dion berada di restorannya, ia satu per satu menanyakan pada karyawan restoran tentang siapa saja tamu yang suka mencari chef Amor.
__ADS_1
"Ada satu pria saat itu makan di restoran, ia berkali kali memesan makanan yang sama karena mengatakan masakannya sangat lezat. Saat itu chef Amor yang harus melayaninya langsung pak, karena ia ingin bertemu chef Amor. Lalu pria itu meminta nomor handphone chef, tapi chef Amor menolak. Lalu pria itu sangat kecewa dengan sikap chef Amor, pria itu sempat menarik tangan chef namun chef menepisnya. Setelah itu kami tak pernah melihatnya lagi." ujar Dori.
"Kapan kejadian itu?" tanya Dion.
"Sekitar 2 hari sebelum pak Dion masuk rumah sakit karena alergi." jawab Dori.
"Itu sudah lama sekali, apakah ada kemungkinan pria itu dendam. Ada lagi yang mencurigakan?" tanya Dion lagi.
Dori menggeleng. "Selanjutnya pria pria yang menemui chef terlihat baik dan ramah, tak ada yang mencurigakan lagi." jawabnya.
"Baiklah, sudah cukup. Aku akan menangani sisanya." ujar Dion.
Dion meninggalkan restoran, ponselnya berdering. Ayahnya yang menghubunginya.
"Halo pi." jawab Dion.
"Papi dapat kabar baru dari detektif papi. Amora berada di kota Medan, ia bersama pria kaya pengusaha emas." ujar William.
"Detektif papi tak pernah bekerja dengan cara salah Dion." jawab William.
"Aku akan berangkat kesana, papi kirim lokasinya." kata Dion.
"Papi akan ke kantor polisi Dion, kau tak bisa melakukannya sendirian. Setelah sampai di Medan. Kau berkoordinasi dengan kepolisian setempat terlebih dahulu. Yang kita hadapi bukan orang biasa. Dan kita belum tahu tujuan pria itu." ujar William.
"Baik pi, Dion takkan bertindak sembarangan. Ini tanggung jawab Dion juga. Chef Amor bukan hanya kekasihku tapi ia juga karyawan Novotel, ia diculik juga di tempat kerja." jawab Dion.
"Bagus, itu baru anak papi. Hati hatilah di jalan." kata William seraya mematikan ponselnya.
Dion memanggil pak Haryo. "Aku akan ke Medan, tolong tangani Novotel dan perusahaan." ujar Dion.
Pak Haryo bingung ada apa di kota Medan. Dion menatapnya. "Chef Amor ditemukan disana pak." ujarnya agar pak Haryo tidak bingung.
Pak Haryo terkejut. "Benarkah? Ya Tuhan, semoga chef Amor baik baik saja." jawabnya.
__ADS_1
"Aku berharap seperti itu. Aku tak tahu sampai kapan disana. Aku harap kau bisa menangani semuanya. Pak William akan sering datang kemari." ujar Dion lagi.
"Baik pak, pak Dion hati hati." jawab pak Haryo.
Dion mengangguk dan meminta Hany untuk membantu pak Haryo. Ia berangkat menuju bandara Raden Intan II.
*****
Amora sudah 2 hari tak makan, ia menolak semua makanan yang diberikan para penculik. Sejak penculikan itu, Amora tak pernah bertemu dengan bos yang sering mereka katakan saat bicara. Dan Amora juga sudah dipindahkan lalu dibawa oleh sebuah mobil menuju suatu tempat yang Amora sendiri tak tahu dimana.
Saat ia membuka matanya, ia sangat terkejut dengan keadaan ruangan. Kamar mewah yang ia tempati sekarang, bahkan tangan dan kakinya tidak terikat. Tubuhnya lemah karena tak makan apapun. Ia terkurung di ruang mewah tersebut, Amora merasa pusing saat berdiri. Ia nyaris terjatuh jika saja tidak ada seorang yang menangkapnya.
Amora menatap pria tampan, ya sangat tampan sekali. Tapi ia tak pernah melihatnya, pria itu tersenyum namun Amora sudah jatuh pingsan. Dan ia tak tahu apa apa lagi.
Beberapa jam kemudian...
"Kalian sangat bodoh, mengapa kalian membiarkan Amor tidak makan hah." bentak Steven. "Jika sampai wanita itu mati, aku juga takkan membiarkan kalian hidup." ancamnya.
"Maafkan kami bos, tapi wanita itu menolak semua makanan yang kami berikan." ujar salah satu anak buah Steven.
"Mengapa kalian tak mengatakannya padaku, lihat sekarang keadaannya sangat lemah. Dokter mengatakan kita harus ke rumah sakit. Tapi aku tidak bisa melakukannya, karena aku sedang menculiknya. Apa kalian tidak tahu jika negosiasiku dengan ayahnya belum menemui titik sepakat. Hanya dengan menggunakan putri satu satunya, kita bisa mendapatkan semua keinginanku. Dan tentu saja, aku akan menikahi wanita cantik ini." ujar Steven. "Kalian keluarlah, tugas kalian hanya menjaganya agar tidak kabur dari sini. Jangan ada yang berani menyentuhnya atau kaki dan tangan kalian akan aku potong." ancamnya.
"Baik bos..." jawab mereka bersamaan.
Amora samar samar mendengar percakapan itu. Siapa mereka dan apa hubungannya dengan ayahnya, Amora masih tidak bisa memahaminya. Ia masih lemah dan ia kembali menutup matanya.
*****
Siapakah Steven???
Tunggu kelanjutannya...
Happy Reading All...😘
__ADS_1