Chef Cantik Pilihanku 1

Chef Cantik Pilihanku 1
BAB 29


__ADS_3

Sudah dua minggu keluarga Pranadja berada di Singapura. Amora juga selalu mengikuti perkembangan kesehatan Dion Pranadja. Amora mulai sibuk sebagai CEO Sheraton grup. Hanya itu yang bisa membuat pikirannya tenang saat ini. Amora juga benar benar menjadi chef hotel Sheraton, awalnya karyawan disana sangat canggung dengan keberadaan CEO di dapur. Tapi Amora meyakinkan mereka jika ia hanya chef jika sedang di dapur. Dan pada akhirnya mereka semua mulai tenang, suasana pun mencair tanpa ada rasa canggung lagi.


Tentu saja setelah kedatangan Amora ke hotel Sheraton, tamu mereka drastis naik. Membuat Hengky semakin bangga padanya. Amora juga sangat pintar membagi waktu meeting sebagai CEO dan juga chef. Pria maupun wanita akan tertarik pada wajah dan tubuh seksi Amora. Di saat acara pertemuan perusahaan lain pun, mereka selalu ingin bertemu chef Amor.


Amora memiliki asisten chef bernama Tata. Hal itu mengingatkannya pada Dori. Ia tak mungkin menyuruh Dori meninggalkan Novotel.


"Tata, sejam lagi aku ada meeting. Jadi yang sudah aku ajari tadi jangan sampai salah." ujar Amora.


"Siap chef." jawab Tata.


Tata memiliki tubuh yang kecil namun ia adalah wanita yang sangat lincah. Tak pernah melakukan kesalahan, dan pekerjaannya selalu rapi.


"Terima kasih Tata, kau sangat membantu selama satu minggu ini." kata Amora.


"Tentu saja itu sudah tugasku chef. Maaf chef apa aku boleh bertanya?" jawab Tata.


"Katakan Ta, aku akan menjawab jika harus dijawab." ujar Amora


"Apa chef tidak memiliki kekasih?" tanya Tata.


Amora tertawa. "Kau sangat ingin tahu kehidupan pribadiku Tata." jawabnya.


"Maaf chef aku tidak berani." ujar Tata.


"Tidak apa apa, tapi aku tak memiliki jawaban atas pertanyaanmu. Hubunganku sangat rumit, kau akan tahu sendiri nanti." jawab Amora lagi.


Tata hanya mengangguk mendengar jawaban CEO sekaligus chef nya itu.


"Baiklah, aku serahkan dapur padamu. Aku akan kembali saat makan siang." ujar Amora.


"Baik chef, aku akan melakukan yang terbaik." jawab Tata.


Amora mengangguk, ia membersihkan dirinya lalu meninggalkan dapur restoran. Semua karyawan menyapanya saat Amora memasuki kantornya, setelah itu mereka selalu berdecak kagum karena kecantikan Amora.


*****


Amora meeting dengan beberapa karyawan dan tamu mereka. Kali ini tamunya adalah salah satu pengusaha penting dari Jakarta, ia ingin menyewa hotel Sheraton selama satu minggu untuk mengadakan seminar dan juga membawa beberapa orang untuk menginap di hotelnya.


"Jadi aku ingin pelayanan terbaik dari hotel kalian." ujar pak Zahroni.

__ADS_1


"Tentu saja kami akan melakukan yang terbaik disini. Ini anda bisa melihat pilihan harga dari kelas menengah ke atas dan tentu saja 10% akan kami berikan bonus potongan harga." jawab Amora.


Pak Zahroni melihat lihat harga tersebut. "20% potongan, karena aku membawa lebih dari 30 orang." tawarnya.


Amora menggeleng. "Mohon maaf pak, harga yang kami tawarkan ke anda sudah paling minim. Kami tak bisa memberikan discount lebih dari itu. Karena kami juga harus membayar tenaga baru untuk melayani orang orang anda." jawabnya.


"Baiklah nona Amor, aku ambil kelas paling atas. Tapi bisakah anda menemaniku makan siang sekarang?" tanya pak Zahroni.


Amora menatap sekertarisnya Sena. Sena membisikkan sesuatu padanya. Amora lalu mengangguk. "Baiklah, kita makan siang di restoranku pak. Aku yang akan menjadi chef anda." jawabnya.


"Wah dengan senang hati, aku penasaran dengan CEO sekaligus chef terkenal Sheraton." jawab pak Zahroni seraya tertawa.


Pertemuan itu diakhiri dengan penandatanganan kontrak selama seminggu. Bahkan pak Zahroni membayar setengah dari total harga sewa hotel. Amora membawanya makan siang ke restorannya. Keduanya masuk ke ruang VVIP.


"Anda tunggulah pelayananku disini." ujar Amora seraya meninggalkan ruangan menuju dapur.


"Kenapa anda kembali ke dapur chef?" tanya Tata.


"Tamuku menginginkan pelayanan dariku. Jadi tentu saja aku ke dapur." jawab Amora.


Ponsel Amora berdering sebelum ia memulai pekerjaannya.


"Dimana pak Zahroni?" tanya Hengky.


"Papa akan menemaninya sayang, salah papa memiliki putri yang sangat cantik." ujar Hengky seraya tertawa.


"Hiburlah pria paruh baya itu pa, aku akan segera kesana juga." ujar Amora lalu mematikan ponselnya.


Tata hanya tersenyum mendengar ucapan chef Amor di ponsel.


Pria mana yang tidak tertarik padamu chef. pikir Tata.


"Jangan punya pikiran macam macam Tata, aku tahu senyummu itu mengejekku." ujar Amora.


"Tidak chef, aku sedang bangga padamu. Kau cantik, cerdas dan menjaga harga diri. Luar biasa, seandainya aku pria." goda Tata.


Amora tertawa lalu memulai masakannya untuk pak Zahroni. Setengah jam kemudian, ia bersama pelayan yang lain masuk ke ruang VVIP dengan berbagai makanan. Disana sudah ada ayahnya, tentu saja wajah pria itu sedikit tidak senang.


"Kebetulan sekali anda mengunjungi kami." ujar Amora pada ayahnya.

__ADS_1


"Sebagai seorang presdir tentu saja aku akan menemui klien yang menyewa hotel kita selama seminggu dengan kelas paling atas. Dan sebagai ayahmu, aku ingin mencicipi masakanmu bersama pak Zahroni. Benarkan pak?" tanya Hengky.


Pak Zahroni mengangguk dengan enggan.


"Silahkan kita nikmati makan siang ini, semuanya adalah masakanku sendiri." ujar Amora.


Ketiganya memulai makan siang, rasa kesal pria itu berubah saat menikmati makanan yang disediakan Amora.


"Bagaimana rasanya pak?" tanya Amora.


"Sungguh lezat, aku tak menyesal memilih hotel ini untuk seminar. Mereka pasti sangat menyukai makanannya." jawab pak Zahroni.


"Terima kasih, kami akan memberikan pelayanan terbaik agar kalian berminat datang kembali." ujar Amora.


"Dan putriku akan menjadi chef yang akan melayani tamu tamu anda pak Zahroni." sambung Hengky.


"Terima kasih, atas pelayanan kalian. Mungkin aku akan sering menyewa hotel Sheraton saat ada pertemuan pertemuan yang lain." jawab pak Zahroni.


Mereka mengakhiri makan siang itu, tentu saja pak Zahroni juga pamit pulang dari hotel.


*****


"Terima kasih pa, kau meluangkan waktu kemari. Tadi aku takut, untung saja Sena memberiku sebuah ide." ujar Amora.


"Kapanpun kau butuh papa, katakan saja Amor. Papa tak ingin ada sesuatu yang terjadi padamu." jawab Hengky. "Bagaimana kabar Dion?" tanyanya.


"Sudah lebih baik dan Novotel juga berjalan dengan baik di tangan pak Haryo." jawab Amora.


"Apa kau tidak berniat menemuinya di Singapura?" tanya Hengky lagi.


Amora menggeleng. "Amor akan menunggu Dion yang mencari Amor pa, jika ia tak perduli lagi tentu saja Amor akan berhenti mengkhawatirkannya." jawabnya.


"Dan papa yang akan menjodohkanmu dengan kolega bisnis kita yang lebih baik." ujar Hengky.


"Oh ayolah pa, Amor tidak ingin perjodohan. Amor bisa mencari sendiri." kata Amora.


"Baiklah, papa serahkan padamu. Tapi jangan lama lama Amor. Papa semakin tua, papa ingin melihatmu menikah dan tentu saja menimang cucu." jawab Hengky.


Amora tertawa menanggapi keinginan ayahnya. Keduanya berpisah untuk kembali ke pekerjaan mereka masing masing.

__ADS_1


*****


Happy Reading All...😘


__ADS_2