
Dion terbangun dari tidurnya dan mendapati tempat tidur disampingnya kosong dan dingin. Dion seketika terduduk dan mencari keberadaan istrinya. Dan disanalah Amora sedang terpaku dengan pemandangan pagi di balkon, wanita itu masih menggunakan selimut yang membelit tubuhnya. Dion lega karena ternyata Amora tidak kabur setelah malam pertama yang mereka habiskan bersama.
Dion mencari jubah mandinya, lalu segera memakainya. Ia menatap ranjang panas mereka, kelopak bunga sudah berantakan dan disanalah bercak darah masih tertempel di sepreinya. Dion menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang membuat Amora terkejut.
"Selamat pagi sayang, apa yang kau lihat sepagi ini?" tanya Dion.
"Selamat pagi juga suamiku, aku sedang menikmati pemandangan laut. Mengapa kau sudah bangun, ini masih sangat pagi." jawab Amora.
Dion membalikkan tubuh istrinya lalu menatap wajah Amora. "Pemandangan laut masih kalah indah dengan wajah istriku ini." godanya. "Aku sempat ketakutan kau kabur, makanya aku segera bangun dan mencarimu." sambungnya.
Amora terkekeh. "Untuk apa aku kabur, ke lubang semut pun kau pasti menemukanku." ujarnya.
Dion memeluk istrinya dan mencium puncak kepala Amora. "Mengapa kau masih membelit tubuhmu dengan selimut, kau nanti masuk angin?" tanya Dion.
"Aku tak sempat mencari jubahku, aku hanya ingin menikmati matahari terbit dari laut." jawab Amora.
"Apa kau masih merasakan nyeri?" bisik Dion.
Amora mengangguk. "Sedikit, aku tadi sempat berpikir untuk membatalkan perjalanan kita. Tapi rasa nyeri itu perlahan hilang." jawabnya.
Dion mengeratkan pelukannya lagi, ia membopong Amora dan membawanya kedalam. Dion menurunkan Amora dan membuka selimutnya. Tentu saja Amora seketika menutupi tubuhnya yang telanjang.
"Aku suamimu yang sah, semuanya sudah menjadi milikku. Jadi kau tak perlu menutupinya." ujar Dion sambil menarik tangan Amora agar ia tak menutupi tubuhnya.
Dion menatap bekas hasil percintaan mereka, banyak sekali yang ditinggalkan Dion di sekujur tubuh Amora. Ia tersenyum lalu menarik wajah Amora dan mulai menciumnya lagi. Tubuh Amora menginginkan lebih, entah mengapa ia ingin bercinta lagi dengan suaminya walaupun ia masih merasakan nyeri pada intinya.
"Ini masih pagi, kita masih sempat melakukannya lagi sebelum berangkat. Aku menginginkanmu." ujar Dion parau dan mendapat anggukan dari Amora.
Amora membuka jubah yang dipakai Dion, dan disanalah bukti hasrat yang tinggi terlihat pada bagian inti suaminya. Amora merasa malu, tapi mereka sudah suami istri sekarang.
Dion mencumbu Amora kembali sambil mendorongnya ke atas ranjang. Seperti orang yang sudah berpengalaman, Amora justru membalikkan tubuh Dion. Ia berada diatas suaminya dan mulai mencumbu tubuh Dion. Dion seketika terbelalak dengan perlakuan istrinya. Ia mengerang saat bibir Amora terus mengecupnya sampai kebawah.
"Sayang, jangan lakukan itu. Aku tak sanggup menahannya." ujar Dion saat Amora mulai mencumbu intinya.
Dion semakin mengerang, ia benar benar tak habis pikir bagaimana Amora bisa melakukan itu. Dion menarik Amora keatas, ia tak sanggup lagi dan mulai mencium bibir istrinya lagi. Ia mengarahkan intinya dan memasukkan kedalam inti Amora. Amora kembali mengerang saat mereka bersatu.
__ADS_1
Dion memainkannya dengan perlahan dari bawah sambil menciumi Amora lagi. "Kau membuatku gila Amor." kata Dion sambil mengerang.
Amora mengikuti permainan suaminya, membuat Dion semakin menggila. Keduanya saling bekerjasama memainkan itu, mereka mempercepat permainannya. Milik Amora mulai berkedut menjepit milik suaminya. Dion pun mulai akan mencapai klimaksnya.
Keduanya saling mendesah dan berteriak saat sama sama mencapai puncak kenikmatan. Amora memeluk Dion dengan nafas yang memburu. Dion mengeratkan pelukannya. "Aku mencintaimu Amor." bisik Dion.
"Aku juga mencintaimu Dion." jawab Amora.
Dion menggeser tubuh Amora ke samping. "Tidurlah, masih ada 2 jam lagi." pinta Dion.
Amora memeluk suaminya dan memejamkan matanya. Dion terus mengecup puncak kepala istrinya. Ia semakin mencintai istrinya yang sangat hebat diatas ranjang. Lalu Dion pun ikut tertidur dipelukan istrinya.
*****
Setelah transit di Bandara Soekarno Hatta, mereka melanjutkan perjalanan ke Jepang. Perjalanan yang cukup melelahkan selama kurang lebih 7 jam. Mereka sampai sore hari di Bandara International Tokyo.
Amora sangat senang bisa sampai di negara yang ia ingin kunjungi itu, setelah mereka melakukan malam pertama mereka. Amora merasa Dion semakin posesif padanya. Dion bahkan kesal saat melihat beberapa pria yang menatapnya.
"Bisakah kau berdiri disampingku Amor?" tanya Dion.
"Ada apa sayang?" tanya Amora.
Amora tertawa mendengar kecemburuan suaminya. Untuk mengurangi rasa kesal Dion, ia berdiri disampingnya sambil memegangi tangan suaminya itu. "Apa ini cukup?" tanya Amora.
Dion mengambil topi Amora dan memakaikannya. "Ini baru cukup." ujarnya.
Dion memakaikan topi lebar itu hampir menutupi matanya. "Bagaimana aku bisa berjalan sayang?" tanya Amora.
"Pegang tanganku, jangan kau lepaskan sedetikpun. Itu akan membantumu berjalan." jawab Dion datar.
Amora kembali tertawa dan menggoda suaminya membuat Dion semakin kesal. Sangat kebetulan sekarang di Jepang adalah musim semi. Amora memang sangat ingin melihat bunga sakura asli disana. Dari Bandara mereka langsung menuju kota Narita. Dion sudah memesan hotel disana.
"Kapan kita ke Sakura Furusato." tanya Amora.
"Besok pagi sayang, kau pasti lelah. Kita beristirahat malam ini." jawab Dion.
__ADS_1
Amora mengangguk. "Aku ingin makan malam didalam hotel saja sayang, aku tak memiliki tenaga lagi untuk ke restoran." ujarnya.
"Aku siap melayani anda tuan putri." ujar Dion.
Mereka membereskan barang bawaannya lalu Amora ingin masuk ke kamar mandi.
"Aku ikut." ujar Dion.
"Kau jahil sekali Dion, aku mau mandi." jawab Amora.
"Aku ikut mandi sayang, aku ingin bersamamu." ujar Dion sambil memeluk Amora dari belakang.
Amora menghela nafasnya seraya mengangguk membuat Dion senang. Keduanya masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri mereka. Tentu saja mereka bercumbu lagi disana. Keduanya melakukannya lagi dan lagi sampai sama sama puas. Dion merasa sangat sempurna memiliki istri seperti Amora.
Keduanya melakukan didalam bathub dan dibawah shower dengan gaya bercinta yang berbeda. Amora pun merasakan kepuasan atas perlakuan suaminya. Hal yang baru buat Amora justru membuatnya menginginkan suaminya lagi dan lagi.
Dion lebih dulu menyelesaikan mandinya dan keluar menunggu Amora selesai. Setengah jam kemudian, Amora pun keluar dari kamar mandi dengan rambut panjangnya yang basah. Dion mendekatinya dan mulai membantu istrinya mengeringkan rambutnya.
"Terima kasih sayang, kau telah menjadi bagian dari hidupku." ujar Dion.
Amora tersenyum. "Hidupku lebih sempurna sayang." jawabnya.
"Akan lebih sempurna jika kita segera memiliki anak anak nanti. Aku ingin menjadi seorang ayah dan semakin menyayangi kalian." kata Dion.
Amora mengangguk. "Kita akan berusaha untuk melakukan itu." ujar Amora.
"Dan usaha itu adalah favoritku." goda Dion membuat Amora malu.
Kehidupan keduanya memang hampir sempurna. Dion memiliki istri yang cantik dan cerdas. Begitupun Amora yang memiliki suami tampan dan penyayang. Suara ketukan pintu mengejutkan mereka, tentu saja makan malam mereka sudah siap. Keduanya akan menikmati bulan madu di negeri Jepang dan Eropa selama satu bulan.
*****
Kisah mereka belum berakhir ya para Reader, akan ada season kedua tentang chef cantik dan CEO ini. Selain kehidupan rumah tangga mereka, Author juga akan menceritakan tentang anak anak mereka. Sampai jumpa di season kedua...
Happy Reading All...π
__ADS_1
Season ini The End...
Mohon maaf jika ada typo typo pada tulisanπ