
Arga merebahkan tubuh Karin lalu mengungkungnya.
“Boleh aku minta hakku?” tanya Arga dengan posisi yang tidak mungkin Karin menolak.
Karin masih dengan pakaian lengkap sedangkan Arga hanya mengenakan handuk, tatapan mereka menyatu seakan saling menyatakan perasaan dan siap membuktikan cinta dengan sentuhan.
“Kenapa diam,” seru Arga.
“A-aku … takut.”
Arga hanya menanggapi dengan senyum, lalu melepaskan satu persatu kain yang melekat pada tubuh Karin juga melepas kain penutup tubuhnya sendiri.
Matanya menatap nyalang pada sosok polos dihadapannya. Sebenarnya kegiatan yang akan mereka lakukan sama-sama perdana bagi keduanya, tapi Arga tidak mungkin menunjukan kecanggungan seperti yang ditunjukan oleh Karin.
“Santai saja, kita pelan-pelan saja. Mungkin awalnya akan sakit, tapi aku jamin setelah itu kamu akan suka dan bahkan akan menjadi candu bagi kita berdua,” tutur Arga.
Karin hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah. Arga kembali menyambangi bibir Karin, sentuhan yang awalnya lembut tapi semakin panas. Kini Arga berpindah pada ceruk leher Karin dan mencecap dan meninggalkan jejak cinta di sana. Karin memejamkan matanya dan tanpa disadari bibirnya melenguh pelan.
Kini wajah Arga turun menatap bagian depan tubuh Karin, mengunci tatapannya dengan penuh damba. Lalu singgah di salah satu sisi dengan tangan memainkan puncak sisi lainnya. Sentuhan tersebut memberikan efek pada tubuh Karin seakan diserang ribuan kupu-kupu di tubuhnya. Bibir mungil Karin mengeluarkan dessahan yang membuat Arga semakin bersemangat untuk menjelajah lebih jauh dan lebih dalam.
“Pak Ar-arga,” ucap Karin terbata saat Arga sudah bermain di bawah sana. Entah apa yang dilakukan oleh Arga, Karin tidak berani menunduk. Kedua tangannya mere_mas rambut Arga.
__ADS_1
“Keluarkan sayang, jangan ditahan,” seru Arga ketika mendongak dan melihat Karin memejamkan mata sambil menggigit bibirnya.
Sentuhan melenakan yang diberikan Arga tidak berlangsung lama, berikutnya Karin terkejut saat bagian tubuh Arga bertandang di tempat yang tepat. Tidak menyangka kalau dia akan merasakan sakit seperti itu, mulutnya mulai merintih pelan dengan kedua tangan mere_mas sprei sebagai tumpuan untuk menyalurkan rasa. Apalagi saat Arga mendorong kuat membuat miliknya terbenam sempurna.
“Sakit?” tanya Arga yang dijawab Karin dengan anggukkan kepala bahkan kedua matanya terpejam dengan ujung mata yang berair. Sesakit itukah yang Karin rasakan demi sebuah kenikmatan yang akan mereka dapatkan.
Arga sendiri belum bergerak, sengaja membuat tubuh Karin menyesuaikan dengan miliknya. Tangannya kembali memberikan sentuhan hingga Karin kembali terlena dan Arga bergerak pelan.
Meskipun sakit itu perlahan berganti nikmat dan rasa yang tidak bisa diucapkan, bukan berarti menghilangkan sepenuhnya rasa sakit.
“Pak Arga, a-aku ....”
“Aaahh,” Arga mengeraang saat melepaskan tubuhnya lalu merabah di samping Karin. Mengatur nafasnya yang tersengal lalu berbaring miring menghadap Karin dan menyelimuti tubuh mereka berdua.
“Masih sakit?” tanya Arga.
Karin berdecak lalu berbaring miring memunggungi Arga. Dia sudah menyerah, menyerah akan cinta yang telah dia persembahkan hanya untuk Arga.
“Kalau udah nggak sakit, aku mau lagi,” ujar Arga tanpa rasa bersalah. Bahkan tangannya sudah berada di pinggang Karin.
“Jangan aneh-aneh Pak, seriusan sakit loh.”
__ADS_1
“Tapi enak ‘kan?”
“Tau ah.”
Arga terkekeh lalu mengeratkan pelukan tangannya.
“Kenapa masih panggil aku Bapak? Kita sudah enak-enakan begini tapi masih berasa bos dan karyawan kalau kamu masih panggil aku Bapak.”
“Udah kebiasaan. Lagian kayaknya aneh kalau aku panggil dengan sebutan lain.”
“Hm.”
“Pak Arga, tangannya ih,” ketus Karin.
“Stt, nikmati saja sayang.” Arga benar-benar melakukan reka ulang adegan tadi dan kembali membuat dirinya dan Karin melayang meraih pelepasan. Karin yang merasa tubuhnya lunglai akhirnya terlelap dengan tubuh masih berpeluh.
Arga mengecup kening dan kedua pipi Karin sebelum merebah kembali.
“Terima kasih, sayang,” ucapnya sambil tersenyum melihat banyak jejak cinta yang dia tinggalkan di tubuh Karin.
\=\=\=\=\= uhuyyyy. Udah berhasil yesss.
__ADS_1