Cinta Berbuah Luka

Cinta Berbuah Luka
Kebohongan Yang Tak Henti


__ADS_3

Di ruang makan terlihat Kepala koki dan semua pelayan dapur sudah berdiri mengelilingi meja makan, untuk melayani keluarga Lee.


Duduklah Lee Suk Ho ayah Tjhin terlebih dahulu, barulah yang lainnya ikut duduk, dimeja tersedia beraneka makanan khas dari beberapa negara, mereka makan bersama sambil berbincang di meja makan.


"Diya, kamu cobain daging kualitas premium dari K***a ini, sangat lezat loh", ucap Almira ibu Tjhin, sambil menaruh daging kepiring Lediya.


"Terimakasih Tante eh ibu maksudnya", ucap Lediya.


Lediya dengan lahapnya menyuapkan daging pemberian Almira, ke dalam mulutnya.


"Nanti setelah menikah, berbulan madulah ke negeri ginseng Diya, aku akan mengajak mu berkeliling, dan aku akan memberikan mu dan Tjhin ginseng terbaik, supaya kalian segera memberi kami cucu, ya gak sayang", ucap Almira ibu Tjhin sembari tersenyum dan melirik ke arah suaminya, Suk Ho pun ikut tersenyum.


"Uhuk... uhuk... uhuk", Lediya tersedak saat mendengar ucapan Almira, dan segera meneguk segelas air putih.


"Diya sayang, kamu gak apa-apakan?", tanya Almira dengan cemas.


"Gak apa-apa tan...hm ibu",ucap Lediya sambil menendang kaki Tjhin yang berada di sampingnya.


Dug....


"Aw... sakit ", Tjhin meringis kesakitan.


Mereka berdua saling menatap tajam.


"Ada apa Tjhin, ibu lihat kamu seperti kesakitan?", tanya Almira heran.


"Gak kok bu, ini ada semut gigit kaki", jawab Tjhin dan segera melanjutkan makannya.


Mereka pun kembali makan dan berbincang seru.


Setelah menyelesaikan makan malam, keluarlah mereka bersama-sama menuju ruang tamu.


"Ayah Ibu, ada yang perlu aku bicarakan dengan Diya sebentar", ucap Tjhin sembari meraih tangan Lediya.


"Oo tentu pasti banyak yang perlu kalian bicarakan, ayah Ibu tidak akan menggangu kalian, kami akan ke kamar untuk beristirahat, karena penerbangan hari ini cukup melelahkan, Good Night sayang", ucap Almira, sembari memeluk Lediya.


"Ayah juga ingin beristirahat,Tjhin nanti kamu yang harus mengantar calon istri mu sendiri, sampai di rumahnya dengan selamat ya", ucap Lee Suk dan segera melangkah menuju kamar bersama Almira.


"Baik Ayah", Jawab Tjhin.


Tjhin segera menarik tangan Lediya menaiki tangga.


"Kita mau kemana Tjhin?", tanya Lediya gelisah


"Kita akan berbicara dikamarku", ucap Tjhin, tangannya terus menarik paksa lengan Lediya.


"Apa ke kamar mu, kita bicara diruang tamu saja", ucap Lediya semakin gelisah.


Lediya sebenarnya ingin sekali memelintir tangan Tjhin dan membantingnya, namun diurungkannya, karena ada banyak pelayan, terutama Calon Mertua nya di rumah itu.


Akhirnya Tjhin berhasil membawa masuk Lediya kekamar nya, dan mengunci pintu kamarnya, saat itu juga Lediya segera memelintir tangan Tjhin ke belakang, dan menjatuhkan nya ke kasur.


"Aw... aw sakit, hentikan Diya, dengarkan aku dulu Aw..".


Tjhin meringis kesakitan sambil menepuk-nepuk kasur nya, tanda menyerah.


Lediya akhirnya melepaskan tangan Tjhin.


"Dasar kau benar-benar gadis g**a, tak kusangka kau jago bela diri juga ya",ucap Tjhin sembari memijat bahu yang di pelintir Lediya tadi.


"Tentu aku sudah belajar bela diri dari usia ku 5 tahun, supaya aku bisa melindungi diri dan menghajar laki-laki kurang ajar dan M***m seperti mu",jawab Lediya.


"Kau...siapa yang kau sebut m***m haa!aku membawa mu ke kamar ku untuk kita berbicara, supaya tidak didengar orang tuaku maupun pelayan ku, tembok kamar ku ini kedap suara, siapa juga yang tertarik dengan wanita bertubuh mungil seperti mu, kau bukan tipe ku", jawab Tjhin sambil menunjuk tubuh Lediya dari ujung kepala sampai kaki, lalu tergelak.


"Oo, seperti nya kau belum tau yah siapa aku, mau ku tambah tanda biru, dimata dan wajahmu ini haaa", ancam Lediya.


Lediya menghampiri, dan menarik dagu Tjhin dengan tangan kirinya, dan mengangkat lengan kanannya dan mengepalkan telapak tangannya hendak meninju Tjhin.


Tiba-tiba Tjhin meraih tangan Lediya lalu menggunakan judo teknik sapuan samping.


Bruuuk...

__ADS_1


Lediya terjerembab jatuh ke kasur, Tjhin segera menggunakan teknik mengunci dan tubuh Tjhin sudah berada di atas tubuh wanita itu.


Lediya mencoba melepaskan kuncian Tjhin tapi kalah tenaga, tubuh kecilnya tidak bisa mengimbangi Tjhin yang berbadan tinggi dan juga sangat kuat, jantung Lediya seketika itu juga berdetak sangat kencang, saat melihat wajah tampan Tjhin berada dekat dengan wajahnya hanya beberapa cm saja, pipinya pun merona merah muda.


"Cih, kau kira hanya dirimu saja yang belajar bela diri, akupun belajar judo sedari kecil",ucap Tjhin sembari menyeringai.


"Atau kau sebenarnya sengaja menantang ku Diya, supaya aku menyentuh mu, dan menantikan hal ini...", Ucap Tjhin sembari menggoda Lediya.


Tjhin segera mendekati bibirnya ke bibir Lediya, seolah ingin menciumnya, namun Lediya segera menjedukan kepalanya ke kening Tjhin.


Jduuug...


Tjhin pun akhirnya melepaskan kan kunciannya dan mengelus keningnya yang memar karena benturan Kepala Lediya.


" Aw... aw... kau gadis s*****g", ucap Tjhin kesal.


"Aku bukanlah wanita murahan seperti yang kau kira, jadi jaga sikapmu itu!sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan padaku?", ucap Lediya, sembari duduk di sofa kamar Tjhin.


Lediya mengibaskan tangan diwajahnya, dan mengatur nafas yang tadi sempat terhenti, jantung nya masih berdetak tak karuan.


-S****n, hampir saja aku jatuh dalam godaannya, pasti sudah banyak wanita yang menjadi mangsanya, Cih,jantung bodohku ini kenapa terus menerus berdetak kencang sih. (batin Lediya).


"Sesuai perjanjian, besok malam aku akan datang kerumah mu untuk menemui ayahmu, namun sebelum itu, kau harus membujuk ayahmu terlebih dahulu, kalau ayahmu sampai menolak, kebohongan kita ini akan terungkap, dan kalau itu terjadi tentunya kau tahu, aku akan membatalkan kontrak kerja sama dan tidak akan pernah berinvestasi ke perusahaan ayahmu itu", ucap Tjhin mengancam.


"Oke aku tau itu, kau sudah mengatakan nya berulang kali", jawab Lediya.


"Dan 1 lagi, kau harus merahasiakan kesepakatan kita ini dari semua orang, termasuk teman dekatmu sekalipun, tidak boleh mengetahui nya, jangan sampai ayah dan ibu ku tahu tentang hal ini",ucap Tjhin memperingati.


"Baiklah tapi aku juga meminta sesuatu pada mu, jangan pernah meremehkan diriku, apapun yang berhubungan dengan ku, kau harus memberitahu kan kepada ku terlebih dahulu, jangan berbuat semena-mena dan memutuskan sendiri, paham?", ucap Lediya memberi peringatan.


"Oke, tapi untuk masalah pernikahan, kita tidak bisa merubahnya lagi, itu sudah diputuskan oleh ke dua orang tuaku, kalau tiba-tiba kita menolak atau memundurkan waktu pernikahan, Ayah dan ibu ku akan curiga, terutama ayahku, pasti akan segera mencari tahu akan hal ini, dan kalau ayahku sampai mengetahui nya habislah kita berdua, terutama dirimu bersiap-siaplah masuk dalam penjara", Ucap Tjhin sembari menyeringai.


"Apa, kenapa hanya aku yang dipenjara, kau kan yang memulai kebohongan ini, aku hanya menuruti persyaratan konyolmu itu, karena kau yang mengancam ku!", Jawab Lediya geram sambil mengepalkan tangannya.


"Hahaha, aku ini anaknya, mana mungkin ada seorang ayah yang ingin memenjarakan anaknya sendiri haa!", jawab Tjhin tergelak.


-awas kau Tjhin, aku tidak akan membiarkan mu mempermainkan ku, dasar laki-laki b******k. (Batin Lediya).


" Sudah malam pulang sana, aku sudah menyuruh Jhon untuk mengantarkan mu, ingat jangan pernah bilang ke ayah ibuku kalau malam ini aku tidak mengantar mu pulang, atau terima akibatnya nanti!!, keluarlah, aku sudah mengantuk ingin tidur, a...tau.. kau mau tidur denganku disini",Goda Tjhin, tangannya sembari mengelus-ngelus seprei di sampingnya.


Lediya membuka pintu lalu membantingnya, terdengar gelakan tawa Tjhin didalam kamar, membuat Lediya makin geram.


-Laki-laki b******k, b******n t****k,cih!. (batin Lediya).


Lediya segera menuruni tangga tetap dengan raut wajah kesal, dibawah nyonya Kim sudah menunggu nya.


"Anda tidak apa-apa nona?", tanya nyonya Kim.


"Tidak apa-apa bibi Kim", jawab Lediya memalsukan senyuman.


-Kau memang pandai bersandiwara Lediya, cih. (batin Lediya).


"Silakan nona kesebelah sini, saya antar anda sampai pintu depan",ucap nyonya Kim sembari melangkah dan di ikuti Lediya.


Jhon sudah menunggu didepan mobil, dan tersenyum saat Lediya keluar dan berjalan menghampiri nya.


"Bagaimana makan malamnya Diya, apakah menyenangkan?", tanya Jhon sambil membukakan pintu samping mobil.


Diya tak menjawab, karena masih sangat merasa kesal dengan perlakuan Tjhin padanya tadi.


Didalam mobil,


"Diya, wajahmu terlihat kesal, apakah makan malam mu dengan orang tua Tjhin tidak berjalan lancar?", tanya John.


Jhon penasaran saat melihat Lediya hanya duduk terdiam sembari melihat ke arah luar jendela mobil.


"Makan malamku dengan orang tua Tjhin berjalan dengan baik kok asisten Jhon", akhirnya Lediya menjawab pertanyaan Jhon.


"Lalu kenapa wajahmu seperti itu?", tanya Jhon lagi.


"Itu karena temen bre..., ah sudahlah aku malas membicarakan nya", jawab Lediya dan kembali terdiam.

__ADS_1


Jhon pun tidak bertanya lagi dan membiarkan Lediya larut dalam pikiran nya sendiri, karena dia paham betul pasti temannya itu(Tjhin) bikin masalah sehingga memicu pertengkaran, apalagi di lihat dari sifat ke duanya yang sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah.


Tak lama sampailah mereka dirumah Lediya.


"Diya sudah sampai",ucap Jhon, namun tidak ada jawaban.


lJhon pun membalikkan badannya ke belakang dan melihat Lediya yang sedang tertidur pulas, Jhon mengamati wajah gadis itu lekat-lekat lalu tersenyum.


"Kau sungguh cantik Diya", Jhon bergumam.


Tak lama terdengar bunyi pagar terbuka, dan keluarlah security dari rumah Diya menghampiri mobil Jhon yang berada persis didepan pagar rumah tuannya, lalu mengetuk jendela mobil Jhon.


Diya pun terbangun karena mendengar ketukan itu, Jhon segera memposisikan badannya kembali kedepan lalu menurunkan kaca mobilnya, security melihat nonanya berada di kursi belakang mobil itu.


"Oo non Diya".


Security segera membuka pintu belakang nonanya berada, Lediya pun segera turun.


"Asisten Jhon terimakasih banyak sudah mengantarkan ku pulang", ucap Lediya berterima kasih.


"Itu sudah jadi tugas saya Diya, tidurlah seperti nya kamu kelelahan sampai tertidur di mobil, aku pulang dulu ya, good night", ucap Jhon.


Jhon menyalakan mobilnya, dan segera melaju pergi, dan Lediya pun segera masuk ke dalam rumahnya, terlihat ayahnya sedang duduk di ruang tamu, sembari melihat berkas-berkas kantor nya.


"Ayah, belum tidur?", tanya Diya sambil memeluk leher ayahnya.


"Kamu baru pulang sayang, lembur lagi kah, jam segini baru pulang?", tanya ayahnya.


Lediya melepaskan pelukan nya dan duduk di samping ayahnya.


"Eh tunggu, sejak kapan kamu pake dress Diya?, setau ayah dari dulu tiap ayah suruh kamu pake rok atau dress tidak pernah mau, dan pasti merajuk kalau ayah memaksa, tapi malam ini, apa ayah gak salah lihat?", tanya Hardian penasaran dan penuh curiga.


"Ih ayah ngeledek aja, ayah Diya mau berbicara sebentar dengan ayah, tapi Diya mau mandi dan ganti baju dulu, ayah tunggu sebentar ya..",ucap Diya.


"Mau membicarakan apa sih sayang?emang harus malam ini juga ya, ayah lagi banyak berkas-berkas yang perlu di baca nih",ucap Hardian sambil matanya tetap tertuju pada berkas di tangannya.


"Cuma bentar kok yah, ini sangat penting dan harus dibicarakan malam ini juga, please yah", ucap Lediya memohon ke ayahnya.


Akhirnya pak Hardian pun mengalah juga.


"Ya sudah ayah tunggu, pergi mandi sana", jawab Hardian.


"Ok, makasih ayah", jawab Lediya sambil berlari ke arah tangga.


"Hati-hati Diya jangan lari-lari seperti itu di tangga berbahaya", teriak pak Hardian, sambil menggeleng kan kepala melihat tingkah laku putrinya.


20 menit kemudian Lediya sudah selesai mandi dan memakai piyama, lalu segera menuruni tangga, dilihatnya ayahnya masih sibuk membaca berkas-berkas, Lediyapun menghampiri ayahnya,


"Ayah, masih belum selesai kah?", tanya Lediya


"Belum sayang, besok ayah ada pertemuan penting, dan harus mengajukan ulang proposal ke hotel-hotel, yah biarpun tipis harapan nya, yang penting kita harus terus mencoba", ucap pak Hardian menjelaskan.


"Ayah, tak perlu ajukan proposal lagi, aku akan menikahi Lee Tjhin Won",ucap Lediya.


"Apa, tidaaak akan pernah!!!, ayah tidak mau kamu menikah hanya karena perusahaan, ayah sudah bilang akan mencari cara lain, tanpa harus kamu menikahi putra keluarga Lee, ayah tidak akan pernah membiarkanmu menikah dengan pria yang tidak kau cintai", jawab ayahnya tegas dan penuh amarah.


"Tapi ayah aku mencintai Tjhin, hiks... hiks", jawab Lediya bersandiwara.


"Apa, itu tidak mungkin!!! kamu jangan bohongi ayah, bertemu dengannya saja belum, memang kamu kira ayahmu ini bodoh!", jawab pak Hardian dengan tegas.


"Aku sudah bertemunya tadi pagi, dan tadi malam aku sudah menemui ke dua orang tuanya, dress dan sepatu yang aku pakai tadi juga dari Tjhin, ke dua orang tua Tjhin sangat menyukaiku ayah, dan menyayangiku seperti putri mereka", jawab Lediya sembari mengeluarkan air mata buaya.


"Haaaah, Diya kenapa kamu mempersulit dirimu sendiri sayang, apakah kau sudah tidak percaya dengan ayahmu ini? masalah perusahaan ayah bisa menangani nya sendiri, tanpa harus mengorbankan mu, kamu tidak perlu berpura-pura mencintainya, demi ayah", ucap pak Hardian, emosinya mulai mereda saat melihat putrinya menangis.


"Maaf kan ayah, telah membuat mu menangis nak, besok ayah akan berbicara dengan Tjhin dan ke dua orang tuanya", ucap pak Hardian sambil mengelus rambut putrinya.


"Tidaaak ayah! aku hanya ingin menikah dengan Tjhin, aku...aku jatuh cinta padanya saat pandangan pertama", ucap Lediya sambil terus menundukkan kepalanya dan menangis sesegukan.


"Ba.. bagaimana mungkin itu bisa terjadi nak, kamu bersungguh-sungguh mencintai Tjhin?", ucap pak Hardian mulai terperangkap dengan sandiwara putrinya.


-Maafkan aku ayah, aku terpaksa membohongimu, karena kalau aku tidak berbuat seperti ini, pasti kau tidak akan pernah mengizinkannya, aku tidak mau melihat perusahaan yang telah kau rintis dengan susah payah itu hancur, karena mempertahankan ku, lagipula aku menyukai Tjhin dari pertama kita bertemu, hanya saja pria itu tidak menyukaiku. (batin Lediya)

__ADS_1


Bersambung....


Author : Hai.. Hai, jangan lupa bantu dukung LidZ selalu ya, pokoknya LidZ tunggu jejak Like, Vote, Komen dari kalian semuanya. Thanks🥰


__ADS_2