
Jun telah kembali duduk dan menikmati makan siang tanpa berbicara apapun lagi, tak lama datanglah Hardian ayah Lediya, dan Jhon yang tadi berpapasan di depan pintu utama, lalu menuju prasmanan untuk mengambil nasi dan memilih lauk pauk, setelah selesai mereka pun bergabung dengan keluarga Lee dan Lediya.
"Hardian, Jhon, akhirnya kalian datang juga, kami sudah lama menunggu kalian duduklah", ucap Suk Ho.
"Terimakasih om", Jhon segera duduk di sebelah Tjhin.
"Maaf, tadi saya keasyikan berbincang dengan Micko teman akrab saya, sampai lupa waktu, Tjhin selamat ya atas peresmian taman hiburan ini, kamu memang pemuda hebat", ucap Hardian.
Hardian menepuk pundak Tjhin lalu duduk disebelah Suk Ho, lalu matanya seketika menatap sesosok pria yang tadi menolong putrinya.
"Eh kamu, bukannya tadi yang menolong Lediya anakku, kenapa bisa ada disini?", tanya Hardian heran.
"Loh, kamu mengenal Jun juga Hardian?", tanya Almira
"Oh nama panggilanmu Jun ya, tadi pagi saat kaki Lediya terkilir karena menolong seorang anak, nak Jun inilah yang membantu membawa Lediya ke ruang kesehatan, O ya saya juga lupa belum berterima kasih kepadamu nak, terimakasih sudah menolong putriku", ucap Hardian tersenyum hangat.
"Hehehe, sama-sama om itu memang sudah kewajiban saya untuk menolong sesama".
"O ya perkenalkan ini Lee Su Mi adik dari Lee Suk Ho, dan ini Park Jun Min anak dari Su Mi, Jun dulu kuliah di university yang sama dengan Tjhin, dan mereka 1 jurusan, makanya mereka berdualah yang akan mengelola taman hiburan ini", Almira menjelaskan.
"Oo kalau begitu selamat juga untuk nak Jun ya", ucap Hardian.
"Su Mi dan Jun ini baru pertama kali datang ke Indonesia, dan akan menetap disini untuk mengelola taman hiburan ini bersama Tjhin, sebelumnya Jun membantu Suk Ho di KS, dan.... ", ucapan Almira terpotong karena mendengar suara yang sangat dikenal.
Kriuuuuk (bunyi perut Hardian)
"Ehem, Mira biarkan Hardian makan dulu, nanti saja menjelaskannya setelah selesai makan, Hardian pasti sudah sangat lapar", ucap Suk Ho karena mendengar cacing diperut Hardian sudah meronta.
"Maaf tadi pagi saya hanya minum kopi, tidak sempat sarapan", ucap Hardian tersipu malu, lalu segera menyantap hidangan yang tersedia di piring nya.
"O ya Sebenarnya apa yang terjadi Diya, katanya kau mau menceritakan kejadian yang membuat kakimu terluka", tanya Almira penasaran.
Lediya, dan Hardian pun bergantian bercerita.
__ADS_1
"Nak Diya, kamu selain cantik tapi juga wanita pemberani, pantas saja kau bisa meluluhkan hati Tjhin yang dingin sedingin es itu", puji Su Mi sembari melirik ke arah Tjhin, yang tidak merespon sama sekali.
"Makanya itu, aku beruntung bisa dapet menantu spesial seperti Diya, Tjhin sungguh pintar mencari istri, waktu kami pulang dari berbelanja, ada beberapa preman yang menghadang, saat aku melihat Diya menghajar beberapa preman itu, aaah sungguh keren, kalau seandainya aku seorang laki-laki muda, aku pasti akan jatuh cinta dengannya", ucap Almira dengan bangga.
"Hmm, iya deh kakak ipar memang beruntung telah mendapatkan menantu seperti Diya aku jadi iri, Jun cepatlah carikan ibu menantu baik dan pemberani seperti Diya", canda Almira.
"Kalau begitu, bolehkah aku merebut Diya dari Tjhin ibu?", canda Jun, yang berhasil membuat Lediya tersedak.
Lediya segera mengambil gelas disampingnya namun kosong,
"Uhuk... huk...min..ta..a..air tolong, uhuk ".
Jhon dan Jun segera berlari mengambil air, masing-masing membawa segelas air ke hadapan Lediya, sehingga membuat Lediya bingung harus memilih yang mana.
Lediya melihat ke arah Tjhin berharap calon suaminya itu mengambilkannya air, supaya ia tidak perlu mengecewakan Jhon dan Jun karena memilih salah satu gelas, tapi Tjhin sama sekali tidak peduli, dan terus melanjutkan kegiatan makannya.
"Uhuk... uhuk... huk, terimakasih", dengan kesal Lediya mengambil ke 2 gelas itu dan meminumnya secara bergantian.
"Gimana Diya, sudah tidak tersedak kan?", tanya Jun, di balas dengan anggukan oleh Lediya.
-B******k kau Tjhin!, kembung nih perut, lagian si Jhon sm Jun ngapain sih dua-duanya bawain minum, bikin aku gak enak hati aja kalau cuma ambil salah satunya. (batin Lediya).
Su Mi maupun Almira menatap heran, dan curiga dengan Tingkah Jhon dan Jun yang perhatian kepada Lediya, sedangkan Tjhin hanya berdiam diri saja, namun tidak ada satu katapun keluar dari mulutnya.
-Aneh, kenapa aku merasa kalau putraku jatuh hati dengan Diya, begitu juga asisten Jhon, aku perhatikan tadi Jun maupun Jhon saling menatap tajam saat ke duanya memberikan gelas minum ke hadapan Diya, terus ada apa dengan Tjhin kenapa dia seolah-olah tidak peduli, padahal jelas-jelas ada 2 pria dewasa yang menyukai istrinya, apa Tjhin tidak menyadarinya atau...., pelan-pelan aku akan menyelidiki nya. (batin Su Mi).
"Pelan-pelan saja makannya Diya, jangan sampai tersedak lagi", Hardian menasihati.
"Mari kita segera abiskan, sebentar lagi kita ada sesi foto*", Ucap Suk Ho.
Lalu mereka kembali menyantap sisa makanan di piring mereka yang sempat tertunda.
Diujung sebrang meja lain ada 3 wanita yang terus memperhatikan Lediya dan keluarga Lee.
__ADS_1
"S**l, aku pasti bakalan balas berlipat x ganda karena sudah berani mempermalukanku tadi, dan sekarang dia coba-coba mendekati keluarga Lee, bahkan makan 1 meja dengan mereka, dan duduk bersebelahan dengan Tjhin ku, awas kau Diya", gumam Nesya kesal.
"Nesya, kamu lihat tuh si Pretty Hero duduk didekat gebetan u, eh itu ada 1 oppa tampan lagi, siapa ya seperti nya aku baru melihat nya, apa dia salah satu saudara jauh Tjhin", ucap Miska dengan mata berbinar.
"Huuh dasar Caper, tersedak aja sampai minta diambilin sama 2 oppa tampan, tapi u liatkan Nesya, si Tjhin cuek aja dan tidak ke makan tipuan si Diya,hahaha, gebetan u emang luar biasa, salut gw. O iya cowo tampan itu siapa ya, boleh juga nih gw deketin?", ucap Lily dengan mata berkilat-kilat.
"Lah terus aku deketin siapa dong?,kalian tidak setia kawan ih", sahut Miska dengan cemberut.
"Eh u deketin asistennya si Tjhin aja noh si Jhon, aduh mereka ber 3 para oppa tampan, kenapa gak bikin grup kpop aja sekalian, aku pasti akan jadi fans pertama mereka", Mata Lily berbinar.
"Eh Nesya, masukin kita ke perusahaan Tjhin juga dong, biar kita bisa pedekate sama 2 oppa tampan itu, Please", Miska memohon.
"G**a u pada, emang u kira itu perusahaan bapakku, aku aja bisa jadi sekretaris Tjhin itu karena bantuan ayah, untungnya ayahku berteman dekat dengan ayahnya Tjhin, dan kami juga sudah berteman dari sejak kecil, makanya Tjhin menerimaku, bukan itu saja, aku tetap harus menunjukkan kinerjaku dengan baik dan profesional, Tjhin itu pria perfeksionis, awal-awal aku masuk kerja, aku habis-habisan di maki setiap hari karena melakukan sedikit kesalahan, dia tidak peduli biarpun aku ini teman kecilnya, aku yang otaknya pinter gini aja butuh extra kerja keras, gimana kalian yang otaknya kurang se ons gini mana bisa lolos interview di perusahaan nya", ucap Nesya merendahkan.
"Jaaah, masa otak gw dibilang kurang se ons, yang kurang se ons tuh si Miska x, gw cukup pintar kok, biarpun gak sepintar u sih, hehehe", Lily memaksakan senyuman.
-Dasar belagu, karena bokap gw kerja di perusahaan bokap u aja, makanya gw mau temenan sama u, kalau gak juga gw males berteman dan harus ngejilat orang angkuh, sok cantik, dan sok pinter kayak u. (batin Lily).
"Lah kok jadi aku sih, biarin dah dibilang kurang se ons, yang penting aku cantik dan seksi, kata mami papi, aku ini kayak Angelina Jolie", ucap Miska sembari mengedipkan mata.
Lily yang sedang minum spontan menyemburkan air keluar dan mengenai wajah Miska, Lily dan Nesya tergelak bersama.
"iiiiihh, kalian jahat banget sih, huwaaa...hiks kenapa juga aku u sembur Lily, kan make up ku luntur jadinya", ucap Miska kesal, Nesya dan Lily masih terus menertawakan Miska.
"Aku mau ke toilet dulu, ketawain aja terus, mudah-mudahan aja ada t*i cicak nyemplung ke mulut kalian berdua", ucap Miska kesal.
Perkataan terakhir Miska akhirnya mereka berdua pun berhenti tertawa.
"Iye maaf ya Angelina Jolie kw, aku gak sengaja tadi, gitu aja marah", ucap Lily masih terkekeh.
Miska mengambil tasnya dan melangkah menuju toilet dengan perasaan kesal.
Bersambung....
__ADS_1
Author : Hey Readers yang baik, please kasih Like, Vote, dan komen saran-sarannya yang positif ya buat LidZ, biar tiap episode nya makin bagus dan keren, jangan lupa masukan ke favorit kalian ya. Thanks🥰.