
drrt drrrt drrt
Ponsel Jhon berbunyi.
"Hallo tuan, saya dari bagian room servis", ucap staf wanita di sebrang sana.
" Ada apa? ".
" Tadi nona Lediya mampir ke ruangan kami, ia bertanya tentang freelance bernama Tio itu".
"Kalian tidak mengatakan apapun kan kepadanya?".
" Ti... tidak tuan ".
" Bagus, peringati semua staf untuk bungkam, atau aku akan membuat kalian semua dipecat".
" Ba... baik tu.. tuan, ada satu lagi yang mau saya infokan, tadi salah satu staf kami, melihat nona masuk ke ruangan CCTV".
"Apa!!!, baiklah aku akan mengurus nya".
Jhon pun mengakhiri panggilan, terlihat kecemasan di wajahnya, ia pun segera membangunkan Tjhin.
" Tjhin, bangun... Tjhin", ucap Jhon.
Namun pria itu tak bergeming, karena tertidur lelap.
"TJHIN BANGUN", teriak Jhon di telinga nya.
Tjhin pun terlonjak kaget.
"APA YANG KAU LAKUKAN JHON?, kau ingin merusak gendang telingaku hah!", bentak Tjhin.
" Sorry, habisnya u susah sekali dibangunin", Jhon terkekeh.
"Jangan menertawakan ku Jhon, ada apa?, kau mengganggu tidurku saja!", sungut Tjhin.
" Lediya seperti nya terus berusaha mencari tahu tentang pemuda freelance itu", jawab Jhon.
"Cih, wanita keras kepala!, lalu apa ada staf yang membocorkan nya?".
"Semua staf bungkam, tidak ada yang berani membocorkan soal Tio, tapi saat ini Lediya sedang berada di ruang CCTV, untungnya kemarin kita sudah menyuruh petugas menghapus nya".
"Hmm,kalau begitu aku harus segera kembali ke cottage supaya wanita itu, tidak bisa mencari tahu lebih lagi".
Tjhin pun segera beranjak pergi dari cottage Jhon, dan menuju cottage nya.
*Flashback On*
1 hari setelah pernikahan,
"Apa kesalahan yang dilakukan staf kita Jhon", ucap Tjhin sembari membuka laptop nya.
" Dobel book, ditanggal itu jadi ada 2 pengantin yang book seluruh balroom hotel kita, entah apakah salah satu dari mereka mau dipindahkan ke hotel yang lain, pengantin 1 anak dari seorang menteri, sedangkan 1 lagi anak dari pengusaha sukses teman dekat ayahmu".
"Kenapa hal itu bisa terjadi, dua-duanya anak dari orang terkemuka, pasti sangat sulit meminta salah satunya untuk mengalah", ucap Tjhin penuh kekhawatiran.
"Aku sudah menyuruh para staf marketing, mendatangi kediaman mereka, untuk meminta maaf, dan menjelaskan ke 2 pasang pengantin".
"Hmm baiklah, saat pulang ke JK nanti, aku juga akan datang meminta maaf kepada mereka", ucap Tjhin.
__ADS_1
" O ya Tjhin ada 1 masalah lagi", ucap Jhon.
Tjhin menarik nafas panjang
"Masalah apalagi, kenapa ada begitu banyak masalah,apa berhubungan dengan hotel lagi?!".
"Ini masalah soal Diya".
" Maksudmu?", Tjhin mengerutkan alisnya.
" 2 jam sebelum dimulainya pernikahan kalian kemarin, ada yang berusaha menggagalkannya, dengan menaruh obat bius di jus pesanan Diya!".
"Apa, siapa yang berani melakukan hal itu, kepada calon istriku?!", tanya Tjhin dengan geram.
" Aku ada menyimpan rekaman CCTV yang terpasang di sekitar cottage Diya saat itu, dan...., sebaiknya kau lihat sendiri ", ucap Jhon sembari memberikan sebuah flashdisk.
Tjhin segera mengambil flashdisk pemberian Jhon dan memasang ke laptopnya, terus melihat dengan teliti satu persatu rekaman itu, sampai ia menangkap seseorang yang wajahnya sangat familiar baginya.
" Jhon apakah I...ini!", ucap Tjhin terbata lalu menatap ke arah Jhon.
"Benar sekali itu dia, dan aku sudah memastikan nya", sahut Jhon.
" Sudah lama aku tidak bisa menghubungi nya, terakhir dia bilang sedang berada di Singapura, apa dia sudah kembali ke Ind?".
"Saya sudah mengeceknya, dia memang kembali ke Ind dan seperti nya ia mengetahui pernikahan mu dengan Diya dan ingin mengagalkan nya, namun tak berhasil, setelah itu ia langsung kembali ke Singapura", jawab Jhon.
"Siapa saja yang mengetahui nya?, jangan sampai ada yang mengetahui nya, terutama keluarga ku dan Diya", tanya Tjhin gelisah.
"Para staf room servis, dan tentu saja petugas yang memberikan CCTV ini, yang aku khawatir kan, seperti nya Diya akan menyelidiki hal ini".
"Cih, apa yang bisa dilakukan seorang wanita seperti nya!, tapi untuk menghindari masalah, sebaiknya kau segera bungkam mereka, suruh petugas yang memberikan rekaman CCTV itu untuk menghapus nya, lalu beri dia uang, juga minta manager cottage ini memindah tugaskannya segera, sebelum Diya menyuruh seseorang menyelidiki nya", ucap Tjhin tegas.
"Kau cukup diam saja, biar aku yang mengurus Diya, lagipula apa yang bisa dilakukan wanita seperti nya, dia tidak akan menemukan apapun".
"O ya kau segera cari tempat tinggal nya di Singapura, aku perlu bertemu dengannya", ucap Tjhin lagi.
*Flashback Off*
Skip
Sementara itu Lediya pun kembali, sepanjang perjalanan ia berpikir sangat keras.
-Ada apa sebenarnya, saat itu CCTV memang tidak berfungsi atau ada yang menghapus nya?, sekembalinya ke JK aku harus menyelidikinya, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan, masa dari sekian banyak staf tidak ada yang mengetahui soal freelance itu, terlihat ada yang membungkam mulut mereka, sehingga tidak ada satu staf pun yang mau bercerita, apa Tjhin dan Jhon, karena hanya merekalah yang bisa melakukan nya, atau memang para wanita yang cemburu dan iri karena aku akan menikah dengan punjaan hati mereka, yang hadir dipesta ku memang kebanyakan teman dekat orang tua Tjhin dan mereka semua cukup berpengaruh dan para pengusaha sukses, mereka juga bisa membungkam para staf itu.(batin Lediya).
"Haaah, ternyata menikah dengan pria populer dan terkaya no. 3 didunia itu sungguh berbahaya, itu baru obat bius, selanjutnya entah apalagi yang akan terjadi!", gumam Lediya.
Tanpa sadar wanita itupun sudah sampai didepan teras cottage, karena terlarut dalam pikiran nya, wanita itu sama sekali tidak menyadari kalau Tjhin suaminya sedang duduk di depan cottage menunggu nya, wanita itu melewati nya begitu saja, dan hendak membuka pintu.
"Hey, apa yang sedang kau pikirkan?, melewati ku begitu saja, kau kira aku ini setan, sampai tidak terlihat?", ucap Tjhin ketus.
Wanita itupun tersentak,
" Eh maaf aku tidak melihatmu barusan, kau sudah kembali, ayo masuk", jawab wanita itu dan segera melangkah masuk.
Pria itupun bangkit dari tempat duduknya turut masuk kedalam cottage.
Wanita itu segera membuka kulkas, mengambil dan meneguk abis sebotol air mineral dingin, karena dari tadi ia berkeliling memeriksa dan bertanya ke setiap staf yang ia temui, sehingga membuatnya sangat haus.
"Untuk apa kau ke ruang CCTV cottage ini, aku kan sudah bilang biarkan aku dan Jhon yang mengurus nya, apa kau tidak percaya denganku?", ucap Tjhin.
__ADS_1
"Kau tahu darimana, aku abis dari ruang CCTV, apa kau memata-mataiku?", Lediya memicing kan matanya curiga.
"Ehem, saat aku mencari mu, ada salah satu staf yang melihat dan memberitahu ku, kalau kamu sedang berada di ruang CCTV", ucap Tjhin santai.
" Oh begitu", ucap Lediya singkat.
Lediya pun segera duduk di kursi meja makan cottage.
"Kau sudah makan belum?, ini aku ada beli bento", ucapnya.
Pria itu memilih duduk di kursi bersebrangan dengan wanita itu, sehingga merekapun duduk berhadapan.
"Kau tidak perlu menyelidikinya lagi, itu ulah salah satu fans wanita, saat kita menikah kau lihat kan, anak-anak perempuan teman-teman ayahku yang hadir, mereka semua ingin menikah denganku, hanya saja tidak ada satupun yang aku sukai, dan aku menolak perjodohan dengan mereka semua, kau wanita beruntung yang bisa menikah denganku, wajar kalau mereka iri dan tidak menyukaimu, akan ada lebih banyak lagi kesulitan yang akan kamu dapatkan karena menyandang status istri dari pewaris utama keluarga Lee, jadi menurut ku tidak perlu diperpanjang oke".
-Cih, pede bener nih cowo, tapi yah tidak bisa kupungkiri, aku mungkin juga termasuk salah satu dari para wanita itu, dia memang termasuk pria idaman, mungkin wanita lain bangga dengan hanya mendapatkan status nyonya Lee Tjhin Won biarpun tidak dicintai, berbeda denganku, lebih baik aku menikah dengan orang biasa tapi mencintai ku, kalau bukan karena demi perusahaan ayah, aku tidak akan sudi menerima kesepakatan ini. (batin Lediya).
Tampan, kaya, dan mapan adalah paket lengkap yang dimiliki Lee Tjhin Won, pantas saja para wanita diluar sana begitu mendamba Tjhin untuk menjadi pasangan mereka, bahkan ada yang secara cuma-cuma menawarkan tubuhnya untuk dinikmati oleh Tjhin.
Beruntung nya Tjhin bukan laki-laki liar yang suka bergonta-ganti pasangan tidur, layaknya pengusaha muda di luar sana, Tjhin begitu memegang prinsipnya, dan hatinya sangat sulit dimenangkan, selama ini hanya Jenifer lah yang berhasil meluluhkan hatinya.
Wanita itu hanya terdiam menikmati makanannya, ingin rasanya mempercayai ucapan suaminya itu, namun ia merasa ada sesuatu yang janggal.
"Tjhin, sampai kapan aku harus melakukan pernikahan pura-pura ini, apakah 1 tahun atau 2 tahun atau.... ".
Belum selesai Lediya berbicara, Tjhin sudah memotong nya.
"Aku juga belum tahu, yang jelas tunggu sampai ibuku pulih, dan tujuan ku tercapai".
"Tujuan.... maksudnya tujuanmu tercapai gimana?", tanya wanita itu heran.
" Suatu saat nanti kau juga akan mengetahui nya, besok pagi kita akan kembali ke JK, lebih baik kau tidur lebih awal".
Pria itupun segera beranjak, lalu duduk bersandar di kepala ranjang, sembari memainkan ponsel nya.
Wanita itupun segera menyelesaikan makannya, setelah itu menuju kasur hendak mengambil bantal dan guling juga selimut nya, untuk dibawa tidur di kasur gantung depan kolam renang.
Namun tiba-tiba hujan turun deras sekali, membuat hawa semakin dingin.
-Waduh aku bakal mati kedinginan nih, apa aku minta izin tidur di sofa saja ya, tapi dia bilang tidak mau satu ruangan denganku, tapi coba tanyalah, siapa tau Tjhin mengizinkan. (batin Lediya).
"Ehem, Tjhin untuk malam ini bolehkah aku tidur disofa, karena diluar sedang hujan, takut terkena cipratan air", ucap Lediya sembari berdoa dalam hati semoga di izinkan.
"Tidurlah diatas kasur, lagipula kasur ini cukup besar untuk kita tidur berdua", ucap Tjhin sembari matanya tetap tertuju pada layar ponsel nya.
"Ta.... tapi".
"Tenang saja aku tidak bakal melakukan apapun padamu, aku hanya tidak ingin kau kurang tidur, besok kau tidak boleh terlihat capek apalagi sampai sakit, ibu bisa memarahiku kalau sampai itu terjadi, tidurlah disini, jangan lupa matikan lampu".
Tjhin segera menaruh ponsel nya di nakas, menarik selimut, dan membaringkan tubuhnya.
-Cih, pantesan kok tiba-tiba kasih aku tidur dikasur, ternyata dia takut aku sakit, dan kurang tidur, sehingga membuat dirinya dimarahi, lagi-lagi karena ibunya, anakmu sungguh berbakti padamu ibu, namun sangat kejam padaku. (batin Lediya).
Lediya pun segera mematikan lampu, menaruh bantal guling nya diatas kasur, lalu menyalakan lampu tidur, dan menarik selimut membaringkan dirinya.
Mereka berdua pun terlelap, menuju alam mimpi.
Bersambung....
Dukung LidZ dengan Like, Hadiah, dan Vote nya dong readers, biar semangat upnya, jujur beberapa minggu ini LidZ lagi down nulisnya dan gak semangat, jadi jarang update, beri LidZ komen menyemangati ya, biar bisa tetap lanjutin sampai tamat. thx🥰
__ADS_1