
"Tunggu.... ", Lediya memanggil waiters yang melewatinya.
"Serbet putihmu jatuh, nih ambillah", Lediya mengambil kain yang terjatuh di dekat kakinya.
Waiters itupun segera membalikan tubuhnya dan menghampiri Lediya dengan wajah masih tertunduk.
"O iya maaf nona, saya benar-benar ceroboh", Waiters itupun mengambil serbet dari tangan Lediya yang terjulur kepadanya.
"Terimakasih, saya permisi dulu nona", waiters itupun hendak pergi meninggalkan Lediya.
"O ya kamu barusan anterin jus jeruk pesenan saya ya?", tanya Lediya.
"Iya nona, jusnya sudah saya taruh didalam, permisi", sang waiters segera beranjak pergi meninggalkan Lediya.
"Aneh,ini waiters kenapa selalu menundukkan kepalanya, seolah tidak mau orang lain melihatnya, hmm mungkin ada sesuatu di wajahnya yang membuat dia malu, sudahlah sebaiknya aku segera kembali ke cottage, untuk menikmati jusku", gumam Lediya.
"Woi Diya tunggu", terdengar suara memanggil dari arah belakang, Lediya membalikkan tubuhnya ke arah suara itu, terlihat Indra, Sari, dan juga Nikko sedang berlari kecil menghampirinya.
"Gimandoska urusannye sama suami ye, udin rebes belum?", tanya Indra.
"Udah gak marahkan calon suami u Diya, soalnya gak baik di hari bahagia gini kalian bertengkar", Sari menimpali.
"Iya udah beres, tenang aja", jawab Diya.
"Baguslah, lagian u emang salah sih, gw juga kalau jadi si Tjhin, liat calon istri gw berduaan di dalam cottage sama cowok lain udah pasti bakalan ngamuk gw". Nikko menasehati.
"Iye aku juga tau salah, tapi gak sepenuhnya juga kali, si Indra sama Sari ikut andil, tiba-tiba ngilang gitu aja, aku kira mereka masih ada didepan", sahut Lediya.
"Ya udah maafin aku sama si Indra ya, kita masuk yuk, aku haus banget nih pengen minum", ucap Sari.
Mereka pun masuk kedalam cottage,
"Asyik ada jus jeruk tau aja aku lagi haus", jawab Sari sembari mengambil jus itu dan hendak meminum nya, namun dihentikan Lediya.
"Enak aje u main nyamber aja Sar, ini jus yang aku pesen, sini balikin, aku juga haus banget dari tadi pengen minum yang seger-seger", ucap Lediya hendak merebut gelas jusnya, namun dengan sigap Sari segera meneguk habis jusnya.
"Yaaaaaa Sariiiiii reseee!!".
"Sorry Diya abis aku gak bisa tahan lagi, nih leher kering kerontang, u pesen lagi aj.....", tiba-tiba tubuh Sari terjatuh tak sadarkan diri.
"Sar woi Sar bangun, Diya cepetan panggil dokter", ucap Nikko sembari menampar pelan pipi Sari menyuruhnya untuk bangun, namun tak ada gerakan sedikitpun dari Sari.
"Tapi, aku tidak punya nomer ponsel dokter disini", jawab Lediya dengan wajah panik.
"Coba u telepon asisten nya suami u, pasti dia tahu", sahut Nikko lagi sembari menggendong tubuh Sari dan membaringkannya ke atas kasur.
"Iya bener Jhon pasti punya, dimana ponsel ku ya", ucap Lediya, lalu mencari ke sekeliling ruangan.
"Cepet Diya, gak pake lambreta!", ucap Indra gak kalah panik.
"Oo ini dia", Lediya segera menekan tombol ponsel untuk menelepon Jhon.
tuuuut... tuuuut... ceklek.
"Hallo Diya ada apa?", tanya Jhon dari sebrang sana.
"Jhon tolong segera panggil dokter ke cottage ku, Sa.... Sari pingsan", ucap Lediya panik.
"Oke, sebentar saya telepon segera". Jhon mematikan ponselnya.
__ADS_1
"Haaah kenapa Sari bisa tiba-tiba pingsan setelah....".
Mata Lediya melebar, seolah mengingat sesuatu, lalu segera mengambil gelas bekas jus jeruk itu, lalu mencium aroma gelas itu untuk memastikan kalau dugaannya benar.
"Nik, sepertinya ada yang menaruh obat bius kedalam jus ini", ucap Lediya penuh curiga.
"Benarkah, tapi kenapa mengincar Sari?", tanya Nikko.
"Dia tidak mengincar Sari, tapi mengincarku, karena itu jus yang aku pesan dan tak sengaja Sari yang meminum nya, sepertinya ada seseorang yang ingin menggagalkan pernikahan ini".
"Siapose, astaga apose perempewi gilingan tadi?", Indra menebak-nebak.
"Tidak mungkin Nesya, saat ini dia sedang dikurung di cottage nya, kata om Satria, tante Siska sedang menemaninya saat ini".
"Pasti salah satu wanita yang menyukai Tjhin, atau bisa juga para mertua yang gagal menjodohkan anaknya dengan Tjhin, wajar saja banyak yang iri dan tidak suka sama u Diya, Tjhin itu memang pria idaman para wanita, juga menantu idaman tentunya, selain tampan, kekayaan keluarga Lee juga tak akan pernah bisa habis, padahal pernikahan u tinggal 1 jam lagi, tapi masih ada aja kejadian yang tak terduga, gw jadi merinding", ucap Nikko khawatir.
Lediya berpikir keras dan memutar kembali ingatannya, lalu teringat sesuatu.
"Waiters ya waiters itu pasti dia", Lediya segera memencet tombol telepon dalam cottage, menghubungi room service.
tuuuut... tuuuut... ceklek,
"Hallo, dengan Layanan kamar, ada yang bisa saya bantu?", sahut bagian room service disebrang sana.
"Saya dari kamar xxxx yang tadi memesan jus jeruk".
"Oo ya kamar mempelai wanita, ada yang bisa dibantu nona?".
"Mau tanya, waiters yang tadi mengantar pesanan saya apakah dia ada?".
"Maksud nona si Tio, dia freelance dan hanya 2 hari bekerja, kebetulan hari ini dia terakhir bekerja, tugasnya selesai sehabis mengantarkan pesanan ke room nona tadi, apakah ada masalah nona?".
"Ternyata benar dugaanku, ini sudah direncanakan, tapi siapa... siapa yang hendak mencelakaiku", Lediya bergumam.
Tak lama terdengar ketukan pintu, Lediya segera membukanya, Jhon dan dokter sudah berdiri didepan pintu.
"Masuklah dok, itu teman saya yang pingsan", Lediya mempersilakan dokter memeriksa Sari.
"Diya ada apa sebenarnya yang terjadi?", tanya Jhon.
"Sepertinya ada yang memasukan obat bius kedalam jus yang aku pesan, tanpa sengaja Sari yang meminumnya", jawab Lediya.
"Bisakah kau bantu aku menyelidikinya Jhon, sepertinya semua ini sudah direncanakan", ucap Lediya lagi.
"Aku akan memberitahu Tjhin terlebih dahulu masalah ini, dan tolong ingatkan temanmu, jangan sampai masalah ini tersebar luas, atau sampai di ketahui para orang tua".
Lediya mengangguk kan kepalanya tanda setuju, "Aku maupun temanku tidak akan menyebarkan ini, kami juga akan membantu untuk menyelidiki hal ini".
Dokter pun selesai memeriksa,
"Bagaimana keadaannya dok?", tanya Nikko.
"Syukurlah tidak ada masalah, untung takaran obat biusnya tidak berlebihan, mungkin sekitar 3 jam lagi dia akan bangun, cukup berikan air hangat saat dia bangun, dan minuman obat ini untuk menghilangkan rasa pusingnya, saya permisi dulu", ucap dokter lalu segera beranjak pergi ditemani Jhon sampai depan pintu.
"Terimakasih dok", ucap Lediya.
"Berarti orang yang memasukan obat bius ini, hanya ingin membuat u tertidur, sehingga pernikahan u dan Tjhin batal Diya", Nikko berasumsi.
Saat Jhon kembali menghampiri mereka, tiba-tiba Lediya bertanya,
__ADS_1
"Jhon, sebegitu hebatnya kah seorang Tjhin, sampai banyak sekali orang yang mengincarku?".
"Tentu, maka dari itu pernikahan kalian tidak bisa di publikasikan, karena bagi para wanita, Tjhin adalah pria Idaman yang sempurna", sahut Jhon santai.
"Cih, mana ada manusia yang sempurna, yang sempurna didunia ini hanya 1, yaitu Tuhan YME", Lediya memutar bola matanya dengan jengah.
"Acara sebentar lagi dimulai, segera bersiap-siaplah Diya, untuk masalah yang barusan terjadi akan kita urus setelah kembali ke JK", ucap Jhon sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Kalau gitu u jaga Sari ya Ndra, gw mesti ketempat acara untuk mengabadikan momen pernikahan Diya, inget jaga si Sari baik-baik jangan di tinggal, nanti dia nangis pas bangun kagak ada orang", ucap Nikko dengan wajah khawatir.
"Du.. du. du, kayaknya ada yang mulai jatuh cintrong nih, sampe segitu khawatir nye, apose akika bilang, jengong berantem terus, jadi kan tuh....", Ledek Indra.
"Gw cuma khawatir karena si Sari tuh temen gw, nanti kalau dia kenapa-kenapa, kagak ada yang bisa gw ajakin berantem lagi, udah u jagain aja si Sari, Diya gw pergi duluan ke pantai ye", Nikko berpamitan lalu pergi.
"Haaah bete.. bete ah, akika gak bisikan liat acara ye Diya kesel deh, masa harus tungguin nih si putri tidur, rempong deh", Indra menunjukkan wajah cemberutnya.
"Udin Ndra, si Sari kan masih bangun sekitar 3 jam lagi, u keluar aja liat awal acara sebentar, cottage nya dikunci aja dari luar, biar gak ada yang bisa masuk gangguin si Sari", Lediya memberi saran.
"O iya, ye bener sekali Diya, nanti selesai makan akika langsung cus balik sini, sebelum bangun nih si putri tidur", wajah Indra kembali ceria.
"Sekarang bantuin aku rapiin make up sm gaun Ndra".
"Oke doske ucul, sini...".
πππππ
Pesta pernikahan pun dimulai, Tjhin sudah menunggu didepan gazebo, mengenakan kemeja, dasi yang dimasukan kedalam rompi, dan jas putih, ditangannya menggenggam sebuah buket bunga yang cantik, suara MC menggema memberi sambutan dan meberikan aba-aba.
Lediya melangkah pelan diatas karpet bertabur bunga, telapak tangannya melingkar di lengan ayahnya, Lediya dan Hardian berjalan beriringan, sembari tersenyum ke arah kamera, saat Lediya mendekat, senyuman tipis Tjhin tampilkan, sehingga terlihat lesung pipinya yang semakin menambah ketampanannya bak pangeran negeri dongeng.
Tjhin memberikan buket ditangan nya ke Lediya, seperti pria sejati Tjhin mengulurkan tangannya, Hardian melepaskan tangan anaknya yang melingkar di lengannya dan menaruh telapak tangan anaknya diatas telapak tangan Tjhin yang terulur, lalu beranjak pergi.
Tjhin membawa Lediya mendekat ke sampingnya, lalu saling mengucapkan janji suci.
"Lediya Aurora Jap, aku mengambil engkau menjadi seorang istri, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya", Tjhin menyematkan cicin ke jari manis Lediya.
"Lee Tjhin Won, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya". Lediya menyematkan cincin ke jari manis Tjhin.
Setelah mengikat janji suci, mc memberikan intruksi untuk mempelai melakukan wedding kiss, Tjhin menarik pinggang Lediya mendekat, lalu meraih tengkuk Lediya.
"Tjhin pura-pura saja, tak perlu sungguhan menyentuh bibirku oke", bisik Lediya.
Tjhin menyeringai.
"Gadis bodoh".
Tjhin malah sengaja ******* bibir Lediya, sehingga membuat Lediya terbelalak, pipinya pun berubah merah, lalu Tjhin melepaskan ciumannya, tanpa mempedulikan wajah terkejut dan rona merah pipi Lediya, ia pun melambai sambil melemparkan senyuman kepada seluruh para tamu undangan, Lediya segera menyadarkan diri dari keterkejutannya, dan mengikuti jejak suaminya, bersandiwara bila kebahagiaan hari ini hanya milik mereka berdua.
-S****n nih laki, ambil kesempatan dalam kesempitan, tapi kenapa aku juga menikmatinya tadi, ini ciuman ke dua ku yang sedikit lebih lama dari pada ciuman pertamaku bersama Tjhin, oh tidak otakku mulai tercemar, pria ini membawa pengaruh buruk untukku.(batin Lediya).
Dikejauhan ada sosok yang terus memperhatikan dengan tatapan tajam mencekam, ke arah dua mempelai.
"Hello kak, maaf aku gagal lagi!, wanita ini seperti nya sulit dihadapi, ya baiklah!", ucap sosok tak di kenal itu lalu mematikan ponsel, dan segera pergi meninggalkan tempat acara.
Mc memberi aba-aba kepada mempelai pengantin untuk meminta restu kepada orang tua.
Mereka berdua melangkahkan kakinya dan berhenti didepan Lee Suk Ho yang bersanding dengan Roro Almira.
Bersambung....
__ADS_1
Author : Hey Readers jangan lupa tinggalin jejak, Like, Vote, koment dan juga masukkan ke favorit kalian ya, bantu Novel LidZ ini bisa masuk rating karya baru. thx so muchπ.