Cinta Berbuah Luka

Cinta Berbuah Luka
Kembalinya Kenangan Buruk


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Tjhin segera mencari ayah dan ibunya.


"Selamat malam tuan muda", nyonya Kim menyapa.


"Bi ayah dan ibu berada dimana?", tanya Tjhin dengan tergesa-gesa.


"Selesai makan malam nyonya langsung masuk kedalam kamar untuk beristirahat tuan muda, sedangkan tuan Lee saat ini sedang berada di ruang baca", nyonya Kim menjelaskan.


Tjhin segera melangkah kan kakinya ke ruang baca, untuk berbicara kepada ayahnya.


" tok... tok, Ayah".


"Masuklah Tjhin", Tjhin pun masuk dan duduk di samping ayahnya.


"Ayah aku ingin berbicara sesuatu, apa ayah ada waktu".


"Hmm, bicaralah Tjhin ada apa?".


"Ayah bisakah pernikahan aku dan Diya nanti dilaksanakan dengan Private saja".


"Maksudmu, cukup dihadiri keluarga inti saja begitu, kenapa harus seperti itu?", tanya Suk Ho.


"Aku tidak mau mempublikasikan nya, karena media pasti akan dibuat heboh, dengan pernikahan antara aku dan Diya, lagipula perusahaan ayah Diya sedang tidak baik, kalau tiba-tiba kami mengumumkan pernikahan, media dan masyarakat pasti akan berpikir negatif tentang Diya dan ayahnya".


Suk Ho berpikir sejenak, dan menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia mengerti apa yang dimaksud dengan putranya.


"Jadi kita rayakan sederhana saja tidak perlu terlalu mewah, lagipula dengan kondisi Indonesia saat ini, pemerintah juga melarang orang banyak berkerumun, menurutku cukup dengan wedding private saja", Tjhin berusaha meyakinkan ayahnya.


-Aku harus berusaha membujuk ayah dan ibuku, cukup mengadakan wedding private saja, supaya aku bisa menceraikan Lediya secepat mungkin, tanpa mencoreng nama ku dan keluarga ku ini, saat itulah puncak pembalasan dendamku untuk Jeje. (batin Tjhin).


Terlihat Lee Suk Ho sedang berpikir keras, ia tahu alasan utama Tjhin menginginkan wedding private, karena putra dan mantunya menikah bukan karena cinta.


Lediya mau menikah dengan putranya karena ingin menyelamatkan perusahaan ayahnya, sedangkan Tjhin karena Almira dan dirinya.


-Sepertinya wedding private adalah pilihan yang tepat, aku tidak bisa membiarkan nama keluarga Lee tercoreng, disaat nanti mereka berdua memutuskan untuk bercerai. (batin Lee Suk Ho).


"Baiklah Tjhin ayah setuju saja, tapi kamu harus membujuk dan menjelaskannya kepada ibumu, karena ayah yakin ibumu pasti akan menentang nya, dan suruh Jhon memesan tempat untuk wedding private kamu dan Diya di Bali itu lebih baik", ucap Suk Ho.


-Untuk saat ini ayah akan berusaha menutup mata atas perbuatan mu dan Diya, tapi suatu saat nanti ayah berharap, kalian berdua akan berbicara jujur kepada kami. (batin Suk Ho).


"Aku akan berusaha membujuk ibu, dan juga menjelaskannya kepada Lediya dan ayahnya, Thankyou ayah", Tjhin tersenyum, lalu melangkah pergi menaiki tangga, untuk menuju kamarnya.


Terlihat nyonya Kim keluar dari kamar Tjhin.


"Air mandi nya sudah siap tuan, silakan".


"Hmm, Terima kasih bi ".


Tjhin masuk ke dalam dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, terdapat berbagai aroma terapi untuk Tjhin merefleksikan dirinya di dalam bathub.


Sebenarnya malam ini perasaan Tjhin tidak karuan, kenangan buruk tentang lamaran dan kematian kekasihnya Jeje kembali melintasi pikirannya.


Besok hari persemian dan pembukaan taman hiburan tempat dimana Jeje tergeletak didepan matanya karena ulah ayahnya Lediya, Tjhin bangkit dari bathub menuju cermin besar didepannya, ia mengelap cermin itu, dan melihat pantulan dirinya.


"Balas dendam...., hal itu sangat berlawanan dengan diriku, tetapi akan tetap menjadi bagian dari diriku, aku tidak bisa menenangkan dendam itu dengan begitu saja, hahaha kau sungguh menyedihkan dan mengecewakan". Malam ini Tjhin sangat marah.


Tjhin mengingat kembali tentang Jeje, ditambah malam itu ibunya pun hampir celaka.

__ADS_1


"Semua itu terjadi karena Diya dan ayahnya!, aku hampir kehilangan lagi orang yang paling berharga dalam hidupku, itu semua salah mereka, aku tak kan biarkan itu, tunggulah akan kubuat kalian menderita sedikit demi sedikit".


Sementara itu di kediaman Hardian, Lediya masuk kerumahnya dengan langkah gontai, seperti biasa Hardian ayah Lediya sedang berada di sofa, didepannya terdapat laptop dan berkas-berkas kantor yang di bawa pulang.


"Malam ayah".


Lediya menghampiri ayahnya lalu duduk di sofa sebrang ayahnya.


"Loh ada apa sayang, kok kamu kelihatan murung, bukankah hari ini kamu pergi berbelanja dengan ibunya Tjhin, apakah terjadi sesuatu?".


"Hari ini sepulang dari mall, tiba-tiba kami dihadang 3 preman yah".


"Apa!!!, tapi kamu dan ibunya Tjhin tidak apa-apa kan, adakah yang terluka Diya?".


Hardian segera menghampiri Lediya untuk melihat keadaan putrinya.


"Diya dan Ibunya Tjhin, baik-baik saja ayah tidak ada luka sedikitpun", Lediya memaksakan senyuman.


"Oh, Syukurlah nak", hardian menghela nafas lega.


"Ayah, bisakah pernikahan ku dengan Tjhin tidak di publikasikan, cukup dihadiri ayah saja?".


"Loh, ada apa sayang kok tiba-tiba bicara seperti itu?".


"Maksud Diya, dengan kondisi saat ini, lebih baik tidak mengundang banyak orang ayah, dan Diya mau dirahasiakan saja".


"Kenapa harus dirahasiakan, apa yang terjadi sebenar nya Diya, apa kau dan Tjhin bertengkar?".


"Tidak ayah, kami baik-baik saja hanya saja.... ".


-Hanya saja Tjhin tidak pernah mencintai ku ayah, hari ini kumelihat sorot kebencian dimatanya, aku tidak tahu ada apa dengannya, mungkin Tjhin benar aku yang telah membuat ibunya hampir celaka, selama ini aku berharap bisa sedikit membuat Tjhin melihatku, namun aku baru menyadari malam ini, kalau dia tidak pernah tertarik padaku, Tjhin melakukan itu 100% demi ibunya, aku saja terlalu percaya diri bisa menaklukkan nya, aku merasa pernikahan ku dan Tjhin tidak akan bertahan lama, daripada aku dipermalukan semua orang saat kami berpisah nanti, lebih baik merahasiakan nya dan jangan sampai ada yang mengetahuinya. (batin Lediya).


"Ada apa sayang, kenapa kau tidak melanjutkan perkataanmu?", Hardian masih menunggu putrinya untuk berbicara.


"Ah ayah, aku mau mandi dulu badan Diya lengket nih, hari ini kita harus tidur lebih awal, besok pagi kan kita harus menghadiri peresmian taman hiburan keluarga Lee, Good Night ayah", Lediya menghindari pertanyaan ayahnya dan segera berlari menusuri tangga.


"Eh tapi Di....". Hardian menggeleng kan kepalanya, Lediya sudah menghilang dari pandangan nya.


" Haaaah(menarik nafas panjang), ada apa dengan anak itu, pasti telah terjadi sesuatu".


Hardian sedikit curiga dengan keanehan putrinya, namun segera beralih ke berkas-berkas di depannya kembali, karena besok setelah peresmian, Hardian ada meeting penting dengan beberapa gedung, dan semua berkas harus dia selesaikan malam ini.


Lediya masuk kedalam kamar, lalu merebahkan diri di atas ranjangnya.


"Maaf ayah maaf, aku terpaksa membohongimu, suatu saat nanti aku pasti akan menceritakan semuanya kepada ayah, tapi tidak untuk sekarang", gumam Lediya.


Tak terasa air mata mengalir dipipinya, karena saking lelahnya Lediya pun tanpa sadar tertidur.


💖💖💖💖💖


Pagi hari yang cerah, terlihat antrian panjang di loket sebuah taman hiburan.


Hari ini peresmian dan pembukaan taman hiburan milik keluarga Lee, yang dikelola oleh Tjhin selaku direktur utama, dan wakil direktur adalah sepupu Tjhin bernama Park Jun Min putra dari adik perempuan satu-satunya Lee Suk Ho, yaitu Lee Su Mi, yang menikah dengan Park Jung Wo seorang resepsionis di salah satu hotel keluarga Lee.


*Sedikit tentang Lee Su Mi dan Park Jun Min*


Ayah Suk Ho dan Su Mi sangat marah dan menentang hubungan putrinya dengan karyawan hotel bernama Park Jung Wo.

__ADS_1


Namun Su Mi dan Jung Wo saling mencintai, sehingga Lee Su Mi memutuskan hubungan dengan keluarga nya dan kawin lari dengan Park Jung Wo.


Ayahnya sangat murka mendengar putrinya kabur dengan Jung Wo, saat itu juga nama Lee Su Mi di coret dari calon ahli waris ke 2 keluarga Lee.


Semua kekayaan di wariskan ke putranya Lee Suk Ho, dan cucunya Lee Tjhin Won.


Saat suaminya meninggal karena menderita tumor di bagian kepalanya, Lee Su Mi pergi menemui Lee Suk Ho kakaknya, untuk meminta bantuan karena mereka sudah tidak mempunyai uang sepeser pun.


Awalnya Lee Suk Ho sangat marah saat melihat adiknya datang, karena ulah adiknya yang telah lari dari rumah dan memutuskan hubungan hanya demi menikahi pria biasa, ayahnya terkena depresi dan serangan jantung, akhirnya menghembuskan nafas terakhir nya, tanpa Lee Su Mi disisinya.


Saat itu Roro Almira menasehati dan membujuk Lee Suk Ho, pada akhirnya Suk Ho mendengarkan perkataan istrinya dan menerima mereka, karena hanya ia lah yang dimiliki adiknya, sedangkan ke dua orang tua mereka telah meninggal.


Sebagai seorang kakak sudah kewajiban dia harus bertanggung jawab dengan adik satu-satunya, lalu Suk Ho pun membiarkan adiknya tinggal bersamanya di KS, dan juga mendaftarkan Jun ke University yang sama dengan Tjhin.


Park Jun Min dan Lee Tjhin Won


lulusan terbaik B*r**n School GM dalam bidang Pariwisata.


Saat masa kuliah dulu Tjhin Won maupun Jun Min adalah Idola para mahasiswi disana mereka disebut Oppa Cool One(TW) dan Oppa Cool Two(JM), Tinggi ke duanya sama.


Jun Min asli dari KS, memiliki kulit putih dan bentuk bibir yang cute, juga menguasai beberapa bahasa.


Tjhin Won maupun Jun Min tidaklah begitu akrab dan cocok, kedua sifat mereka berbeda.


Tjhin memiliki sifat yang dingin, cuek, dan perfeksionis, sedangkan Jun memiliki sifat yang supel, ramah, dan sedikit ceroboh.


Namun karena desakan Lee Suk Ho ayahnya untuk menjadikan Jun wakil direktur di taman hiburan, dan untuk membantu mengelola beberapa hotel di Indonesia milik Tjhin.


Terpaksa Tjhin menyetujuinya, dengan catatan kalau ia tidak menyukai atau tidak merasa puas dengan cara kerja Jun, ia berhak memutuskan untuk memberhentikan Jun, dan Lee Suk Ho tidak boleh ikut campur apapun keputusan yang ia buat.


*off*


Pembukaan dan peresmianpun dibuka,


dalam proses operasionalnya diterapkan sejumlah prosedur dan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.


MC pun memulai pembukaan acara, diatas panggung megah, yang disediakan untuk menampilkan artis-artis papan atas, acara sirkus, dll, untuk menghibur para tamu undangan.


Lee Tjhin Won bersama Lee Suk Ho dan Roro Almira, juga Lee Su Mi dan Park Jun Min sudah duduk di kursi paling depan, menunggu MC memanggil mereka saat acara pemotongan pita.


"Tjhin, kenapa Diya dan ayahnya belum datang juga, acara sudah dimulai, coba kamu telepon mereka!", Almira duduk dengan gelisah karena mantu yang ditunggu nya belum datang juga.


"Ibu tenang saja, Mungkin mereka terjebak macet", jawab Tjhin dengan santai.


"Huuh, padahal ibu ingin memperkenalkan Diya sama temen-temen ibu yang hadir hari ini", Almira menunjukkan wajah kecewa.


"Tenang sayang, Diya pasti datang", Suk Ho menggenggam tangan Almira.


Sementara itu, pak Hardian tiba-tiba menginjak rem, hingga bunyi ban mobil yang di rem mendecit.


"Ayah ada apa, kenapa ngerem mendadak?", Lediya langsung memalingkan dan menatap wajah ayahnya.


Lediya melihat wajah Hardian ayahnya memucat, badannya gemetar, dan mengeluarkan keringat dingin seperti orang ketakutan akan sesuatu.


"Ayah...ayah, apa sebaiknya kita ke rumah sakit, wajah ayah pucat sekali, biar Diya gantian yang menyetir", Lediya segera turun dari mobil.


Lediya berputar dan membuka pintu tempat dimana ayahnya menyetir.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2