
Setelah kembali sadar dari lamunannya tentang Jeje, Tjhin segera beranjak menuju kamar mandinya yang terbilang mewah.
Visual Bathroom Tjhin
Tjhin masuk kedalam bathub yang sudah terisi air dan berbagai wangi-wangian aromatherapy yang sudah disiapkan pelayan pribadinya, dan merilekskan diri disitu.
Setelah 1 jam kemudian dia sudah selesai membersihkan dirinya, lalu menuju walk in closet, disitu sudah menunggu nyonya Kim kepala dari semua pelayan di kediaman Tjhin, dan sekaligus pengasuh Tjhin dari kecil.
Semua pelayan dirumah itu memanggilnya nyonya Kim hanya Tjhin yang memanggilnya bibi, disampingnya berdiri gadis pelayan yang baru bekerja bernama Lara.
Terlihat gadis itu menelan saliva dan wajahnya memerah saat melihat Tjhin masuk dengan hanya mengenakan handuk mandi, yang menutupi hingga pinggang, terlihat dadanya yang bidang, perutnya yang sixpack, kulitnya yang eksotik, dan air yang masih menetes di rambutnya, bikin hati setiap gadis yang melihatnya mau copot..pot.., dia tak percaya tuan rumahnya itu masih muda dan sangatlah tampan.
"Kemeja, jas, dan dasi sudah saya siapkan tuan, silakan berganti pakaian terlebih dahulu," ucap Nyonya Kim.
Nyonya Kim segera melangkahkan kakinya keluar, namun Lara masih berdiri terpaku ditempatnya, bibi Kim berhenti dan menggeleng sedikit kepalanya.
" Lara...Laraaa, "
Suara bibi Kim terdengar sedikit berteriak memanggil, Lara pun tersadar dari lamunan indahnya.
"Maaf nyonya Kim, " jawab Lara kaget sekaligus malu dengan tingkah lakunya barusan.
Lara pun segera mengikuti nyonya Kim melangkah keluar walk in closet dan berdiri menunggu di depan pintu.
Beberapa menit kemudian Tjhin sudah selesai memakai celana, kemeja, dan dasinya.
"Silakan masuk bi," perintah Tjhin.
Nyonya Kim dan Lara, segera kembali memasuki walk in closet, untuk memakaikan jas dan sepatunya.
"Hari ini ingin memakai sepatu warna apa tuan?" tanya nyonya Kim sembari memakai kan jas ke tubuh tuan mudanya.
"DarkBlue, " jawab Tjhin singkat.
Hari ini pakaian Tjhin bertemakan warna blue, Tjhin tipe laki-laki yang suka memakai pakaian sesuai dengan suasana hatinya, warna biru seperti mengesankan suasana hati yang sendu.
"Lara ambilkan sepatu berwarna darkblue itu, " perintah nyonya Kim ke Lara,
"Baik nyonya. "
Gadis itu segera berlari menuju rak sepatu, namun dia kehilangan ke seimbangan dan terjerembab jatuh menabrak rak sepatu, membuat koleksi sepatu Tjhin jatuh berhamburan.
"Apa yang telah kamu lakukan haaa!!!" bentak Tjhin.
"Maaf... maaf tuan, sa.. ya tak sengaja," jawab Lara sambil bertekuk lutut dilantai gemetar ketakutan.
Bibi Kim segera menghampiri Lara, membantunya untuk bangun.
"Kau dipecat!!!" bentak Tjhin.
Lara kaget sekaget-kagetnya, baru 3 hari dia mulai bekerja di rumah itu namun sudah dipecat hanya karena melakukan 1 x kesalahan, Lara terduduk dilantai sambil menangis, dalam hati berkata kejam sekali tuannya ini.
"Bi urus pembayaran nya dan suruh dia segera pergi dari rumah ini!" perintah Tjhin.
Tjhin duduk sembari menghentak kan tubuhnya ke kursi sofa yang sudah tersedia dengan wajah kesal.
Nyonya Kim hanya bisa menahan nafas, melihat anak yang di asuh nya dari kecil ini benar-benar berubah drastis, namun nyonya Kim tetap mengikuti perintahnya karena dia tahu apa yang telah membuat Tjhin berubah, nyonya Kim membawa Lara ke luar ruangan, dan datang pelayan lainnya segera memasuki ruangan, mengambil dan memakai kan sepatu ke kaki Tjhin.
Sejak peristiwa tragis yang terjadi dengan kekasih nya Jeje, sifat Tjhin memang berubah drastis menjadi lebih dingin, pendiam, dan pemarah, setiap ada pelayan yang melakukan kesalahan kecil saja tanpa pikir panjang pasti dipecat, dalam 1 Minggu ini saja sudah 7 pelayan yang di pecat, sehingga membuat nyonya Kim kesulitan untuk mencari pengganti mereka.
Visual Walk In Closet Tjhin
Tjhin keluar dari kamarnya dan menuruni tangga rumahnya, dibawah sudah berjejer rapi pelayan-pelayan di kediaman nya, hanya untuk menyapanya setiap pagi.
"Selamat pagi, tuan muda," serempak menyapa lalu membungkuk hormat begitu melihat Tjhin menuruni anak tangga.
__ADS_1
Tjhin langsung menuju ruang makan, sesampainya Tjhin di ruang makan, Jhon segera menarik kursi untuk Tjhin duduki,
kepala koki dan beberapa pelayan dapur berdiri di sampingnya untuk melayani dan menyiapkan hidangan di meja Tjhin.
Visual Ruang Makan di kediaman Tjhin
"Menu pertama pagi ini saya memasak Densuke Black Watermelon tuan, saya harap tuan muda suka, "
kepala koki berbicara sambil menaruh lauk ke piring, dan Tjhin langsung mencobanya tanpa berkata-kata.
Setelah Tjhin selesai menghabiskan menu pertama nya, kepala koki lanjut memperkenalkan menu ke 2 nya.
"Menu ke 2, saya membuat Craftsteak Wahyu Ribeye tuan, silakan," menaruh piring berisi steak ke hadapan Tjhin.
Selesai dengan menu ke 2 nya, kepala koki memberikan makanan penutup.
"Menu dessert saat ini Jeonggwa, kesukaan tuan, silakan," menaruh dessert ke hadapan Tjhin.
Tjhin sudah selesai menyantap semua hidangan pagi yang dihidangkan kepala koki, dan segera bersiap-siap untuk berangkat ke hotelnya.
Jhon sudah menunggu didepan mobil, dan segera membukakan pintu mobil untuk Tjhin, dan mereka berdua pun berangkat menuju hotel.
Visual Mobil Tjhin
Dalam perjalanan menuju hotel,
"Jhon, gimana soal nomer mobil pelaku tabrak lari itu, apakah bisa ditemukan secepatnya?" tanya Tjhin dengan wajah serius.
"Aku sudah mengutus seseorang untuk menyelidiki dan mencarinya, tenang saja Tjhin pasti kita akan segera mendapat kabar dari nya," jawab dengan santai.
"Baiklah, segera kabari aku begitu pembunuh itu ditemukan, aku sudah tidak sabar ingin melihat rupa pelaku tabrak lari itu dan ingin menghancurkannya, " jawab Tjhin dengan nada geram.
Setelah pembicaraan itu, mereka masing-masing terdiam dan hanyut dalam pikiran nya masing-masing.
terlihat para pegawai-pegawai hotel berlarian keluar dan segera berbaris rapi, untuk menyambut kedatangan General Manager mereka.
Jhon segera turun dari mobil, dan membuka kan pintu belakang mobil tempat Tjhin berada.
"Selamat Pagi General Manager," mereka Serempak menyapa, sambil membungkuk hormat.
Tjhin keluar dari mobilnya,
Lalu para staf hotel mengikutinya di belakang, melangkah masuk ke hotel.
Visual Hotel Milik Keluarga Lee
Tjhin segera menuju lift, dan menuju ke lantai kantor nya berada di ikuti oleh Jhon.
Visual Office General Manager
Tjhin segera duduk di kursinya, dan Jhon segera memberikan berkas-berkas penting untuk di tanda tangani oleh Tjhin.
Tak lama terdengar ponselnya berdering, Tjhin melihat layar di ponselnya, itu panggilan dari luar negeri, Buru-buru dia mengangkatnya.
"Ma ada apa menelepon, mama sehatkan?" tanya Tjhin cemas.
"Sehat nak, mama menelepon mu bukan karena itu, mama dengar dari tante Lyra kamu memesan 99 tangkai rose di tokonya 1 Minggu yang lalu untuk melamar seorang gadis, kenapa kamu tidak memberitahukan ke padaku? masa mama harus tau dari Lyra, apakah papa dan mama masih kau anggap orang tuamu?," tanya Almira dengan nada kesal.
__ADS_1
Tjhin segera melirik Jhon dengan tatapan kesal.
"Why???" Jhon berbisik bingung dengan tatapan Tjhin.
"Bukan begitu ma, aku rencana ingin memperkenalkan ke papa dan mama setelah lamaranku di terima," jawab Tjhin dengan cemas.
"Berarti lamaran mu di tolak nak?" tanya Almira berteriak kaget.
"Bukan begitu aku di terima kok ma, cuma aku sedang banyak pekerjaan di hotel, jadi tidak sempat ke sana untuk memperkenalkan kepada kalian berdua," Jawab Tjhin berbohong dengan Almira
Kalau dia berkata Jujur tentang gadis yang dilamarnya itu telah meninggal sebelum Tjhin berhasil melamarnya, pasti Ayah Ibunya akan sangat syok, dia takut penyakit Jantung ibunya kambuh.
"Papa dan mama akan ke Indonesia 3 hari lagi, kami ingin mengikuti pembukaan dan peresmian taman hiburan di sana, jadi gadis yang kamu lamar itu segera perkenalkan kepada kami dan segera langsungkan pernikahan kalian, papa mama sudah lama menunggu hal ini dan kami sangat bahagia kau sudah menemukan seorang gadis yang kau cintai. O ya sudah dulu ya, mama harus segera pergi, teman-teman mama sudah menunggu, bye nak, " Almira segera menutup telepon.
Tjhin menaruh teleponnya dimeja, dan menyandarkan diri di kursinya sejenak, terpancara kekhawatiran yang amat sangat dari wajahnya dan segera ia melihat ke arah Jhon dengan tatapan kesal.
"S****n u Jhon!" teriak Tjhin kesal.
"Kenapa beli bunga di toko tante Lyra, sampai ayah dan Ibu ku mengetahuinya," tetap dengan nada kesal.
"Jhon kamu harus bertanggung jawab atas kelalaian mu, carikan aku seorang gadis untuk berpura-pura menjadi pasangan ku dihadapan orang tuaku nanti. "
Jhon pun berbicara non formal.
" Oke... oke boss, maafkan temanmu yang bodoh ini, " canda Jhon.
"Tapi kenapa gak bicara jujur aja ke orang tua u Tjhin, pasti om tante mengerti," Jhon sok menasehati.
" G**a u bisa kumat penyakit jantung nya nanti, u kan tau ibu itu jantung nya sangat lemah, " Jawab Tjhin kesal setengah mati sama temen sekaligus asisten nya ini.
"Oke.. Oke terserah u aja lah," Jawab Jhon.
Kemudian Jhon merubah lagi, berbicara Formal.
"O ya tuan soal rencana kita untuk pembaharuan kontrak Vendor-vendor ternama, banyak yang ingin mengajukan kontrak untuk bekerja sama dengan hotel kita, apakah tuan mau melihat proposal mereka sekarang?" tanya Jhon.
" Hmm, sudah menyeleksinya bersama sales&marketing, dan purchasing belum?" tanya Tjhin.
"Sudah tuan dari 20 vendor yang mengajukan, menurut kami yang memenuhi kualifikasi hotel kita ada 3 Vendor ternama dan salah satunya ada yang di rekomendasi kan oleh kepala Chef hotel kita langsung. Kita hanya memerlukan 1 Vendor saja, jadi keputusan final silakan tuan yang memilih," jawab Jhon sambil menaruh 3 proposal di meja Tjhin.
Author : Udah kayak Bunglon aje lu Jhon, gonta ganti mulu, bentar formal gak lama non formal, bikin yang baca senewen😂.
"Oh ya, aneh tidak biasanya kepala chef melakukan itu, berarti Vendor itu sangat bagus, sampai kepala Chef merekomendasikan nya, apa nama Vendor itu," tanya Tjhin.
"Vendor itu bernama Harley tuan, perusahaan itu memiliki Catering, Bridal, Dekorasi, bahkan Entertainment sendiri, dan memang cukup dikenal, " Jawab Jhon.
Tak lama ponsel Jhon berdering, ia melihat nama yang tertera di ponselnya.
"Tuan seperti nya kita sudah mendapatkan kabar dari pelaku tabrak lari itu," Jhon tersenyum.
Telepon itu dari orang suruhan Jhon untuk melacak keberadaan pelaku tabrak lari, yang merenggut nyawa kekasih temannya itu.
Jhon segera mengangkatnya.
" Hallo gimana, ...... What You sure?" mata Jhon terbelalak kaget, dan masih melanjutkan pembicaraan.
Setelah pembicaraan yang begitu panjang di ponsel.
"Well, thanks for the information, " Jhon menutup pembicaraan dan mematikan ponsel.
"What's wrong, jhon?" tanya Tjhin penasaran melihat raut wajah Jhon.
"Tjhin," Jhon menarik nafas panjang, Tjhin makin penasaran dibuatnya.
"Cepat katakan Jhon, apa yang membuat mu kaget seperti itu, memang ada info apa tentang si pelaku?" tanya Tjhin tidak sabaran.
Bersambung.....
Author : Hai...Hai ketemu lagi sama LidZ,
__ADS_1
di episode ke 4 ini sengaja LidZ fokusin ke kehidupan Tjhin, sekaligus ditambahkan beberapa Visual supaya pembaca setia novel Toon, bisa lebih mengenal kehidupan dan perubahan sifat Tokoh Protagonis Pria di Novel LidZ ini.
Maaf, Karena ini baru Novel pertama LidZ, pasti banyak Kekurangannya, dalam hal penulisan maupun kata-kata, dan paragraf, tolong bantu LidZ kasih masukan yang positif ya, supaya di episode-episode berikutnya Novel LidZ menjadi lebih semakin baik,dan makin semangat membuat nya. Thanks🥰.